Pengertian Kronologi, Kronik, dan Sinkronik dalam Sejarah

Pengertian Kronologi, Kronik, dan Sinkronik dalam Sejarah

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 11 Sep 2022 11:00 WIB
Proklamasi kemerdekaan
Contoh sinkronik: suasana Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Foto: IPPHOS via Perpustakaan Nasional
Jakarta -

Dalam ilmu sejarah, dikenal istilah kronologi, kronik, dan sinkronik. Ketiganya berkaitan dengan waktu dalam penyusunan dan pencatatan sejarah.

Kronologi adalah ilmu bantu untuk menentukan waktu terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa secara tepat berdasarkan urutan waktu. Konsep kronologi penting bagi ilmu sejarah karena menggambarkan proses sejarah.

Tujuan kronologi adalah menghindari anakronisme, yaitu kerancuan waktu dalam sejarah, seperti dikutip dari Pengantar Ilmu Sosial oleh Syafrizal dkk.

Karena itu, sebuah kronologi disusun berdasarkan waktu terjadinya peristiwa sejarah. Contohnya yaitu hari terjadinya peristiwa pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki, atau tahun terjadinya peristiwa proklamasi kemerdekaan indonesia.

Konsep kronologi di atas memungkinkan peristiwa sejarah di masa lalu dapat direkonstruksi secara tepat berdasarkan urutan waktu terjadinya. Konsep kronologi juga membantu orang untuk melihat kaitan antara sebuah peristiwa sejarah yang terjadi di satu tempat dengan peristiwa sejarah di belahan bumi lainnya.

Kronik dan Contohnya

Sementara itu, kronik adalah catatan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktu yang dibuat penulis, pujangga, dan filsuf pada zaman tertentu dan dijadikan dasar penelitian sejarah, seperti dikutip dari Sejarah untuk SMA/MA Kelas X oleh J. Sumadianta dkk.

Kronik bermanfaat untuk menyusuri kebenaran fakta yang terjadi pada masa tertentu berdasarkan tulisan, catatan, serta tuturan kisah yang pernah terjadi, dan memetik pelajaran darinya. Contohnya yaitu intrik politik dalam kerajaan, keberhasilan raja dalam mensejahterakan warganya, dan tidak menjajah.

Contoh kronik adalah catatan perjalanan Fa Hien ke Tarumanegara dan kisah perjalanan I-tsing dari Cina ke India melalui Sriwijaya.

Sinkronik dan Contohnya

Sinkronik adalah segala hal terkait peristiwa sejarah dan bagaimana mempelajari atau mengkaji pola, gejala, serta karakter peristiwa sejarah di masa tertentu.

Cara berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah yaitu meluas dalam ruang dan terbatas dalam waktu. Contohnya yaitu sinkronik menggambarkan keadaan ekonomi Indonesia dengan menganalisis struktur dan fungsi ekonomi hanya pada keadaan dan saat tertentu, seperti dikutip dari Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X oleh Windriati, S.Pd.

Ciri-ciri konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah yaitu mengkaji peristiwa sejarah di masa tertentu, titik berat kajian pada pola, kajian, dan karakter, tidak berkonsep perbandingan, kajian lebih sempit, sangat sistematis, dan mendalam.

Contoh Sinkronik: Suasana di Jakarta saat Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945 terjadi di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Pembacaan proklamasi dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan dengan membawa apapun yang bisa digunakan sebagai senjata. Peserta yang hadir mengantisipasi serangan yang bisa terjadi. Kendati Jepang sudah kalah dari Sekutu, Bala Tentara Dai Nippon Jepang masih berada di Jakarta.

Suasana di Jakarta masih kondusif. Proklamasi pun semula akan dibacakan di Lapangan Ikada (kini bagian dari kawasan Monumen Nasional/Monas). Namun, pembacaan bersejarah tersebut dipindahkan ke kediaman Soekarno karena dikhawatirkan terjadi pertumpahan darah.

Akibatnya, sekitar 100 anggota Barisan Pelopor berjalan dari Lapangan Ikada ke kediaman Soekarno dan terlambat melihat pembacaan proklamasi. Mereka menuntut pembacaan ulang proklamasi, tetapi ditolak dan diberikan amanat singkat oleh Mohammad Hatta.



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia