Kenapa Ada 7 Hari dalam Seminggu?

Kenapa Ada 7 Hari dalam Seminggu?

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 10 Sep 2022 20:00 WIB
Kalender tahunan. dikhy sasrailustrasidetikfoto
Ilustrasi. Kenapa ada 7 hari dalam seminggu? (detikcom/Dikhy Sasra)
Jakarta -

Ketetapan 7 hari dalam seminggu mulanya berawal dari sistem penanggalan Babel atau Babilonia. Penanggalan tersebut didasarkan pada sistem kalender Sumeria pada abad ke-21 SM.

Jumlah 7 hari tersebut disesuaikan dari transisi waktu yang dibutuhkan Bulan untuk melakukan setiap fase Bulan, seperti fase Bulan penuh (full moon), Bulan sabit (waning half moon), dan Bulan baru (new and waxing half).

"Satu siklus Bulan berlangsung selama 29,53 hari, orang Babilonia memasukkan satu atau dua hari ke dalam minggu terakhir setiap bulannya," tulis keterangan dari Live Science.

Penanggalan 7 hari dalam seminggu tersebut juga kemudian diadopsi dalam sistem penanggalan bangsa Yahudi. Hal ini diungkap oleh Assyriologist bernama Friedrich Delitzsch and Marcello Craveri.

Sumbernya tertulis dalam kitab Genesis yang ditulis pada 500 SM selama orang-orang Yahudi dibuang ke wilayah Babel. Kemudian, didasarkan dari kitab suci Creation yang menyebut, Tuhan bekerja selama 6 hari dan beristirahat pada hari ke-7.

Meski demikian, sumber lain dari Encyclopedia Britannica menyatakan, ada kemungkinan bangsa Yahudi mengadopsi ide dari bangsa Mesopotamia.

Tidak hanya bangsa Yahudi, bangsa Romawi juga mengadopsi sistem penanggalan serupa oleh Kaisar Konstantinus pada 321 M. Ia menetapkan, satu minggu selama 7 hari dalam kalender Romawi dan menetapkan hari Minggu sebagai hari pertama dalam seminggu sekaligus hari ibadah dan istirahat.

Sebelumnya, bangsa Romawi menggunakan siklus nundinal atau sistem kalender 8 hari dalam seminggu yang diwarisi dari bangsa Etruscans.

Siklus tersebut adalah sistem yang digunakan untuk mengatur waktu-waktu aktif pasar pada bangsa Romawi. Pada satu hari tertentu, orang desa yang datang ke kota maupun orang kota akan membeli bahan makanan selama delapan hari ke depan.

Asal Usul Nama-nama Hari

Orang Babilonia menamai setiap hari dengan nama lima planet yang mereka ketahui yakni, Merkurius (Mercury), Venus (Venus), Mars (Mars), Jupiter (Jupiter), dan Saturnus (Saturn) dengan tambahan Bulan (Moon) dan Matahari (Sun). Hal ini juga kemudian diadopsi oleh bangsa Romawi.

Nama-nama hari yang ditetapkan oleh bangsa Romawi tersebut, hingga kini yang berhasil dipertahankan hingga sekarang dalam bahasa Inggris. Ketiga hari tersebut adalah hari Minggu (Sunday dari Sun), Senin (Monday dari Moon), dan Sabtu (Saturday dari Saturn).

Bagi kepercayaan orang Jerman dan Norse, nama hari dalam bahasa Inggris yang hingga saat ini digunakan memang masih mengandung sisa tradisi dari bangsa Romawi. Orang-orang Jerman mengadaptasi sistem kalender Romawi dengan mengidentifikasi dewa-dewa Romawi dengan dewa-dewa mereka sendiri. Berikut rincian selengkapnya.

Sunday (Minggu)

Kata ini berasal dari bahasa Inggris Kuno Sunnandæg, hasil interpretasi orang Jerman dari bahasa Latin dies solis atau hari Matahari. Mitologi Jerman dan Nordik mempersonifikasikan Matahari sebagai dewi bernama Sunna atau Sól.

Monday (Senin)

Kata Monday juga berasal dari bahasa Inggris Kuno Mōnandæg dari kata Máni atau personifikasi Bulan Norse (dan saudara laki-laki Sól).

Tuesday (Selasa)

Kata ini berasal dari bahasa Inggris Kuno Tīwesdæg dari kata Tiw atau Tyr, dewa duel Norse bertangan satu. Ia disejajarkan dengan Mars, dewa perang Romawi.

Wednesday (Rabu)

Wednesday adalah Wōden's day atau penguasa alam dewa Norse yang dikenal dengan kebijaksanaan, sihir, kemenangan, dan kematian (Woden atau Odin).

Bangsa Romawi menghubungkan Wōden dengan Merkurius karena keduanya adalah pemandu jiwa setelah kematian. Rabu berasal dari bahasa Inggris Kuno Wōdnesdæg.

Thursday (Kamis)

Thursday adalah Thor's day yang diambil dari nama bahasa Inggris dewa guntur, kekuatan, dan perlindungan Norse yang memegang palu. Dalam kepercayaan Romawi, dewa ini dihubungkan dengan Jupiter yang juga dewa langit dan guntur.

Friday (Jumat)

Friday berasal dari bahasa Inggris Kuno Frīgedæg atau diambil dari nama istri Odin. Dia sering dikaitkan dengan Venus, dewi cinta, kecantikan, dan kesuburan Romawi.

Saturday (Sabtu)

Tradisi Jerman tidak menetapkan dewa mereka pada hari Sabtu ini. Sebaliknya, mereka mempertahankan nama Romawi yakni kata bahasa Inggris Saturday berasal dari kata Anglo-Saxon Sæturnesdæg yang diterjemahkan menjadi hari Saturnus.



Simak Video "Wujud Toilet Portabel yang Diduga Ada Sejak Zaman Romawi Kuno"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/kri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia