Teks Pancasila 1-5 Beserta Lambangnya, Siswa Sudah Hafal?

Teks Pancasila 1-5 Beserta Lambangnya, Siswa Sudah Hafal?

Rahma Harbani - detikEdu
Rabu, 24 Agu 2022 13:45 WIB
kerajinan burung garuda pacitan
Ilustrasi. Ini isi lengkap teks Pancasila 1-5 beserta lambangnya. (Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Jakarta -

Pancasila adalah falsafah dan dasar negara Republik Indonesia. Sesuai dengan yang disahkan pada 18 Agustus 1945, teks Pancasila berisi 5 sila beserta lambang yang mewakili masing-masing sila tersebut.

Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan: Kecakapan Berbangsa dan Bernegara karya Aa Nurdiaman, hakikat Pancasila juga menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Hal itu tertuang dalam kelima sila teks Pancasila.

"Pancasila memberikan gambaran dari sikap dan cara pandang manusia Indonesia terhadap keagamaan (sila pertama), terhadap sesama manusia (sila kedua), terhadap bangsa dan negaranya (sila ketiga), terhadap pemerintahan demokrasi (sila keempat), dan terhadap kepentingan bersama (sila kelima)," bunyi keterangan buku tersebut.

Pancasila sendiri diambil dari bahasa Sansekerta. Pancasila terdiri dari dari kata 'panca' yang berarti lima dan 'syla' yang artinya batu sendi. Adapun teks Pancasila beserta lambangnya lengkap dapat disimak pada ulasan berikut.

Teks Pancasila 1-5 Beserta Lambangnya

1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Lambang dari sila pertama adalah bintang berwarna kuning. Dikutip dari laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, sila pertama dalam teks Pancasila bermakna bangsa Indonesia adalah bangsa yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berdasarkan kepercayaan yang dianut oleh masing-masing individu.

2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua memiliki lambang berupa gambar rantai. Jumlah rantai ini mencapai 17 dan tidak terputus. Rantai yang tidak terputus untuk mewakili sila kedua berarti generasi penerus yang turun-temurun.

3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Lambang yang mewakili sila ketiga dalam teks Pancasila adalah pohon beringin. Lambang ini menandai tempat berteduh ataupun berlindung.

4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Lambang dari sila keempat selanjutnya adalah kepala banteng. Kepala banteng tersebut, menurut laman BPIP RI, menandakan tenaga rakyat.

5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Terakhir, lambang sila terakhir dalam teks Pancasila adalah padi dan kapas. Makna lambang tersebut merujuk pada kemakmuran dan kesejahteraan.

Sejarah Singkat Perumusan Teks Pancasila

Perumusan teks Pancasila semula dilakukan dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI. Sidang pertama BPUPKI berlangsung mulai pada 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945 di gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang gedung Departemen Luar Negeri).

Agenda dari sidang pertama BPUPKI adalah merumuskan dasar falsafah negara Indonesia yang akan dibentuk. Ada beragam pandangan yang dikemukakan tentang dasar negara Indonesia dari para tokoh bangsa seperti Moh. Yamin, Prof. Soepomo, dan Ir. Soekarno.

Di antara pengusul tersebut, usulan Soekarno yang dikemukakan pada 1 Juni 1945 yang terpilih. Lima butir gagasan dasar negara dari Soekarno adalah 1) Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia, 2) Internasionalisme atau peri kemanusiaan, 3) Mufakat atau demokrasi, 4) Kesejahteraan sosial, 5) Ketuhanan yang berkebudayaan.

Kelima butir itu kemudian dikenal dengan Pancasila. Setelah sidang menerima usulan nama tersebut, dibentuk panitia kecil berisi 8 orang, yakni Ki Bagus Hadi Kusumo, K.H. Wahid Hasyim, Muh. Yamin, Sutarjo, A.A. Maramis, Otto Iskandar Dinata, dan Moh. Hatta yang bertugas menampung usul-usul seputar calon dasar negara.

Hingga pada sidang BPUPKI kedua pada 10-16 Juli 1945, disetujui naskah awal Pembukaan Hukum Dasar atau yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Piagam Jakarta merupakan naskah awal pernyataan kemerdekaan Indonesia.

Piagam Jakarta pada alinea ke-4 tersebut mencakup rumusan teks Pancasila. Perbedaan teks Pancasila dalam Piagam Jakarta dengan teks Pancasila yang dikenal saat ini terletak pada sila pertamanya.

Pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, ada kesepakatan untuk mengubah sila pertama dari, "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya." menjadi, "Ketuhanan yang Maha Esa."

Perubahan teks Pancasila tersebut ditujukan untuk mencerminkan Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung toleransi.



Simak Video "Asal Usul Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia