Ternyata Ini Awal Mula Kemunculan Air di Bumi, Benarkah Berasal dari Komet?

Ternyata Ini Awal Mula Kemunculan Air di Bumi, Benarkah Berasal dari Komet?

Anisa Rizki - detikEdu
Sabtu, 20 Agu 2022 20:00 WIB
Foto-foto jepretan satelit menggambarkan dengan jelas berbagai macam hal di seluruh sudut Bumi. Berikut ini lanskep kota-kota besar dunia dalam jepretan satelit.
Foto: Getty Images/Ilustrasi Gambaran Air di Bumi
Jakarta -

Pernahkah detikers bertanya-tanya dari mana asal air yang ada di Bumi? Seperti yang diketahui, permukaan bumi diisi sebagian besar oleh unsur air. Sekitar 71 persen permukaan Bumi adalah air dan 96 persen air yang ada di Bumi berada di lautan.

Dikutip dari World Atlas, Bumi dan planet-planet lainnya muncul dari piringan protoplanet yang mengelilingi matahari selama 4,5 miliar tahun silam.

Dalam masa pembentukannya, Bumi tidak memiliki air hingga permukaan lautan hanyalah batuan cair. Kemudian, suhu pada kala itu disebut terlalu ekstrim.

Hal itu disebabkan suhu di tata surya bagian dalam cenderung terlalu tinggi untuk membentuk benda es. Selain itu, sebagian air dibawa oleh komet-komet di awal pembentukannya.

Air di Bumi Berasal dari Asteroid dan Komet?

Sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu, tata surya bagian dalam mengalami periode waktu yang disebut Pengeboman Berat Akhir (Late Heavy Bombardment).

Fenomena tersebut menyebabkan banyak asteroid, komet, dan meteor berdampak pada planet bagian dalam.

Banyak benda-benda yang mengandung es, menabrak planet dan membawa air bersamanya. Bukti asteroid dan komet yang membawa air ke Bumi berasal dari perbandingan air di Bumi dengan air yang ditemukan di objek es.

Para ilmuwan menggunakan rasio yang membandingkan air berat dengan air biasa. Air biasa hanyalah H2O, sedangkan hidrogen berat (heavy water) adalah molekul air yang mengandung neutron ekstra yang terikat pada atom hidrogen, yang disebut deuterium.

Dengan mengetahui rasio air berat dengan air normal di Bumi, para ilmuwan kemudian membandingkan rasio itu dengan air di asteroid dan komet. Rasio di air Bumi hampir identik dengan asteroid dan beberapa komet.

Namun, ada juga pengamatan lain yang menyebutkan bahwa Bumi mungkin telah terbentuk dengan sedikit beberapa air.

Pendapat Lain Tentang Kemunculan Air di Bumi

Wahana antariksa Rosetta mengorbit komet 67P/Churyumov-Gerasimenko. Peneliti Badan Antariksa Eropa (ESA) itu mempublikasikan data hasil analisa terhadap air yang terperangkap di tubuh komet.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata, air yang membeku di komet Chury berbeda dengan air yang terdapat di permukaan Bumi. Temuan tersebut mengesampingkan komet sebagai sumber air di Bumi.

Dalam penelitian itu, para ilmuwan meneliti rasio hidrogen berat dan hidrogen ringan yang membentuk air jika digabungkan dengan oksigen.

Mereka mengungkap, jejak hidrogen berat pada Chury berjumlah tiga kali lebih banyak ketimbang air di bumi.

Intinya, secara umum hasil penelitian itu menyatakan bahwa air yang terperangkap di tubuh komet berbeda jauh dengan air yang ada di Bumi.

Nah, itulah penjelasan mengenai asal-usul keberadaan air di Bumi. Bagaimana menurut detikers?



Simak Video "Ilmuwan China Temukan Tanda-tanda Adanya Air di Planet Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia