Peneliti ETH Zurich Temukan Bukti Baru soal Asal Usul Bulan

Kristina - detikEdu
Sabtu, 13 Agu 2022 13:05 WIB
Air berbentuk es terdeteksi di permukaan Bulan
Penampakan bulan (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Selama hampir lima abad para peneliti mengajukan banyak teori yang diperdebatkan tentang asal usul Bulan. Penelitian terbaru menemukan, Bulan mewarisi gas mulia asli dari mantel Bumi.

Hal tersebut diungkap oleh ahli geokimia, kosmokimia, dan petrologis di ETH (Eidgenössische Technische Hochschule) Zurich, Swiss, Patrizia Will. Temuan ini berseberangan dengan hipotesis Giant Impact yang menghipotesiskan Bulan terbentuk dari tabrakan besar-besaran antara Bumi dan benda angkasa lainnya.

Seperti dikutip dari Science Daily, Sabtu (13/8/2022), Patrizia Will menganalisis enam sampel meteorit bulan dari koleksi Antartika, yang diperoleh dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Meteorit terdiri dari batuan basal yang terbentuk ketika magma keluar dari bagian dalam Bulan dan mendingin dengan cepat. Setelah terbentuk, mereka tetap tertutup lapisan basal yang melindungi batu dari sinar kosmik dan khususnya angin Matahari.

Proses pendinginan menghasilkan pembentukan partikel kaca Bulan di antara mineral lain yang ditemukan di magma. Will dan tim menemukan bahwa partikel kaca meninggalkan jejak isotop dari gas Matahari yakni helium dan neon dari interior Bulan. Temuan ini memperjelas bahwa Bulan mewarisi gas mulia asli Bumi.

Para peneliti menggunakan spektrometer massa gas mulia yang canggih di Noble Gas Laboratory ETH Zurich yang bernama Tom Dooley. Alat ini sangat sensitif sehingga menjadi satu-satunya instrumen di dunia yang mampu mendeteksi konsentrasi helium dan neon yang minimal.

Berkat hal itu, mereka mampu mengukur partikel kaca sub-milimeter dari meteorit dan mengesampingkan angin Matahari sebagai sumber gas yang terdeteksi. Helium dan neon yang mereka deteksi ternyata sangat melimpah dari yang diperkirakan sebelumnya.

Profesor ETH Zurich, Henner Busemann, mengatakan, pengetahuan ini mungkin membantu para ilmuwan di geokimia dan geofisika untuk membuat model baru yang menunjukkan bagaimana gas dapat bertahan dari pembentukan planet di tata surya ini.

Studi terbaru tentang asal usul Bulan ini telah terbit dalam jurnal Science Advances.



Simak Video "Meksiko Diguncang Gempa M 7,6, Warga Berhamburan!"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia