Sesembahan yang Dipuja Bangsa Arab Sebelum Islam, Tidak Hanya Berhala

Sesembahan yang Dipuja Bangsa Arab Sebelum Islam, Tidak Hanya Berhala

Rahma Harbani - detikEdu
Sabtu, 20 Agu 2022 12:00 WIB
Ilustrasi padang pasir di timur tengah
Ilustrasi. Apa saja sesembahan yang dipuja bangsa Arab sebelum Islam? (Thinkkstock)
Jakarta -

Sesembahan yang dipuja bangsa Arab sebelum Islam terdiri dari beragam bentuk, termasuk dengan berhala. Untuk itulah, pada masa itu, bangsa Arab dikenal sebagai bangsa Jahiliyah atau disebut juga dengan periode paganisme Arab pra-Islam.

Mengutip Ali As-Sahbuny dalam Kamus Al-Qur'an: Quranic Explorer, bangsa Arab Jahiliyah menganut ajaran monotheis Nabi Ibrahim AS. Kedatangan Islam untuk menyempurnakan agama yang dibawa Nabi Ibrahim tersebut.

Mulanya, mereka masih menaati ajaran dalam agama Nabi Ibrahim. Seiring berjalannya waktu, ajaran tersebut mengalami perubahan, penambahan, dan pengurangan oleh pengikutnya yang tidak bertanggung jawab.

"Pada zaman Jahiliyah, ajaran monotheis Ibrahim telah musnah berganti dengan sistem paganisme dan diwarnai dekadensi moral," tulis keterangan buku Kamus Al-Qur'an: Quranic Explorer tersebut.

Berhala sebagai Sesembahan

Para bangsa Arab Jahiliyah mulai melupakan ajaran yang pernah diajarkan mereka. Hal ini diperparah dengan kemunculan ajaran yang meragukan, seperti menyembah berhala yang dibawa oleh Pemimpin Bani Khuza'ah, Amru bin Luhai.

Sebetulnya Amru tumbuh sebagai sosok yang dikenal gemar berbuat kebajikan dan hormat terhadap urusan agama. Bahkan, bangsa Arab Jahiliyah menganggapnya sebagai seorang ulama dan wali besar yang disegani.

Hingga Amru melakukan perjalanan ke Syam dan melihat penduduk di sana menyembah berhala. Amru berkeyakinan hal yang dilakukan mereka adalah kebenaran sebab menurutnya, Syam adalah tempat para rasul dan kitab.

Sepulangnya dari Syam, diceritakan dari Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Seri Sirah Nabawi: Posisi Bangsa Arab dan Gambaran Masyarakat Arab Jahiliyah, Amru membawa salah satu berhala, Hubal, dan meletakkannya di dalam Kakbah.

"Dia mengajak penduduk Makkah untuk menjadikan (Hubal) sekutu bagi Allah. Orang-orang Hijaz pun banyak yang mengikuti Makkah karena menganggap mereka sebagai pengawas Kakbah dan penduduk tanah suci," jelas Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri.

Di sisi lain, menurut Ibnu Kalbi, salah satu dorongan mereka dalam menyembah berhala dan batu yaitu, terdapat tradisi di mana siapa pun yang meninggalkan kota Makkah diharuskan membawa batu yang diambil dari batu-batu yang ada di tanah Haram Kakbah.

Kemudian di setiap tempat persinggahan, mereka meletakan batu itu dan bertawaf mengelilinginya seperti mengelilingi Kakbah. Proses ini berlangsung terus menerus dan akhirnya mereka menyembah apa yang mereka sukai dan yakini.

Setelah Hubal, berhala dari batu akik berwarna merah berbentuk patung manusia, mereka pun membuat berhala besar lain yang dinamakan Lata dan 'Uzza. Kemusyrikan pun semakin merebak, berhala yang lebih kecil bertebaran di setiap tempat di Hijaz.

Sesembahan Lain Bangsa Arab Jahiliyah

Melansir buku Sejarah Kebudayaan Islam terbitan Kementerian Agama (Kemenag), ada beragam bentuk pemujaan yang dianut oleh bangsa Arab sebelum Islam masuk selain berhala dan batu. Beberapa di antaranya yakni:

1. Menyembah Malaikat, di antara bangsa Arab ada yang menyembah berhala dan menuhankan Malaikat. Mereka menganggap bahwa Malaikat itu adalah putra-putri Tuhan.

2. Menyembah jin, ruh leluhur, dan hantu. Mereka menganggap jin, ruh, hantu sebagai makhluk yang terhormat.

3. Menyembah bintang-bintang. Bintang yang adalah matahari, bulan dan bintang-bintang yang gemerlap cahayanya pada malam hari. Mereka meyakini bintang-bintang tersebut diberikan kekuasaan penuh oleh Tuhan untuk mengatur alam ini.

Bangsa Arab sebelum Islam juga banyak yang mempercayai takhayul seperti, bila mengharapkan turun hujan, mereka mengikatkan rumput kering pada ekor kambing dan sebagainya.

Menurut sejarawan Islam Ahmad Amin, pengertian Jahiliyah yang disematkan pada bangsa Arab bukan berarti tidak berilmu atau pun bodoh. Hal itu merujuk pada penduduk Arab sebelum Islam yang membangkang kepada kebenaran sekalipun telah diketahui bahwa hal yang dilakukan mereka adalah kesalahan.



Simak Video "Momen DJ Khaled Menangis Pandangi Ka'bah saat Umrah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia