Hukum Mengundi Nasib dengan Anak Panah dalam Islam

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 18 Agu 2022 07:00 WIB
Closeup of arrow in papernotes on dartboard at table against black background
Ilustrasi mengundi nasib dengan anak panah. Foto: Getty Images/iStockphoto/AndreyPopov
Jakarta -

Hukum mengundi nasib dengan anak panah adalah haram. Hal ini dijelaskan secara gamblang dalam firman Allah SWT surah Al Ma'idah ayat 90 sebagai salah satu perbuatan setan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung."

Mengundi nasib dengan anak panah sendiri dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Al Azlam. Secara bahasa, kitab Al Mu'jam Al Wasith bermakna anak panah tanpa bulu.

Menurut Sirah Nabawiyah yang ditulis Shafiyurrahman al-Mubarakfuri, bangsa Arab jahiliah kerap melakukan pengundian nasib dengan anak panah sebelum Islam datang. Anak panah tersebut terbagi ke dalam tiga kelompok tulisan yang dianggap akan menentukan nasib orang yang mengundinya.

Tulisan pertama, "ya" artinya wajib dilaksanakan dan kata "tidak" artinya menangguhkan aktivitas pada tahun itu hingga mereka melakukan pengundian lagi. Lalu terakhir, ada tulisan, "diabaikan," yang artinya mereka wajib mengulanginya.

Mereka mengundi nasib dengan hal tersebut dalam menentukan aktivitas yang hendak dilakukan. Seperti, bepergian, menikah, dan lain sebagainya.

Senada dengan hal itu, Imam Al Maraghi menjelaskan dalam riwayat singkat mengenai pengundian nasib dengan anak panah yang dilakukan oleh orang-orang Arab jahiliah tersebut. Ia berkata,

"Apabila seseorang hendak bepergian jauh, berangkat perang, berdagang, atau lainnya, maka dikocoknya azlam itu kalau yang keluar itu bertuliskan, 'Amarani Rabbi (Tuhanku memerintah aku)', maka orang itu meneruskan niatnya. Tetapi kalau yang keluar itu, 'Nahani Rabbi (Tuhanku melarang aku)', maka tidak jadi berangkat.

Sedang kalau yang keluar kosong tanpa tulisan, maka undian itu diulangi. Jadi, undian yang dimaksud adalah undian untuk mengetahui nasib dengan menggunakan azlam," jelas Imam Al Maraghi yang diterjemahkan Masduha dalam Al-Alfaazh: Buku Pintar Memahami Kata-kata dalam Al-Qur'an.

Usai datangnya Islam, hukum mengundi nasib dengan anak panah adalah haram. Seperti halnya perbuatan terlarang lainnya yakni khamr atau minuman keras, judi, dan berkorban untuk berhala.

Mengutip Nasrul Umam Syafi'i dan Lukman Hakim dalam Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis, keadaan orang-orang Arab yang gemar mengundi nasib dengan azlam ini disebut sebagai salah satu latar belakang peristiwa salat istikharah mulai dianjurkan. Sholat sunnah istikharah diharapkan menjadi wadah muslim dalam menyerahkan segala persoalannya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda,

إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Artinya: "Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat dua rakaat selain salat fardhu kemudian berdoalah." (HR Bukhari).

Hukum mengundi nasib dengan anak panah adalah haram. Sebagai gantinya, Allah SWT menganjurkan amalan sholat istikharah dalam meminta petunjuk Allah SWT.



Simak Video "Ratusan Pelaku Judi Online-Offline di Jambi Diringkus Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia