Sayyidul Ayyam, Sebutan untuk Hari Jumat yang Mulia sebagai Penghulu Hari

Kristina - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 17:00 WIB
Jadwal sholat hari ini telah diumumkan Bimas Islam Kemenag. Jadwal sholat perlu diketahui oleh umat muslim agar dapat menjalankan ibadah tepat waktu.
Ilustrasi hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam dan termasuk waktu mustajab berdoa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Zuraisham Salleh
Jakarta -

Hari Jumat adalah hari yang mulia sebagai penghulu hari-hari lainnya atau disebut Sayyidul Ayyam. Menurut sebuah hadits, hari tersebut lebih agung daripada hari raya Fitri dan Adha.

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Lubabah Al-Badri. Ia turut menyebutkan lima keistimewaan hari Jumat.

"Penghulu hari (Sayyidul Ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian, yaitu: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan dalam Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibad, hari Jumat adalah hari tambahan bagi mereka apabila mereka telah masuk surga dan sebagai hari raya bagi mereka yang ada di dunia.

Anjuran Memperbanyak Sholawat pada Hari Jumat

Menurut buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat karya Komarudin Ibnu Mikam, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sholawat pada hari Jumat. Hal ini bersandar pada sebuah hadits dari Anas RA.

"Perbanyaklah sholawat pada hari Jumat dan malam Jumat." (HR Baihaqi).

Ganjaran untuk satu kali sholawat adalah 10 kali lipatnya. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ‭ ‬صَلَّى‭ ‬عَلَىَّ‭ ‬وَاحِدَةً‭ ‬صَلَّى‭ ‬اللَّهُ‭ ‬عَلَيْهِ‭ ‬عَشْرًا

Artinya: "Barangsiapa yang bersholawat kepadaku sekali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali."

Mengucapkan sholawat termasuk perintah Allah SWT kepada manusia dan para malaikat. Sebagaimana Dia berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ٥٦

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS Al Ahzab: 56)

Imam Ibnu Katsir menerangkan dalam kitab tafsirnya, maksud ayat tersebut adalah Allah SWT menyatakan kepada hamba-hamba-Nya mengenai kedudukan Nabi-Nya di lingkungan para makhluk, bahwa ia disanjung oleh para malaikat dan dimohonkan ampunan oleh mereka.

Kemudian, Allah SWT memerintahkan para makhluk-nya agar juga mengucapkan sholawat dan salam kepada beliau.

Sementara itu, Kementerian Agama RI menafsirkan, sholawat dari Allah SWT berarti memberi rahmat, dari malaikat berarti memohonkan ampunan, dan dari orang-orang mukmin berarti berdoa agar diberi rahmat, seperti dengan perkataan Allāhumma ṣalli 'alā Muhammad.

Selain memperbanyak sholawat, hari Jumat yang menjadi Sayyidul Ayyam ini juga menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

"Sesungguhnya pada hari Jumat itu terdapat saat yang tidak mendapatkannya seorang hamba muslim, sedang ia berdiri salat meminta suatu kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan memberi apa yang dimintanya." (HR Malik, Ahmad, Muslim, Nasa'i dan Ibnu Majah)



Simak Video "Perak, Peralatan Sederhana Berburu Logam Mulia Menembus Gunung Batu, Gorontalo"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia