Arti Tasawuf dan Cabang-cabang Ilmu yang Dipelajari

Kristina - detikEdu
Rabu, 17 Agu 2022 07:00 WIB
Mess on the desk. Open vintege books everywhere
Ilustrasi buku-buku tasawuf. Foto: Getty Images/iStockphoto/photogl
Jakarta -

Tasawuf adalah salah satu ilmu yang dikenal dalam ajaran Islam. Ada sejumlah definisi mengenai tasawuf sebagaimana diungkapkan oleh para ahli.

Secara garis besar, para ahli mendefinisikan tasawuf sebagai moralitas yang berasaskan Islam. Tasawuf juga dikenal dengan sufisme. Pada prinsipnya, sasaran utama tasawuf adalah manusia dan segala tingkah lakunya.

Pengertian Tasawuf

Tasawuf adalah suatu disiplin ilmu yang tumbuh dari pengalaman spiritual kehidupan moralitas yang bersumber dari nilai-nilai Islam. Definisi ini diungkapkan oleh Eep Sopawana Nurdin dalam buku Pengantar Ilmu Tasawuf.

Menurut Eep, para ahli menyepakati bahwa tasawuf adalah moralitas yang berasaskan Islam. Rivay Siregar dalam Tasawuf dari Sufisme Klasik ke Neo Sufisme mengartikan, tasawuf dalam definisi tersebut memiliki prinsip yang bermakna moral dan semangat Islam karena berbagai aspek ajaran Islam adalah prinsip moral.

Dijelaskan lebih lanjut, tasawuf akan membina manusia agar memiliki mental utuh dan tangguh. Tasawuf mengajarkan bagaimana cara manusia agar menjadi insan yang berbudi luhur, baik sebagai makhluk sosial maupun hamba dalam hubungannya dengan Allah SWT.

Dalam pendapat lain, ada yang mengartikan tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan tentang cara menyucikan jiwa dan menjernihkan akhlak serta membangun lahir dan batin untuk mencapai ketenangan abadi.

Ditinjau dari segi bahasa, tasawuf berasal dari akar kata 'shafa' yang artinya bersih. Seseorang disebut Sufi karena hatinya tulus dan bersih di hadapan Tuhannya. Sebab, tujuan Sufi adalah membersihkan batin melalui latihan dalam periode dan cara tertentu.

Sejumlah ulama seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, tasawuf tak lebih dari etika Islam. Dalam hal ini, tujuan tasawuf adalah sama dengan tugas Rasulullah SAW, "Tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang luhur." (HR Al Baihaqi).

Jenis-jenis Tasawuf

H. Abd. Rahman mengatakan dalam buku Hakikat Ilmu Tasawuf, para ahli tasawuf membagi jenis-jenis tasawuf menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi adalah pendekatan rasio. Sebab, tasawuf jenis ini menggunakan bahan kajian atau pemikiran yang terdapat di kalangan para filosof, seperti filsafat tentang Tuhan, manusia, dan hubungan di antara keduanya.

2. Tasawuf Amali

Tasawuf amali adalah tasawuf yang menggunakan pendekatan amaliah. Contohnya wirid dan zikir dijaharkan yang selanjutnya mengambil bentuk tarekat (jalan menuju kebenaran dalam tasawuf).

3. Tasawuf Akhlaki

Tasawuf akhlaki adalah tasawuf yang menggunakan pendekatan takhalli (pembebasan diri dari sifat tercela), tahalli (mengisi diri dengan sikap terpuji), dan tajalli (penghayatan rasa ke-Allah-an).

Tasawuf jenis ini fokus pada perbaikan akhlak dengan metode-metode tertentu yang telah dirumuskan. Contohnya menghindarkan diri dari akhlak tercela (madzumah) sekaligus mewujudkan akhlak terpuji (mahmudah).

Sejarah Perkembangan Tasawuf

Pemikiran tasawuf telah melewati berbagai perkembangan berdasarkan rentetan waktu sejak abad pertama Hijriah. Masih mengacu pada buku karya Eep Sopawana Nurdin, fase abad pertama dan kedua Hijriah belum bisa sepenuhnya disebut fase tasawuf, tetapi lebih pada ke-zuhud-an.

Pada fase tersebut, tasawuf lebih bersifat amaliah daripada pemikiran. Bentuk amaliah ini seperti memperbanyak ibadah, menyedikitkan makan dan minum, tidur, dan lain sebagainya. Amaliah ini semakin intensif pasca terbunuhnya sahabat Nabi, Utsman.

Tasawuf mengalami pembahasan yang luas dalam bidang akhlak pada abad ketiga dan keempat Hijriah. Hal ini mendorong lahirnya pendalaman studi psikologis dan kejiwaan serta pengaruhnya bagi perilaku. Kemudian, muncul pemikiran tentang epistemologi yang membahas tentang hubungan manusia dengan Allah.

Beberapa tokoh tasawuf abad ketiga dan keempat antara lain Junaid, Sari Al-Saqathi, dan al-Kharraz. Serta ada Al-Husein ibn Mansur Al-Hallaj yang membawa tasawuf jenis baru, namun ia akhirnya dihukum mati.

Fase abad kelima Hijriah disebut dengan fase konsolidasi atau memperkuat tasawuf dengan dasar Al-Qur'an dan hadits. Tasawuf jenis ini sering disebut dengan tasawuf sunni yakni sesuai dengan tradisi (sunnah) Nabi dan para sahabatnya. Tokoh tasawuf terkenal abad ini adalah Abu Hamid al-Ghazali.

Baru pada abad keenam sampai kesembilan Hijriah dan setelahnya muncul tasawuf falsafi. Tasawuf jenis ini memadukan antara rasa (dzauq) dan rasio (akal) dan bercampur dengan filsafat terutama filsafat Yunani.



Simak Video "Tasawuf Underground, Syiar Islam untuk Punkers"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia