Pantun Diakui sebagai Budaya Dunia, Ini Kata Menteri Nadiem

fahri zulfikar - detikEdu
Selasa, 16 Agu 2022 16:00 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Mendikbudristek Nadiem Makarim. Foto: Nada Zeitalini Arani
Jakarta -

Pantun telah masuk ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage (ICH) of Humanity UNESCO atau Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda tentang Kemanusiaan pada tahun 2020 lalu. Usulan ini diberikan oleh Indonesia dan Malaysia.

Dalam kesempatan penyerahan Sertifikat UNESCO untuk Pantun kepada Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Asosiasi Tradisi Lisan dan Komunitas Pantun di Jakarta, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menuturkan bahwa Indonesia telah mencatat sejarah penting karena pantun diakui sebagai budaya dunia.

Pantun adalah syair yang digunakan untuk mengekspresikan ide dan perasaan juga nasihat-nasihat sejak kelahiran manusia hingga kematian.

Pantun telah dikenal lebih dari 500 tahun yang lalu sebagai tradisi lisan masyarakat Melayu di wilayah kepulauan di Asia Tenggara.

"Budaya telah membuktikan ia mampu menjadi pemersatu bangsa, lintas negara, bahkan menjadi simbol perdamaian. Pantun menjadi roh yang menyatu dalam masyarakat Melayu yang sarat makna dan menjadi penanda jati diri kita sebagai bangsa yang arif," ucapnya dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Selasa (16/8/2022).

Nadiem juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Riau, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Asosiasi Tradisi Lisan, Lembaga Adat Melayu, Jabatan Warisan Negara Malaysia dan segenap masyarakat yang telah mendukung pengusulan pantun dalam Warisan Budaya UNESCO.

"Mari kita sama-sama menjaga kelestarian pantun demi nilai-nilai pendidikan dan kebudayaan yang luhur," ucap Mendikbudristek.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, mengakui bahwa penetapan pantun sebagai warisan budaya Indonesia adalah suatu kebanggaan.

"Suatu kehormatan bagi kami, dapat menyerahkan langsung sertifikat pantun ini kepada perwakilan komunitas pantun dan pemerintah daerah," ungkapnya.

Adapun sertifikat diberikan oleh Sesjen Suharti kepada perwakilan Gubernur Provinsi Riau, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal; Ketua Asosiasi Tradisi Lisan, Pudentia; Maestro Pantun Ali Pon dan Saparilis; seta perwakilan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Juramadi Esram.

Suharti menyampaikan bahwa perjuangan pengusulan pantun adalah langkah yang tidak singkat.

Perjalanan dimulai pada 2016 dengan inisiasi komunitas pantun dan Asosiasi Tradisi Lisan yang tetap mengawal pengusulan hingga ditetapkan.

"Upaya pengusulan bersama diawali dengan melakukan penjajakan, komunikasi bersama dengan negara serumpun Melayu lain, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand dan Filipina. Akhirnya diputuskan pengusulan bersama oleh dua negara, Indonesia dan Malaysia," ucap Suharti.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa untuk menjadikan pantun warisan dunia, harus diawali riset untuk mengetahui kondisi terkini keberadaan pantun di Indonesia dan Malaysia.

Terlebih sebagai sebuah tradisi lisan, pewarisan nilai-nilai yang ada pada pantun memiliki perbedaan dengan pewarisan tradisi lainnya.

"Proses pengusulan juga tidak mudah. Kita tahu betapa selektifnya UNESCO menilai dan menetapkan warisan budaya. Tetapi semua hambatan yang dihadapi tidak menyurutkan semangat kita," paparnya.

"Upaya pantang menyerah itu akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2020, di tengah-tengah bencana pandemi Covid-19, Indonesia mendapat berita menggembirakan dan membanggakan, bahwa pantun ditetapkan menjadi warisan budaya dunia," terang Suharti.

Dengan adanya pantun sebagai warisan dunia, Sesjen Suharti berharap agar kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah daerah tidak berakhir di sini.

"Kita perlu terus bersama-sama memastikan keberlangsungan pantun sebagai sebuah warisan budaya dunia. Tradisi ini harus bisa kita turunkan ke generasi-generasi berikutnya," tuturnya.



Simak Video "Berpantun di Sidang Tahunan, Bamsoet: Koalisi Masih Bisa Berubah"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia