Kemendikbud: Banyak Warisan Budaya Tak Benda yang Belum Ditetapkan

Kristina - detikEdu
Jumat, 28 Jan 2022 08:10 WIB
Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Fitra Arda menyebut masih banyak Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang belum ditetapkan. Hal ini disampaikan dalam Silaturahmi Merdeka Belajar, Kamis (25/1/2022).
Foto: Tangkapan layar YouTube Kemdikbud RI
Jakarta -

Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjenbud) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Fitra Arda, menyebut masih banyak Warisan Budaya Tak Benda Indonesia belum ditetapkan. Jumlahnya masih sedikit dari yang direkomendasikan.

"Yang sudah kita tetapkan itu memang belum banyak, ada 1.635 gitu ya. Karena ini sangat berkaitan dengan agenda tenaga ahli cagar budaya yang ada di kabupaten/kota, provinsi maupun tingkat nasional," ucap Fitra dalam Silaturahmi Merdeka Belajar bertajuk "Bangkitkan Pelestarian, Majukan Kebudayaan" secara daring, Kamis (27/1/2022).

Fitra mengatakan, penetapan warisan budaya sendiri merupakan salah satu upaya pelestarian kebudayaan yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Kemendikbudristek. Menurutnya, dasar dari pelestarian itu adalah perlindungan.

"Upaya kita dalam rangka pelestarian itu melalui perlindungan adalah penetapan. Sudah banyak yang kita lakukan. Begitu juga lanjut ke pengembangan dan pemanfaatan," terangnya.

Sejumlah warisan budaya yang berbentuk cagar budaya, kata Fitra, sudah dilakukan pemanfaatan untuk berbagai kepentingan. Mulai dari pendidikan, pariwisata, hingga keagamaan.

Upaya pelestarian cagar budaya sendiri telah ditetapkan melalui PP Nomor 1 Tahun 2022 tentang Register Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya. Sementara untuk Warisan Budaya Tak Benda juga telah diatur melalui sejumlah peraturan turunan dari Konvensi untuk Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah menjelaskan, suatu properti untuk dapat diakui sebagai warisan budaya dunia harus memiliki nilai luar biasa bagi kemanusiaan atau yang disebut Outstanding Universal Value (OUV).

"Tentunya UNESCO selalu berupaya mendorong identifikasi perlindungan dan pelestarian warisan budaya dan alam di seluruh dunia yang dianggap memiliki nilai luar biasa bagi kemanusiaan. Ini yang perlu digaris bawahi adalah dianggap memiliki nilai luar biasa bagi kemanusiaan," ucapnya.

Itje melanjutkan, sebagaimana slogan UNESCO, warisan dunia baik kultural maupun natural keduanya merupakan sumber kehidupan dan inspirasi yang tak tergantikan untuk masa lampau, kini, dan yang akan datang.

Selain memiliki OUV, properti tersebut juga harus memenuhi satu atau lebih dari kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO. Itje mengatakan, jika dua dari persyaratan itu terpenuhi maka sebuah properti sudah bisa diajukan sebagai warisan dunia.

Kriteria yang dimaksud antara lain mewakili mahakarya atau masterpiece dari manusia, menunjukkan pertukaran penting nilai-nilai kemanusiaan, memberikan kesaksian unik atau luar biasa, dan menjadi contoh luar biasa untuk warisan budaya yang berbentuk artefak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, Rully Andriadi menyebut, ada berbagai tantangan dalam pelestarian warisan budaya. Mulai dari tantangan digital, perubahan lingkungan, hingga autentisitas dari budaya tersebut.



Simak Video "Lebanon Serahkan 337 Artefak Kuno ke Irak"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia