Pengakuan Belanda atas Kedaulatan Indonesia di Forum KMB

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Senin, 15 Agu 2022 18:00 WIB
Hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) salah satunya membahas mengenai  Republik Indonesia Serikat.
Foto: Wikimedia Commons/40 Tahun Indonesia Merdeka Jilid 1/Pengakuan Belanda atas Kedaulatan Indonesia di Forum KMB
Jakarta -

Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah konferensi yang menghasilkan pengakuan dan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Indonesia.

KMB diadakan di Den Haag, Belanda, pada 23 Agustus hingga 2 September 1949. KMB dipimpin oleh perdana menteri Dr. Willem Drees, sementara ketua delegasi dari Indonesia adalah Moh Hatta.

Proses berlangsungnya Konferensi Meja Bundar juga disaksikan oleh salah satu wakil UNCI (United Nations Commisions for Indonesia), yakni Chritchley.

Konferensi Meja Bundar

KBM berlangsung cukup lama karena ada beberapa masalah yang begitu rumit, seperti pembahasan mengenai Uni Indonesia - Belanda dan hutang Hindia Belanda.

Adapun hasil dari perundingan Konferensi Meja Bundar diuraikan dalam buku Sejarah untuk SMP dan MTs oleh Dr. Nana Nurliana dan Dra. Sudarini Suhartono, sebagai berikut:

1. Pengakuan Pemerintah Belanda atas kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) di akhir bulan Desember 1949

2. Status Irian Barat ditangguhkan selama setahun setelah pengakuan kedaulatan RIS.

3. Pembentukan Uni Indonesia - Belanda

4. RIS harus melunasi hutang Belanda terhitung tahun 1942

5. Menarik mundur pasukan-pasukan Belanda dari Indonesia, seperti Koninklijk Leger (KL) dan Koninklijk Militaire (KM). Di samping itu, mantan anggota KNIL diperkenankan menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS), dengan TNI sebagai intinya.

Belanda Mengakui Kedaulatan Indonesia

Melansir buku berjudul Selangkah Lebih Dekat dengan Soekarno oleh Adji Nugroho, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia empat tahun setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 27 Desember 1949.

Upacara penyerahan kedaulatan Indonesia diselenggarakan di dua tempat yang berbeda, yakni di gedung istana Op de Dam, Amsterdam. Penyerahan dilakukan oleh Ratu Belanda, Juliana kepada Perdana Menteri RIS, Moh Hatta.

Upacara penyerahan lainnya diadakan di Istana Rijswijk, Jakarta dan diserahkan oleh Wakil Mahkamah Agung Belanda, A.H.J. Lovink kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Pasca Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda

Rakyat Indonesia menuntut untuk menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan. Akhirnya melalui sebuah perjanjian, tiga negara bagian Indonesia, yakni Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, Negara Sumatera Timur sepakat membubarkan RIS pada 17 Agustus 1950.

Republik Indonesia Serikat kemudian berubah menjadi Republik Indonesia berlandaskan konstitusi UUDS RI 1950 atau Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia.

UUDS RI ini menganut sistem demokrasi parlementer. Sehingga, dalam kurun waktu 1950 hingga 1959, era ini disebut dengan era percobaan demokrasi.

Dalam buku bertajuk Tan Malaka: Merajut Masyarakat dan Pendidikan Indonesia yang Sosialistis karya Syaifudin, dijelaskan setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda, baik secara de facto maupun de jure, Indonesia berhak atas kekuasaan utuh untuk mengubah dan memperbaiki segala sistem di negara Indonesia.



Simak Video "Podium Perdana Maverick Vinales Bersama Aprilia"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia