2 Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan yang Sholeh dalam Al-Qur'an

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 15 Agu 2022 06:04 WIB
female hand of prayer with wooden beads in sunlight, iftar concept, Ramadan month, Koran, plate of dried fruit, Cup of tea on wooden table
Ilustrasi. Ini bacaan doa Nabi Zakaria agar diberi keturunan. (Getty Images/iStockphoto/RasselOK)
Jakarta -

Doa Nabi Zakaria yang selalu dipanjatkan dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al Anbiya ayat 89 dan surah Ali Imran ayat 38. Doa tersebut berisikan permohonan kepada Allah SWT agar dirinya diberikan keturunan.

Dikisahkan dalam Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir, kala itu Nabi Zakaria AS dan istrinya sudah menginjak usia senja. Namun, mereka masih belum dikaruniai Allah SWT seorang keturunan, bahkan sang istri diceritakan tidak bisa memiliki seorang keturunan atau mandul.

Sebagai seorang nabi, hal ini menjadi kekhawatiran Nabi Zakaria AS. Khususnya perihal siapa yang akan menjadi penerusnya kelak dalam berdakwah ketika dirinya sudah tiada.

Meski demikian, Nabi Zakaria AS tidak pernah lelah berdoa kepada Allah SWT. Bahkan, isi doa yang dipanjatkannya terkesan penuh kesabaran dan lebih merujuk pada permohonan keturunan shaleh demi menggantikannya dalam mengajak umatnya untuk menyembah Allah SWT.

2 Doa Nabi Zakaria Meminta Keturunan dalam Al-Qur'an

1. Doa Nabi Zakaria dalam Surah Al Anbiya

وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ ۚ

Bacaan latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahụ rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Artinya: (Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), sedang Engkau adalah sebaik-baik waris.

Doa selanjutnya dilafalkan Nabi Zakaria AS usai terkagum dengan kemuliaan dan kecerdasan Maryam, ibu dari Nabi Isa AS. Doanya termaktub dalam surat Ali Imran ayat 38.

2. Doa Nabi Zakaria dalam Surah Ali Imran

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Bacaan latin: Rabbi hab lī mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samī'ud-du'ā`

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

Atas izin Allah SWT, doa-doa Nabi Zakaria AS pun didengar. Kala itu, Nabi Zakaria AS tengah melakukan salat dan datanglah Malaikat Jibril untuk menyampaikan kabar gembira kepada hambaNya sebagaimana dikisahkan dalam surah Ali Imran ayat 39,

فَنَادَتْهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَهُوَ قَاۤىِٕمٌ يُّصَلِّيْ فِى الْمِحْرَابِۙ اَنَّ اللّٰهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيٰى مُصَدِّقًاۢ بِكَلِمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ وَسَيِّدًا وَّحَصُوْرًا وَّنَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Artinya: "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh."

Kabar tersebut juga diceritakan dalam surah Maryam ayat 7. Allah SWT berfirman,

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

Artinya: "Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia."

Kelahiran Nabi Yahya AS tentu membuat Nabi Zakaria AS kebingungan dan tidak percaya. Pasalnya diceritakan dalam surah Maryam ayat 8, istrinya tidak bisa memiliki keturunan. Kisah ini terabadikan dalam ayat ke-8 dan 9,

(8) قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا
(9) قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

Artinya: Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua."

Tuhan berfirman: "Demikianlah." Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali,"

Diceritakan dalam buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani, doa Nabi Zakaria AS agar diberi keturunan tersebut dikabulkan Allah SWT saat dirinya sudah menginjak usia tua renta yakni sekitar usia 100 tahun. Wallahu'alam bissawab.



Simak Video "Teganya Ibu di Lampung Injak Anak Sendiri Gegara Sakit Hati ke Suami"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia