Fungsi Bronkus pada Sistem Pernapasan Manusia

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Sabtu, 13 Agu 2022 16:06 WIB
Diverse Muslim children studying in classroom
Ilustrasi siswa sedang belajar fungsi bronkus pada sistem pernapasan manusia (Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel)
Jakarta -

Kebutuhan oksigen manusia dapat terpenuhi melalui sistem pernapasan. Mekanisme pernapasan atau yang biasa disebut dengan respirasi merupakan proses pertukaran gas oksigen dengan karbon dioksida. Ada beberapa alat atau organ tubuh yang berperan dalam sistem pernapasan manusia, salah satunya adalah bronkus. Apa fungsi bronkus?

Mengenal Bronkus dan Fungsinya

Tenggorokan disebut juga dengan trakea, sedangkan cabang batang tenggorokan disebut dengan bronkus. Ada dua cabang tenggorokan, yakni bronkus kanan dan bronkus kiri. Kedua bronkus tersebut menuju paru-paru dan bercabang-cabang lagi.

Mengutip buku Teori Anatomi Tubuh Manusia karya Ir. St. Hajrah Mansyur, mukosa bronkus memiliki struktur lapisan yang sama dengan trakea, perbedaannya ada pada bentuk tulang rawan. Bronkus memiliki tulang rawan yang berbentuk yang tidak teratur, sedangkan pada bronkus yang berukuran lebih besar, cincin tulang rawannya melingkari lumen dengan sempurna.

Cabang-cabang bronkus disebut dengan bronkiolus. Bronkus kanan (bronkus primer) bercabang menjadi tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder), sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang yang terkecil akan masuk ke alveolus atau gelembung paru-paru.

Bronkus memiliki beberapa fungsi, akan tetapi fungsi utama bronkus adalah menjadi saluran atau menyediakan jalan bagi udara untuk masuk dan keluar paru-paru. Di samping itu bronkus juga berfungsi melembapkan udara yang masuk serta menyaring partikel-partikel asing yang turut masuk bersama udara.

Bronkus dilapisi oleh silia yang menyerupai rambut-rambut kecil atau bulu. Dalam hal ini silia berperan memindahkan lendir dan partikel keluar dari paru-paru. Partikel-partikel tersebut akan keluar bersama lendir dan akan dikeluarkan oleh tubuh melalui saluran pencernaan, sebagaimana dikutip dari Cleveland Clinic.

Penyakit yang Mengganggu Sistem Kerja Bronkus

Melansir buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XI SMA/MA karya Rikky Firmansyah dkk, ada beberapa penyakit yang dapat menghambat sistem kerja bronkus, di antaranya:

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru merupakan kelainan yang terjadi pada sel-sel epitel bronkus. Kelainan ini dapat terjadi diakibatkan oleh asap rokok dan polusi udara. Tidak hanya merambat pada bronkus, sel-sel kanker akan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Beberapa gejala yang akan dirasakan oleh penderita kanker paru-paru adalah batuk kronis, batuk berdahak darah, dan juga napas yang menghasilkan bunyi.


Asma

Asma adalah penyakit yang menyerang cabang-cabang halus bronkus yang tidak memiliki cincin tulang rawan. Penyakit ini diakibatkan oleh penyempitan saluran paru-paru. Asma merupakan reaksi saluran pernapasan terhadap suatu rangsangan yang disertai peradangan dan sekresi lendir berlebih.

Faktor yang dapat menyebabkan penyakit asma adalah asap rokok, debu, polusi udara, dan bulu binatang serta ketidakstabilan emosi. Penderita akan mengalami sesak napas, dan napas akan berbunyi diakibatkan penyempitan saluran pernapasan, seperti dijelaskan dalam buku Seri IPA Biologi SMP Kelas VIII oleh Deswaty Furqonita.


Bronkitis

Peradangan yang terjadi pada bronkus, tetapi juga dapat terjadi pada bronkiolus. Bronkitis dapat terjadi karena adanya infeksi oleh bakteri

Bronkitis terjadi di kelenjar mukosa sehingga menimbulkan produksi lendir berlebih. Kelenjar mukosa pada bronkus dapat rusak apabila terpapar asap rokok dan debi sehingga mengakibatkan bronkitis.

Demikian penjelasan mengenai bronkus dan fungsinya serta penyakit yang dapat mengganggu sistem kerja bronkus. Semoga membantu.



Simak Video "Kesan-kesan Prilly Latuconsina Jadi Dosen di UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia