Tumbuhan Lumut: Habitat, Ciri, dan Klasifikasinya

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 13:34 WIB
In this picture taken on June 9, 2018 a tourist touches moss during a moss viewing tour at Kita-Yatsugatake forest near Sakuho town, Nagano prefecture.
In recent years, moss enthusiasts have multiplied in Japan, with hikes catering to those eager to spot different varieties and shops selling the plants in terrariums well suited to small Japanese homes.
 / AFP PHOTO / Behrouz MEHRI / TO GO WITH AFP STORY LIFESTYLE-JAPAN-ENVIRONMENT-TOURISM-GARDEN-MOSS,FEATURE BY HARUMI OZAWA
Foto: AFP PHOTO / Behrouz MEHRI/Tumbuhan Lumut: Habitat, Ciri, dan Klasifikasinya
Jakarta -

Tumbuhan lumut atau bryophyta adalah salah satu makhluk hidup yang mencakup tumbuhan hijau bersel banyak. Tumbuh lumut dikenal memiliki susunan organ yang sederhana.

Sebagai tumbuhan non vaskuler berukuran kecil, tumbuhan lumut ini termasuk dalam divisi bryophyte. Kata Bryophyte ini berasal dari bahasa Yunani, yakni bryon yang berarti lumut, dan phyton berarti tumbuhan.

Ukuran tumbuhan lumut sendiri hanya sekitar beberapa milimeter (mm) sampai beberapa cm. Walaupun memiliki ukuran yang kecil, tumbuhan lumut menunjukkan diferensiasi antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik.

Tumbuhan lumut juga belum memiliki akar dan daun sejati. Organ penyerap hara pada lumut adalah rizoid, sedangkan daun pada tumbuhan lumut bukan merupakan daun sejati tetapi dapat berfotosintesis.


Lumut juga termasuk dalam tumbuhan peralihan dari tumbuhan air ke tumbuhan darat. Oleh karena itu, tumbuhan lumut belum memiliki pembuluh sejati. Di samping itu, lumut menjadi asal mula tumbuhan vaskuler.

Dalam buku Identifikasi dan Biodiversitas Tumbuhan Lumut di Blumah untuk Kelas X SMA/MA karya Fadla Orsida, dijelaskan bahwa tumbuhan lumut memiliki begitu banyak jenis.

Diketahui, ada sekitar 23.000 jenis lumut yang tersebar di dunia. Indonesia memiliki 1.500 jenis tumbuhan lumut.

Habitat Tumbuhan Lumut

Tumbuhan pada divisi bryophyta atau briofita ini hidup di tempat yang basah, seperti tanah lembap, rawa, dan arus air. Tumbuhan tersebut juga mengalami pergiliran.

Lumut juga dikenal sebagai tumbuhan pelopor, yakni tumbuhan yang mampu hidup di suatu tempat sebelum tumbuhan lain dapat tumbuh.

Hal ini dikarenakan lumut tumbuh dengan membentuk suatu koloni sehingga mampu menjangkau wilayah yang luas, walaupun memiliki ukuran yang kecil. Jaringan-jaringan sumber hara yang mati akan menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut.

Sejatinya, habitat tumbuhan lumut adalah daratan. Namun, lumut juga menyukai tempat yang lembap dan basah, seperti pada tembok, batu, dan kulit pohon.

Hal ini karena lumut membutuhkan air agar dapat bereproduksi. Namun sangat jarang lumut ditemukan di perairan, kecuali lumut gambut atau Sphagnum sp. Lumut yang hidup di air dapat tumbuh meluas menutupi permukaan, dasar atau dinding perairan.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Berikut beberapa ciri tumbuhan lumut, seperti disebutkan dalam buku Top One Bedah Kisi-Kisi Terlengkap UTBK SBMPTN Saintek 2020 oleh Tim Guru Indonesia dan Tim Redaksi Bintang Wahyu:

- Termasuk tumbuhan epifit dan tumbuhan peralihan antara talus dan kormus.

- Lumut dapat menghasilkan spora sehingga disebut dengan sporofit.

- Lumut dapat menghasilkan gamet disebut dengan gametofit.

- Bereproduksi secara vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif dengan menghasilkan kuncup eram, umbi, tunas, dan bagian tubuh yang dipotong. Sedangkan reproduksi generatif dengan menghasilkan anteridium dan arkegonium.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Melansir buku bertajuk Ayo Mempelajari Lumut karya Sriwiyati, dalam ilmu tumbuhan (botani), lumut diklasifikasikan menjadi beberapa divisi, di antaranya:

1. Alga Hijau (Chlorophyta)

Sekumpulan alga hijau yang memiliki wujud berkas-berkas memanjang dan tidak menunjukkan spesifikasi organ yang jelas. Divisi ini disebut juga dengan lumut.

2. Lumut Hati (Marchantiophyta)

Lumut yang memiliki wujud menyerupai piringan datar berlapis. Lumut pada kategori ini menutupi permukaan batu atau dinding

3. Lumut Tanduk (Anthocerophyta)

Divisi lumut tanduk seperti lumut hati, akan tetapi memiliki organ sporofit yang berbentuk tanduk.

4. Lumut Sejati atau Lumut Daun (Musci)

Sebagai lumut, tumbuhan pada divisi ini memiliki pembagian organ yang dapat terlihat jelas.

Adapun menurut ilmu taksonomi, lumut diklasifikasikan dalam 3 divisi berdasarkan struktur tubuhnya, yakni lumut daun, lumut hati, dan lumut tanduk.

Berbeda dari ilmu botani, ilmu taksonomi tidak menganggap alga hijau termasuk dalam divisi lumut. Hal ini dikarenakan alga hijau memiliki bentuk dan morfologi yang tidak sama dengan lumut

Nah, itulah penjelasan mengenai tumbuhan lumut lengkap dengan ciri dan klasifikasinya. Selamat belajar detikers!



Simak Video "Masak Masak: Puding Lumut Manisnya Imut-Imut"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia