Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus dalam Islam

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 08:00 WIB
Walkot Mojokerto Ika Puspitasari saat upacara pengibaran Bendera Merah Putih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 pada Jumat (13/5) lalu.
Ilustrasi. Ini bacaan doa upacara bendera 17 Agustus dalam Islam. (Dok. Pemkot Mojokerto)
Jakarta -

Gelaran upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) digelar pada Rabu, 17 Agustus 2022. Sesuai dengan pedoman yang dirilis pemerintah, pelaksanaan upacara disisipi dengan pembacaan doa upacara bendera.

Hal tersebut termaktub dalam surat edaran Nomor B-737/M/S/TU.00.04/08/2022 terbitan Kementerian Sekretariat Negara. Tertulis, pedoman pokok kegiatan upacara bendera di tingkat pusat yakni Istana Merdeka, pembacaan doa dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Untuk perayaan HUT RI ke-77, Pemerintah RI mengusung tema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Sebab itu, pada upacara bendera menjadi momentum yang tepat untuk memohon pertolongan dari Allah SWT agar bisa terbebas dari pandemi COVID-19 dan memanjatkan ampunan kepadaNya.

Adapun teks bacaan doa upacara bendera 17 Agustus dalam Islam dapat menggunakan naskah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI. Berikut bacaan doa selengkapnya.

Contoh Teks Doa Upacara Bendera 17 Agustus

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih,
Pagi ini, kami,
Para pemimpin dan seluruh rakyat bangsa ini,
Bersimpuh, tengadahkan tangan, persembahkan puja-puji,
Kami bersyukur, atas 77 tahun kemerdekaan bangsa dan negara kami, serta anugerah yang tak terbilang dan tercurah di bumi pertiwi.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,
Beri kami petunjuk agar peringatan proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi
momentum merekatkan kesatuan dan persatuan.
Anugerahi kami kebeningan hati dan kejernihan pikir, dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah
Negeri ini punya cita, mudahkanlah dalam menggapainya
Hindarkanlah nusantara kami dari bencana dan marabahaya.
Angkatlah pandemi COVID-19 ini agar kami dapat kembali beraktivitas normal
Teguhkan rasa cinta tanah air, tumbuh-suburkan tenggang rasa, solidaritas antar sesama, dan gotong royong dalam membangun bangsa.
Sehingga, Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh dapat diwujudkan segera

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa
Jangan tinggalkan kami dalam kesendirian dan ketidakberdayaan.
Beri kami petunjuk serta kekuatan untuk membawa negeri ini ke arah kemajuan.

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengampun
Ampunilah semua dosa kami
Dosa orangtua dan guru-guru kami.
Ampuni para tokoh bangsa dan para pemimpin kami.
Terimalah amal dan perjuangan para syuhada bangsa kami,
Mereka yang telah korbankan jiwa raga, darah dan air mata dalam upaya
memerdekakan negeri ini,
Masukkan mereka ke surgaMu, muliakan kedudukan mereka di sisiMu.

Ya Allah
Kami terus berharap limpahan rahmatMu
Kami terus meminta keluasan ampunanMu
Kiranya Engkau juga mengabulkan doa hamba-hambaMu.
Aamiin

Dalam Al-Qur'an surah Al Mu'min ayat 60 dijelaskan, Allah SWT menganjurkan hambaNya untuk memanjatkan doa kepadaNya. Sebaliknya, orang yang enggan memohon doa kepadanya disebut sebagai hamba yang sombong.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ - ٦٠

Artinya: "Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."

Sebagaimana disebut dalam ayat di atas, Allah SWT akan mengabulkan segala doa dari hambaNya. Doa-doa tersebut dikabulkan dengan masing-masing cara sesuai dengan yang dikisahkan dari Abu Sa'id RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

Artinya: "Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: (1) Allah akan segera mengabulkan doanya, (2) Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan (3) Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa." Rasulullah lantas berkata, "Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian." (HR Ahmad).

Momen membaca doa saat upacara bendera 17 Agustus dapat dimanfaatkan untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT memperkenankan doa-doa kita ya, detikers. Aamiin.



Simak Video "Rezeki Nomplok Bagi Perajin Bendera Merah Putih Jelang HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia