Mengenal Olahraga Sambo yang Dipakai Pasukan Elite Rusia

Tim detikcom - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 19:00 WIB
BAKU, AZERBAIJAN - JUNE 22:  Stsiapan Papou of Belarus (blue) competes with Amil Gasimov of Azerbaijan (red)  during the Gold medal match of the Mens 74kg Sambo during day ten of the Baku 2015 European Games at Heydar Aliyev Arena on June 22, 2015 in Baku, Azerbaijan. (Photo by Ian MacNicol/Getty Images)
Olahraga Sambo (Foto: Getty Images/Ian MacNicol)
Jakarta -

Pernah melihat atlet MMA Khabib Normagomedov berlaga di ring oktagon Ultimate Fighting Championship (UFC)? Atlet asal Rusia itu sanggup melumpuhkan lawan-lawannya dalam waktu relatif singkat. Ternyata Khabib menggeluti olahraga bela diri dari negerinya sendiri bernama Sambo. Apa itu olahraga Sambo?

Dikutip dari artikel berjudul Sambo karya Gene P. Tausk dalam buku Martial Arts of the World, Sambo adalah seni pertarungan tangan kosong dari Soviet. Sambo ternyata singkatan dari Samo borona bez oruzhija atau Samozashchitija bez oruzhija, yang dalam bahasa Indonesia berarti bela diri tanpa senjata.

Dikisahkan cikal bakal Sambo berakar dari seni bela diri Judo. Pada 1906, seorang remaja berusia 14 tahun dari Sakhalin Island, Vasilij Sergevich Oshchepkov untuk berguru Judo. Ia berhasil menjadi master dan berhak menggunakan sabuk hitam pada 1913.

Saat kembali ke Rusia, ia bekerja sebagai penerjemah militer di markas besar Amur Military District, Vladivostok. Oshchepkov pun mendirikan grup studi Judo amatir pertama di Rusia. Lalu kemudian masuk ke Departemen Intelijen Tentara Merah (Red Army) Rusia.

Dalam perjalanan hidupnya, Oshchepkov kemudian melatih judo di Novosibirsk Police School dan markas besar Siberian Military District, Novosobirsk. Tak lama, ia ditarik ke Moscow jadi instruktur Combat Training Directorate of the Red Army.

Pada 1929, saat mengajar di Institute of Physical Education, Oshchepkov banyak menganalisis berbagai bela diri dari berbagai negara seperti gulat gaya bebas, gulat Greco-Roman, gulat tradisional dari berbagai negara di Soviet dan Asia Tengah.

Ia kemudian mencampur berbagai bela diri itu dan membuat metode baru yang saat itu belum diberi nama. Beberapa muridnya yang ternama yakni V.G. Kuzovlev, V.V. Sidorov, N.M. Galkovsky, I.V. Vasiliev, R.A. Shkolnikov, dan Anatolij Arcadievich Kharlampiev.

Baru pada November 1938, Kharlampiev mengumumkan penemuan "gulat gaya bebas Soviet". Kejuaraan resmi pertama se-Uni Soviet pun dihelat di Leningrad atau St. Petersburg setahun kemudian. Namun, baru 1946 bela diri tersebut diberi nama Sambo.

Sambo pun berkembang menjadi tiga cabang, untuk keperluan militer, bela diri, dan olahraga. Sambo militer yang didesain khusus untuk situasi pertempuran diajarkan pada pasukan di unit-unit elite terpilih serta agen intelijen. Ada teknik-teknik pada Sambo militer yang tidak diperbolehkan dalam kompetisi karena sangat mematikan.

Sementara dari sisi olahraga, bela diri ini baru diakui sebagai bagian dari gulat oleh International Amateur Wrestling Federation (FILA) pada 1968 dan dipertandingkan secara internasional di Teheran, Iran 5 tahun kemudian. Atlet Sambo saat bertanding menggunakan jaket ketat khusus bernama kurtka.

Olahraga Sambo belum dipertandingkan di olimpiade. Untuk ajang multi-event olahraga ini baru digelar di Asian Games 2018. Di Indonesia, Sambo baru dikenal pada 2006. Namun prestasi atlet Sambo dari Indonesia terbilang menjanjikan. Saat Kejuaraan Dunia Sambo 2020 di Novi Sad, Serbia, Desiana Syafitri yang turun di kelas 48 kg mampu menyabet medali perak.



Simak Video "Sidang Banding Terkait Pemecatan Ferdy Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia