5 Hubungan Sila-Sila dalam Pancasila dan Uraian Singkatnya

Novia Aisyah - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 13:45 WIB
Pencipta lagu Garuda Pancasila ialah Sudharnoto. Garuda Pancasila adalah salah satu lagu wajib nasional negara Indonesia.
Hubungan sila-sila Pancasila. Foto: Tangkapan layar video di Rumah Digital Indonesia
Jakarta -

Setiap sila dalam Pancasila adalah kesatuan yang saling terhubung dan tidak terpisahkan antara satu dan yang lain. Mengutip buku Pendidikan Kewarganegaraan oleh Dr. Susilawati, Irlina Dewi, Ardhana Januar Mahardhani, dkk., Kaelan (2016) menyebutkan tiga hal yang menjadi kekuatan nilai setiap sila sebagai sebuah sistem.

Ketiga kekuatan yang dimaksud adalah, susunan kesatuan sila sifatnya organis, susunan kesatuan sila dan Pancasila sifatnya hierarkis dan tersusun secara piramidal, serta hubungannya saling mengisi dan mengkualifikasi.

Selain itu, menurut Notonagoro (Kaelan, 2016), ada lima kaitan antara satu sila dan yang lain. Apa saja?

Hubungan Sila-Sila dalam Pancasila

1. Sila pertama:

Ketuhanan Yang Maha Esa adalah ketuhanan yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, juga berpersatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

2. Sila kedua:

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah kemanusiaan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, lalu berpersatuan Indonesia, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3. Sila ketiga:

Persatuan Indonesia adalah persatuan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, lalu berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

4. Sila keempat:

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan adalah kerakyatan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, kemudian berpersatuan Indonesia, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

5. Sila kelima:

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah keadilan yang Berketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berpersatuan Indonesia, serta berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Mengapa Sila dalam Pancasila Saling Berkaitan?

Setiap sila dalam Pancasila saling berkaitan dan mengikat, sebab satu bagian dengan bagian lain tidak bisa dipisahkan. Pancasila juga suatu kesatuan yang sifatnya majemuk tunggal, yaitu setiap sila tidak bisa berdiri sendiri dan tidak saling bertolakan atau bertentangan.

Seperti disebutkan sebelumnya, susunan setiap sila sifatnya hierarkis dan piramidal. Makna sifat piramidal dalam Pancasila adalah, apabila dilihat dari urutannya, tingkat-tingkat dalam luas dan isi sifat setiap sila merupakan pengkhususan dari sila yang sebelumnya. Sebagai contoh, sila pertama menjadi dasar dari kemanusiaan, persatuan Indonesia, kerakyatan, dan keadilan sosial. Sementara, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berkemanusiaan, membangun, memelihara, mengembangkan persatuan, berkerakyatan serta berkeadilan sosial.

Demikian juga seterusnya untuk sila-sila selanjutnya, Sehingga kelima sila Pancasila punya keterkaitan yang mengikat antara satu dan yang lain.

Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya juga di mana setiap sila saling mengisi dan mengkualifikasi. Hal ini artinya semua sila adalah kesatuan utuh dalam hubungan hierarkis piramidal. Satu sila bisa mengonfirmasi makna empat sila lainnya.

Demikian hubungan sila-sila dalam Pancasila. Selamat belajar, detikers!



Simak Video "Hari Lahir Pancasila, Apa Mereka Hafal Pancasila?"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia