Mengapa Badak Kulitnya Tebal dan Kuat?

Kristina - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 09:00 WIB
An officer checks GPS data in a laptop after as part of an effort to count the one-horned rhinoceros in Kaziranga national park, in the northeastern state of Assam, India, Sunday, March 27, 2022. The rare one-horned rhinos that roam Kaziranga National Park in northeastern India have been increasing in numbers, thanks to stronger police efforts against poaching and artificial mud platforms that keep the animals safe from floods. (AP Photo/Anupam Nath)
Badak dengan kulitnya yang tebal dan kuat. Foto: AP/Anupam Nath
Jakarta -

Badak (Rhinoceros) termasuk hewan yang berkulit tebal dan kuat. Ketebalannya bisa mencapai 2 inci atau sekitar 5 cm.

Menurut studi yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information National Library Medicine, kulit badak putih tiga kali lebih tebal dari yang diperkirakan secara alometrik dan mengandung lapisan yang padat dan teratur dari serat kolagen. Lapisan kolagen tersebut menyebabkan kulit badak menjadi tebal dan kuat.

Penelitian tersebut mengungkapkan, kulit badak mampu menahan tekanan rata-rata 170 MPa atau sekitar 1.733 kg/cm². Kulitnya mampu menahan serangan dari tanduk sesamanya. Kulit badak inilah yang menjadi pelindung dan beradaptasi dengan baik.

Badak Memiliki Kulit Sensitif

Kulit badak yang tebal dan kuat tersebut ternyata masih sensitif. Mengutip Lion World Travel, kulit badak dengan ketebalan 2 inci tersebut masih rentan terbakar sinar matahari. Itulah mengapa mamalia ini suka berkubang di lumpur saat siang hari untuk melindungi tubuhnya dari sengatan matahari dan gigitan serangga.

Karakteristik Badak

Melansir Animal Corner, badak adalah salah satu kelompok mamalia tertua yang pernah berkeliaran di seluruh Asia dan Afrika. Populasi mereka diperkirakan sekitar 500 ekor pada awal abad ke-20.

Badak memiliki karakteristik tanduk khas yang cenderung melengkung ke belakang, dada lebar, kulit tebal, ekor pendek, dan penglihatan yang buruk. Namun, spesies ini memiliki pendengaran yang sangat baik.

Mamalia ini memiliki kaki yang sangat tebal, seperti batang pohon. Selain itu, gerak mereka juga lambat. Meski demikian, mereka dapat berlari dengan kecepatan hampir 40 mil per jam atau sekitar 64 kilometer per jam saat dalam kondisi tertentu.

Badak memiliki sistem sosial yang menarik. Badak jantan diketahui lebih dominan dan menempati wilayah kecil dan eksklusif. Sementara itu, betina tidak memiliki wilayah teritorial tertentu. Mereka bergerak dalam wilayah jelajah yang lebih besar dan sering berbaur dengan betina lainnya.

Menurut laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), badak termasuk hewan yang terancam punah yang telah masuk dalam dalam daftar merah IUCN.

Saat ini ada lima spesies badak yang tersisa, yaitu badak putih, badak hitam, badak bertanduk besar yang juga dikenal sebagai badak India, badak Jawa dan badak Sumatera. Kelima badak tersebut hidup di Afrika dan Asia.



Simak Video "Geliat Industri Kulit Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia