Mengapa Kuda Bisa Tidur Sambil Berdiri, Bukannya Rebahan?

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 19 Des 2021 12:00 WIB
Galsi Horse rental - May 08, 2018: Icelandic horses in the farm of Galsi Horse rental, Iceland
Kuda yang bisa tidur sambil berdiri, kok bisa? Foto: Getty Images/iStockphoto/RPBMedia
Jakarta -

Sebagian hewan di dunia ini mempunyai cara yang unik untuk tidur. Misalnya, kuda, zebra, dan gajah tidur sambil berdiri.

Dikatakan dalam Science Focus, beberapa jenis burung juga tidur sambil tetap berdiri, contohnya flamingo. Burung berwarna pink tersebut hidup di dataran garam sehingga tidak ada tempat untuk duduk. Tidur sambil berdiri dapat menguntungkan hewan-hewan berbadan besar, sedangkan pada hewan-hewan kecil tidak berlaku demikian.

Dan seperti disebutkan sebelumnya, kuda adalah salah satu contoh hewan yang tidurnya sambil berdiri. Mengapa bisa demikian dan bagaimana bisa mereka tidak terjatuh?

Mengapa kuda tidur sambil berdiri?

Dikutip dari Britannica, kuda dapat tidur khususnya di siang hari dengan posisi berdiri. Sementara, mereka akan tidur berbaring jika melakukan tidur REM atau REM (rapid eye movement) sleep.

WebMD menjelaskan, selama REM sleep mata manusia akan bergerak dengan cepat ke berbagai arah, tapi tidak mengirimkan informasi visual ke otak. Pada hewan, peneliti dari University of California J. M. Siegel menulis REM sleep adalah aktivitas tidur di mana ada fase aktivasi berulang pada sistem retikulo-motor batang otak.

Zepelin (1994) seperti dikutip dari jurnal tersebut mengatakan, hewan berukuran besar seperti gajah dan jerapah tidur selama 3,3-3,9 dan 4,6 jam. Sementara, hewan-hewan yang berukuran lebih kecil cenderung membutuhkan waktu lebih banyak untuk REM sleep.

Di samping itu Jouvet-Mounier dikatakan dalam The Evolution of REM Sleep menegaskan, hewan-hewan yang cenderung lebih mandiri setelah mereka lahir, seperti kuda dan babi guinea. membutuhkan waktu REM sleep lebih sedikit. Sebagai perbandingan, hewan yang lebih butuh induknya saat baru lahir seperti kucing dan tikus, butuh lebih banyak REM sleep.

Kembali lagi pada kebiasaan tidur sambil berdiri pada kuda, mereka melakukan hal ini karena tidur sambil berbaring dapat menimbulkan risiko berbahaya. Kuda membutuhkan sedikit upaya untuk berdiri, sehingga akan rawan jika ada predator yang menyerang.

Agar dapat terhindar dari bahaya tersebut, maka dari itu kuda tidur singkat, khususnya di siang hari, sambil berdiri. Mereka juga bisa melakukannya karena ada alat penahan di kaki-kaki mereka.

Alat penahan tersebut adalah sistem khusus tendon dan ligamen yang memungkinkan kuda mengunci sendi utama di kaki-kaki mereka. Inilah sebabnya kuda dapat tidur siang dengan santai dan tidak takut terjatuh.

Akan tetapi, saat kuda membutuhkan tidur yang nyenyak, mereka akan tetap berbaring. Tidur sambil berbaring ini biasanya selama dua hingga tiga jam dalam sehari. Bahkan, para kuda sering kali meminta tolong pada satu dan lainnya untuk mengintai selama perlu tidur pulas.

Kembali pada laman Science Focus, hewan berukuran besar memang lebih mendapatkan keuntungan dari tidur sambil berdiri karena mereka butuh waktu lebih lama untuk bangkit saat ada hewan lain yang menyerang. Para hewan besar tersebut mempunyai kaki yang bisa disejajarkan secara vertikal sehingga tidak perlu memakai otot. Mereka memiliki lutut yang dapat mengunci di tempatnya.

Sebaliknya, hewan-hewan berukuran lebih kecil memperoleh manfaat lebih banyak dari pengurangan kelenturan di kaki-kaki mereka. Itulah kenapa hewan berukuran besar dan hewan berukuran kecil punya cara tidur yang berbeda.

Demikian alasan di balik cara tidur kuda yang unik, yakni sambil berdiri. Detikers bisa menyebutkan contoh lainnya?



Simak Video "Pedemo Mulai Geruduk Patung Kuda, Jalan ke Istana Ditutup"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia