Ada Sekitar 1.350 Gunung Berapi di Dunia, di Mana yang Paling Banyak?

Novia Aisyah - detikEdu
Sabtu, 30 Jul 2022 11:30 WIB
Gunung Etna dikenal sebagai gunung berapi tertinggi dan teraktif di Eropa. Seperti apa sensasi mendaki salah satu gunung berapi aktif di dunia ini?
Ilustrasi gunung berapi. Foto: REUTERS/ANTONIO PARRINELLO
Jakarta -

Menurut Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat, terdapat kira-kira 1.350 gunung berapi yang berpotensi aktif di berbagai belahan dunia. Meski begitu, sepanjang catatan sejarah, baru lebih dari sepertiganya yang sudah erupsi.

Lantas, di manakah tempat yang paling banyak memiliki gunung berapi?

Tempat dengan Gunung Berapi Terbanyak di Dunia

Menurut seorang Profesor Vulkanologi dari Durham University UK, Ed Llewellin, sebagian besar gunung berapi di planet bumi terdapat di bawah air.

"Di sepanjang punggungan tengah laut yang menjulur 65 ribu kilometer (40 ribu mil)," kata dia, dikutip dari Live Science.

Dia mengatakan, sekitar 80 persen keluaran magma Bumi berasal dari gunung berapi yang ada di sepanjang pegunungan ini. Panjangnya menjalar hingga 3 sampai 4 kilometer di bawah permukaan laut.

"Beberapa punggungan, sekitar 9 ribu kilometer, memanjang melewati Pasifik Timur dan melintasi seluruh samudra-samudra utama. Tak terkecuali 16 ribu kilometer yang ada di sepanjang tengah-tengah Atlantik," jelas Llewellin.

Dia menyampaikan, lokasi gunung-gunung api yang berada di bawah permukaan laut membuatnya terlupakan dan erupsinya jarang berdampak terhadap masyarakat. Namun, ada juga tempat di daratan yang memiliki banyak gunung api.

"Soal gunung berapi yang ada di daratan, kebanyakan berlokasi di sekitar Samudra Pasifik," sebutnya.

Penyebabnya, Samudra Pasifik dibatasi dengan zona subduksi, yang merupakan daerah di sekitar tepian lempeng tektonik. Sementara itu, posisi satu lempeng terletak di bawah lempeng lainnya.

Sebagai dampak dari aktivitas tektonik itu, Pasifik menjadi rumah untuk Cincin Api yang panjangnya 25 ribu mil atau 40 ribu kilometer. Bentuknya seperti tapal kuda dan merupakan sabuk seismik aktif, serta episentrum untuk sekitar 90 persen gempa bumi dan 75 persen gunung berapi aktif.

Namun, Llewellin menegaskan, saat ini letusan gunung berapi tidak sebanyak di masa lalu.

"Pada awal-awal usianya, Planet Bumi jauh lebih panas ketimbang sekarang. Sampai-sampai kami (para ahli) berpikir bahwa ada waktu-waktu di mana seluruh permukaan Bumi tertutup lautan magma," ucapnya.



Simak Video "My Trip My Adventure: Menjelajahi Gunung Berapi Jaboi di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia