Tentang Lautan Bulan yang Tak Berisi Air, Bagaimana Proses Terbentuknya?

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Rabu, 27 Jul 2022 14:00 WIB
Hari Bulan Sedunia jatuh pada 20 Juli. Peringatan tersebut ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam resolusi 76/76.
Ilustrasi lautan bulan. Foto: DEDYISTANTO
Jakarta -

Seperti yang telah diketahui bahwa bulan adalah satelit alami bumi. Bulan memiliki diameter sekitar 0.27 kali diameter bumi. Ada satu istilah yang perlu diketahui ketika mempelajari bulan, yaitu lautan bulan. Bagaimana proses terbentuknya?


Proses Terbentuknya Lautan Bulan

Pada bagian sisi terdekat bulan, yakni yang menghadap bumi, ada sebuah permukaan yang unik. Permukaan tersebut memiliki kawah dan lautan (mare) yang bentuknya seperti bekas jerawat. Kawah juga dapat ditemukan di mare ataupun di dataran tinggi. Mare di sini berasal dari bahasa latin yang berarti lautan.


Melansir Nasa Solar System Exploration, lautan bulan atau lunar mare adalah cekungan vulkanik diakibatan oleh adanya tabrakan meteoroid yang terjadi miliaran tahun yang lalu.


Hantaman meteoroid yang cukup besar menyebabkan kerak bulan terbuka sehingga magma keluar ke permukaan bulan. Karenanya, kawah dipenuhi dengan lava yang semakin lama semakin mendingin. Akhirnya lava tersebut membentuk dataran gelap yang halus dan menghasilkan mare.


Dengan begitu, lautan bulan memiliki warna yang lebih gelap dibandingkan bagian bulan lainnya. Hal ini dikarenakan batuan lava yang membentuk lautan bulan kaya akan unsur besi yang berasal dari basalt. Basalt juga dapat ditemukan di bumi.


Karakteristik dan Nama Mare

Dapat diketahui bahwa lautan di bulan tidak sama dengan lautan di bumi. Umumnya, lautan di bulan memiliki bentuk lingkaran dengan diameter yang berbeda-beda.


Jumlah kawah benturan meteor yang sedikit mengindikasikan usia mare yang lebih muda, sebagaimana dijelaskan dalam artikel ilmiah berjudul Menghitung Diameter Mare Bulan dengan Menggunakan Teleskop dan Kamera CCD.


Mare juga memiliki nama yang bervariasi yang berkaitan dengan sifat lautan dan keadaan pikiran. Beberapa nama mare di antaranya adalah Mare Nectaris, Humorum, Imbrium, Insularum, Nubium, Spumans, Undarum, Vaporum, Australe, Orientale, Cognitum, Marginis, Crisium, Serenitatis dan Smythii.


Dijelaskan oleh Nasa, ada salah satu mare yang cukup terkenal, yaitu Sea of Tranquility. Merupakan lokasi pendaratan yang dipilih oleh Apollo 11 karena sebagian permukaannya halus dan rata.



Simak Video "2016 Tahun Terpanas di Indonesia, Dekade 2011-2020 Terpanas Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia