Hewan Porifera: Pengertian, Ciri-CIri, dan Klasifikasi

Rafi Aufa Mawari - detikEdu
Rabu, 20 Jul 2022 14:45 WIB
Aplysina aerophoba, salah satu spesies dari filum porifera di Vodice, Croatia.
Aplysina aerophoba, salah satu spesies dari filum porifera di Vodice, Croatia. Foto: Yoruno/Wikimedia Commons
Jakarta -

Pernahkah kamu mendengar hewan dengan filum porifera? Yap, porifera yang umum disebut sebagai spons (sponges) merupakan hewan yang kebanyakan hidup di perairan dangkal, di laut, dan juga di perairan tawar. Hewan ini menjadi inspirasi tokoh SpongeBob di SpongeBob SquarePants.

Kebanyakan porifera hidup menempel pada berbagai macam substrat, seperti batu-batuan, pecahan cangkang, hingga batu karang di dasar laut. Selain itu, porifera ini sangat bergantung pada partikel-partikel yang tersuspensi di dalam air sebagai makanannya.

Porifera adalah hewan multiseluler yang paling primitif karena belum dijumpai adanya diferensiasi sel sehingga tubuhnya dalam beberapa hal menyerupai koloni protozoa, seperti dikutip dari Modul Dasar Klasifikasi Hewan Avertebrata oleh Sundowo Harminto dan Wisnu Wardhana.

Tidak seperti pada hewan multiseluler pada umumnya, porifera tidak memiliki organ khusus untuk reproduksi, pencernaan, respirasi, sensori ataupun ekskresi. Porifera merupakan parazoa yang mempunyai organisasi pada tingkat sel saja.

Porifera umumnya berbentuk asimetri, sementara beberapa spesies lain menunjukkan simetri radial. Porifera dapat mencapai ukuran 0,9 m dengan warna cerah, ada yang putih, hijau, kuning, ungu, dan jingga. Porifera yang berwarna hijau biasanya disebabkan oleh adanya alga simbiotik di dalam tubuhnya yang disebut zoochlorellae.

Ciri-Ciri Porifera

Untuk mengenali hewan porifera, kamu dapat memahami morfologi atau bentuk tubuhnya. Berikut ciri-ciri porifera berdasarkan morfologinya:

  • Bentuknya seperti jambangan bunga atau karung dengan rongga di dalam tubuhnya yang disebut spongoselom dan mulut karungnya disebut oskulum
  • Pada porifera yang sederhana, dinding rongga spongosol berisi sel-sel bercorong dan berflagel yang disebut koanosit
  • Dinding tubuh porifera berlubang-lubang kecil seperti pori-pori yang disebut ostium
  • Ada sel-sel koanosit yang berfungsi sebagai pemicu terjadinya aliran air dari luar ke dalam tubuhnya, menangkap partikel-partikel makanan, dan menangkap spermatozoa yang datang untuk fertilisasi
  • Ada spikula yang amat beragam bentuknya tergantung pada spesiesnya, ada yang berbentuk jarum (monoakson), bintang, bercabang tiga (triakson), bintang bercabang empat (tetrakson) atau bintang bercabang banyak (poliakson)

Klasifikasi Porifera

Dikutip dari Encyclopaedia Britannica, ada tiga klasifikasi porifera:

1. Calcarea

Kelas Calcarae punya ciri-ciri kerangka spikula kalsium karbonat, struktur kecil berbentuk vas, memiliki tabung-tabung tipis dalam jaringan longgar atau koloni besar yang tidak teratur, sebagian besar berukuran kecil, mendiami perairan dangkal di semua lautan dari daerah pasang surut hingga kedalaman 200 m hingga 800 m. Kelas ini memiliki sekitar 300 spesies.

2. Demospongiae

Demospongiae memiliki kerangka spikula silika, serat spongin, atau keduanya. Di beberapa genera primitif, kelas ini tidak punya kerangka.

Demospongiae adalah kelompok spons yang paling melimpah dan tersebar luas di laut, mulai dari daerah intertidal hingga kedalaman sekitar 5.500 m. Ada sekitar 4.200 spesies dari filum Demospongiae.

Spesies dari kelas ini punya bentuk dan ukuran sangat beragam, ada yang seperti kerak tipis dengan diameter beberapa cm saja, ada juga yang berbentuk kue besar dengan diameter 2 m. Jenis karnivoranya (cladorhizid sponges) tidak memiliki sistem arus air.

3. Hexactinellida

Terakhir, ada klasifikasi hexactinellida yang biasa dikenal sebagai spons gelas (glass sponges) karena spikulanya terbuat dari silika. Spikula bercabang empat atau enam dan melekat bersama pada rangka silindris dan konikal.

Hexactinellida memiliki tinggi berkisar antara 10-30 cm dan hidup di laut, di kedalaman 25 m - 8.500 m. Hewan ini menempel kuat pada permukaan yang keras, beberapa spesies bersandar di sedimen dasar lunak.

Nah, itulah ciri-ciri porifera dan klasifikasi lengkapnya. Selamat belajar, detikers!



Simak Video "Sandal Batik Solo yang Ramaikan Lapak Malioboro Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia