Penjelasan Pakar soal Jajan Ice Smoke Bisa Sebabkan Terbakar, Disebut Cold Burn

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 18 Jul 2022 13:00 WIB
Jajanan Ice Smoke membakar tubuh AH, bocah asal Ponorogo, Jawa Timur. Hal tersebut terjadi saat AH membeli jajanan Ice Smoke yang diberi nitrogen cair.
Penjelasan jajanan ice smoke bisa sebabkan luka bakar. Foto: Devi S. Lestari
Jakarta -

Tubuh seorang anak berusia 5 tahun di Ponorogo tiba-tiba terbakar saat akan menikmati jajanan ice smoke pada Selasa (12/7/2022) pekan lalu. Akibatnya, anak tersebut menderita luka bakar 30% di tubuhnya.

Bagi yang belum tahu, jajanan seperti ice smoke diolah menggunakan nitrogen cair. Bisnis semacam ini juga sudah ada cukup lama. Mengutip dari detikJatim, pada 2018 lalu, bola permen yang diolah dengan nitrogen cair dikenal dengan nama Dragon's Breath.

Lantas, bagaimana peristiwa terbakar bisa sampai terjadi akibat jajanan yang diolah dengan nitrogen cair?

Penyebab Jajanan Ice Smoke Menyebabkan Terbakar

Saat menguraikan penyebab ilmiah tragedi ice smoke ini, Kepala Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Fredy Kurniawan menegaskan penyebutan nitrogen cair mengeluarkan api bukanlah hal yang tepat. Dia menjelaskan, nitrogen mempunyai rumus kimia N2 dan tidak bisa mengeluarkan api.

"N2 pada temperatur kamar bentuknya gas. Dinaikkan tekanannya jadi cair. N2 ini sangat dingin di bawah titik beku air," terangnya (13/7/2022), dikutip dari detikJatim.

Prof. Fredy menuturkan, pada saat zat tersebut berada di suhu yang amat dingin, maka tidak boleh bersentuhan dengan organ manusia secara langsung. Pasalnya, walau nitrogen tidak mengeluarkan api, zat ini bisa menyebabkan cold burn. Apa yang dimaksud dengan cold burn ini adalah terbakar karena suhu yang amat dingin.

"Bekas terbakar pada temperatur yang dingin. (Sama dengan bekas terbakar dengan api) kulit seperti melepuh," ujar Prof. Fredy.

Dia mengatakan, makanan yang diolah dengan nitrogen cair dengan cara yang tak tepat bisa menyebabkan luka bakar serius.

"Luka bakar serius (menjadi risiko paling bahaya). Ini benar-benar tidak boleh sampai tersentuh. Efek lain ketika nitrogen menguap yakni akan mengusir oksigen," ucapnya.

"Anda bayangkan kalau penjual itu tidak tahu, ditambahkan dalam jumlah agak banyak. Ada yang menguap, ada yang masih liquid. Yang liquid bisa masuk mulut dan menyebabkan terbakar mulutnya," urainya lagi.

Menurut Prof. Fredy, memang ada buku yang menjelaskan penggunaan nitrogen cair dalam dunia kuliner. Buku ini ditulis oleh Agnes Bertha Marshall di kisaran 1900-an.

Buku tersebut menerangkan, pengolahan makanan menggunakan nitrogen cair membutuhkkan cara khusus dan tidak bisa sembarangan. Zat ini dimanfaatkan untuk mendinginkan adonan makanan dengan sangat tiba-tiba agar tercipta air kristal yang teksturnya lembut.

Buku itu sendiri menjelaskannya dalam konteks jajanan es krim. Namun, makanan baru aman dikonsumsi jika semua nitrogen sudah menguap.

Prof. Fredy berpendapat, penjaja ice smoke mementingkan efek smoke atau asapnya. Sementara, apabila nitrogen cair diberikan tanpa perhitungan yang tepat, maka akan ada sisa cairan nitrogen yang ikut terkonsumsi dan ini berbahaya.



Simak Video "Kisah Ilmuwan yang Celaka Karena Temuannya Sendiri "
[Gambas:Video 20detik]
(nah/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia