Mengenal Merkuri, Bahan Kimia yang Bisa Dimanfaatkan Tapi Berbahaya

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Jumat, 15 Jul 2022 20:30 WIB
Laboratory accessories images. Mercury in a sealed ampoule stock photo. Laboratory equipment on a silver background. Hg, toxic chemical element stock images
Foto: Getty Images/iStockphoto/Betka82
Jakarta -

Merkuri dikenal sebagai bahan kimia berbahaya. Dilambangkan dengan Hg pada tabel periodik, bahan kimia ini sampai dikelompokkan pada Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) oleh Pemerintah. Mengapa demikian?

Sebelumnya, mari kita kenali dulu apa itu merkuri. Merkuri atau air raksa adalah salah satu jenis logam. Bernomor atom 80, merkuri berbeda dengan logam-logam lainnya. Merkuri berwujud cair sementara logam lain seperti perak, emas, dan besi berwujud padat.

Unsur merkuri di alam biasanya terikat pada batuan dan tanah. Salah satu sumber merkuri adalah gunung berapi. Jika gunung meletus, maka merkuri akan terlepas ke lingkungan.

Akibat itulah, merkuri diyakini telah berada di atmosfir bumi selama jutaan tahun. Menurut Buku Merkuri dan Keberadaannya oleh Dr. Abrar Muslim, merkuri sudah digunakan sejak zaman Cina, Mesir, dan Hindu kuno pada makam-makam di zaman tersebut.

Bahaya Merkuri

Merkuri dinyatakan sebagai bahan berbahaya dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2001 tentang Bahan Berbahaya dan Beracun. Merkuri termasuk dalam Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dengan karakteristik beracun, karsinogenik dan berbahaya bagi lingkungan.

Melansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, merkuri termasuk kategori sangat beracun berdasarkan uji pada rat dengan LD50 sebesar 37 mg/kg yang disimbolkan dengan gambar tengkorak. Kemudian merkuri juga masuk dalam karakteristik karsinogenik. Karsinogenik adalah B3 dengan sifat bahan penyebab sel kanker, yakni sel liar yang dapat merusak jaringan tubuh. Selain berbahaya bagi tubuh, merkuri juga berbahaya bagi lingkungan terutama lingkungan perairan.

Sejarah Keracunan Akibat Merkuri

1. Tragedi Minamata
Merkuri menjadi populer akibatnya karena karena tragedi Minamata. Minamata adalah nama sebuah teluk yang terletak di kota Minamata, Kumamoto Perfecture, Jepang.

Menurut laman Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, tragedi yang terjadi pada tahun 1956 ini akibat penduduk mengkonsumsi ikan yang sudah tercemar Metil merkuri (Methyl mercury). Merkuri jenis muncul akibat limbah yang dikeluarkan oleh pabrik baterai Chisso corp. Akibat pencemaran tersebut, penduduk Minamata mengalami kerusakan saraf dan organ lainnya.

2. Irak
Kasus Merkuri lainnya yang pernah terjadi adalah di di Irak pada tahun 1961 hingga 1970an yang meracuni 6.500 orang dan lebih dari 450 orang meninggal dunia. Kasus ini terjadi akibat penduduk memakan roti yang gandumnya diimpor dari Meksiko dikenal dengan 'pink bread'.

Dilansir dari World Atlas, gandum tersebut diawetkan dengan menggunakan fungisida yang mengandung Metil merkuri (Methyl mercury). Alhasil setelah warga Irak memakan roti tersebut, rumah sakitpun penuh hingga berdampak pada meningkatkan angka kematian.

Penggunaan Merkuri

Meski berbahaya, sebenarnya merkuri bisa digunakan untuk beberapa material. Adapun bahan-bahan yang kita kenal menggunakan merkuri adalah:

1. Termometer
2. Barometer
3. Pestisida
4. Gigi buatan

Itulah penjelasan mengenai bahan kimia merkuri. Semoga mudah dipahami, detikers!



Simak Video "Waspada! Bahaya Merkuri di Produk Kecantikan Menurut WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia