Sistem Ekskresi pada Tubuh Manusia, Alat, dan Fungsinya

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Kamis, 14 Jul 2022 11:00 WIB
sistem ekskresi
Ilustrasi sistem ekskresi/Foto: iStock
Jakarta -

Aktivitas yang terjadi dalam tubuh akan menyebabkan adanya zat-zat yang dikeluarkan dari dalam tubuh. Zat tersebut merupakan zat sisa metabolisme yang seharusnya secara alami dikeluarkan oleh tubuh.

Tidak hanya terjadi pada manusia, hewan, dan tumbuhan juga mengalami proses pengeluaran zat-zat dari dalam tubuh. Berikut penjelasan mengenai sistem ekskresi manusia.

Sistem Ekskresi Manusia

Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. Zat sisa metabolisme merupakan hasil dari pembongkaran makanan yang nantinya akan dikeluarkan oleh alat-alat ekskresi. Fungsinya adalah untuk menjaga keseimbangan dalam tubuh.

Tidak hanya mengeluarkan zat-zat dari dalam tubuh, sistem ekskresi juga mengatur keseimbangan air di dalam tubuh. Hal ini dilakukan guna menyeimbangkan keluar masuknya air pada tubuh.

Sistem ekskresi memiliki alat yang berfungsi mengeluarkan zat sisa metabolisme. Setiap alat ekskresi manusia memiliki zat sisa metabolisme yang berbeda-beda untuk dikeluarkan. Beberapa di antaranya adalah zat warna empedu, karbon dioksida, dan urea, seperti dijelaskan dalam buku IPA Terpadu untuk SMP dan MTs oleh Mikrajuddin dkk.

Alat Ekskresi Manusia
Pada tubuh manusia, terdapat empat alat ekskresi, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Ginjal merupakan alat ekskresi yang paling penting.

Ginjal
Ginjal disebut juga dengan ren. Setiap manusia normalnya memiliki sepasang ginjal (dua buah). Organ yang memiliki warna merah ini, terletak di dalam rongga perut bagian kanan dan kiri ruas-ruas tulang pinggang. Biasanya ginjal memiliki berat 0,5 persen dari berat badan seseorang.

Ginjal memiliki fungsi utama mengekskresikan zat sisa metabolisme yang terdapat unsur nitrogen di dalamnya, contohnya Amonia. Amonia adalah hasil dari pemecahan protein yang dimakan oleh manusia.

Fungsi lain ginjal adalah mengekskresikan zat yang jumlahnya berlebih dan menjaga air agar tetap seimbang. Air yang seimbang akan mempertahankan cairan ekstraseluler. Dengan begitu, ginjal akan melaksanakan fungsi osmoregulasi, yaitu mengeluarkan kelebihan air dalam tubuh. Zat ekskresi yang dikeluarkan oleh ginjal adalah urine.

Kulit
Adanya kelenjar keringat (glandula sudorifera) menjadikan kulit sebagai salah satu alat ekskresi manusia. Sesuai namanya, kelenjar keringat berfungsi untuk mengeluarkan keringat.

Zat-zat sisa metabolisme yang ada dalam keringat adalah air, larutan garam, dan urea (berjumlah sedikit). Zat-zat tersebut akan diserap oleh kelenjar keringat dari kapiler darah yang memiliki jarak berdekatan. Setelah larut, zat-zat tadi akan dikeluarkan melalui pori-pori menuju permukaan kulit berupa keringat. Keringat kemudian menjaga agar suhu tubuh tetap dengan menyerap panas tubuh.

Suhu lingkungan dan aktivitas tubuh merupakan faktor-faktor yang memengaruhi proses keluarnya keringat. Apabila suhu lingkungan panas, maka kelenjar keringat akan bekerja lebih giat dan menyebabkan banyaknya keringat yang keluar.

Begitu juga sebaliknya, suhu lingkungan yang dingin akan membuat kelenjar keringat bekerja lebih sedikit dan santai, sehingga tidak banyak keringat yang dikeluarkan. Daripada mengeluarkan keringat di suhu yang dingin, tubuh akan merespons keadaan tersebut dengan mengeluarkan cairan dalam tubuh melalui fungsi ginjal, yaitu sering buang air kecil.

Paru-Paru
Peran utama paru-paru adalah sebagai alat pernapasan. Di samping itu, paru-paru juga merupakan alat ekskresi manusia. Maka dapat diketahui bahwa zat sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh paru-paru adalah karbon dioksida dan air.

Paru-paru akan mengeluarkan zat sisa metabolisme dari sel-sel yang ada di jaringan tubuh. Kemudian zat-zat tersebut akan masuk ke dalam aliran darah melalui pembuluh baik. Setelah sampai di pembuluh balik, zat sisa metabolisme akan dibawa ke jantung.

Darah yang memiliki kandungan karbon dioksida dan air akan dipompa menuju paru-paru melalui pembuluh nadi paru-paru. Di alveolus, terjadi difusi pada karbon dioksida dan air. Setelah itu, keduanya akan dikeluarkan melalui saluran pernapasan. Karbon dioksida akan keluar dari hidung, sedangkan air akan keluar dari paru-paru dalam bentuk uap air.

Hati
Hepar atau hati adalah organ tubuh yang terletak di dalam rongga perut bagian kanan, tepatnya di bawah sekat rongga dada. Organ berwarna merah tua ini merupakan kelenjar terbesar di tubuh manusia. Hati berperan sebagai sistem pencernaan manusia, tetapi di samping itu ia hati juga berperan dalam sistem ekskresi.

Hati menjadi salah satu alat ekskresi manusia karena menghasilkan empedu. Kandungan yang terdapat dalam empedu adalah air, kolesterol, zat warna empedu, asam empedu, garam empedu, dan lain-lain.

Penyumbatan dapat terjadi di saluran empedu dan akan mengganggu fungsi hati. Hal tersebut akan menyebabkan masuknya cairan empedu ke dalam sistem peredaran darah dan darah akan menguning. Biasanya, penyumbatan terjadi karena batu empedu dan kolesterol.



Simak Video "Ini Cara Sehat Olah Daging Kambing "
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia