Benarkah Ada Suku di Indonesia yang Hidup di Laut?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 07 Jul 2022 09:30 WIB
Seorang warga suku bajau menjemur teripang laut di desa Torosiaje.
Foto: ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/Benarkah Ada Suku di Indonesia yang Hidup di Laut?
Jakarta -

Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman, mulai dari keberagaman suku, agama, ras, budaya, adat istiadat, dan masih banyak lagi. Dari banyaknya suku tersebut, tahukah kamu bahwa ada suku yang tinggal di lautan atau perairan laut?

Seperti yang diketahui, Indonesia adalah negara maritim yang 62% luas wilayahnya berupa laut dan perairan. Tak heran jika Indonesia sangat berpotensi memiliki kekayaan akan kearifan lautnya.

Kearifan laut ini dimiliki oleh salah satu suku yang erat dengan kehidupan laut. Suku apa yang dimaksud? Berikut ini ulasannya dikutip dari laman Direktorat SMP Kemdikbud RI.


Mengenal Suku yang Tinggal di Laut

Suku yang hidupnya cukup erat dengan laut dikenal dengan nama suku Bajo. Suku Bajo adalah etnis asal Asia Tenggara yang memiliki karakteristik kemaritiman cukup kental.

Saat ini mereka tersebar di beberapa wilayah perairan Sulawesi, Kalimantan Timur, Maluku, Nusa Tenggara, hingga ke pantai timur Sabah (Malaysia) dan Kepulauan Sulu (Filipina).

Suku Bajo yang menetap di Sulawesi adalah yang ada di Taman Nasional Kepulauan Togean, Teluk Tomini, tepatnya berada di wilayah Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah.

Rumah Berada di Atas Perairan

Bukti bahwa suku Bajo hidup dan menetap berdampingan dengan laut adalah dengan rumah mereka yang kebanyakan berdiri di tepian pantai atau di atas perairan laut dangka.

Rumah mereka dipasang tiang pancang agar terhindar dari gelombang pasang. Kemudian dinding rumah suku Bajo berbahan dasar kayu dan atapnya terbuat dari rumbia.

Karena tinggal di perairan laut, kegiatan sehari-hari suku Bajo didukung oleh transportasi air berupa perahu.

Perahu-perahu biasanya terparkir di pelataran rumah mereka layaknya kendaraan yang parkir di rumah daratan.

Selain sebagai alat transportasi, perahu-perahu juga digunakan oleh masyarakat suku Bajo untuk mencari nafkah.

Hidup sebagai Nelayan

Mayoritas mata pencaharian masyarakat suku Bajo adalah nelayan. Suku Bajo mencari ikan dengan cara-cara tradisional seperti memancing menggunakan kail, menjaring, dan juga memanah.

Hasil tangkapan akan dijual kepada masyarakat di sekitar pesisir atau pulau terdekat. Selain mencari ikan, sebagian masyarakat suku Bajo juga telah belajar budidaya beberapa komoditas bahari seperti lobster, ikan kerapu, atau udang.

Kehidupan masyarakat suku Bajo yang begitu sederhana dan berkutat pada lingkup bahari terkadang membuat mereka tidak terlalu memerhatikan terkait hal permukiman tetap.

Pendidikan yang Terus Berkembang

Meski hidup di laut, namun pemerintah mencoba mendorong permasalahan permukiman, ekonomi, dan juga pendidikan sehingga bisa lebih memajukan lagi kehidupan masyarakat suku Bajo.

Hal itu dibuktikan dengan masyarakat suku Bajo yang mulai banyak bersekolah, bahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa kesadaran masyarakat suku Bajo terhadap pentingnya pendidikan telah terbangun.

Suku Bajo menjadi cerminan jiwa bangsa Indonesia yang ingin terus maju namun tanpa merusak alam dan hidup dengan menjaga lingkungan sekitar.



Simak Video "Kemeriahan Desa Kampung Suku Bajo, Wakatobi"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia