Ragam Suku di Pulau Sulawesi, Ada Kaili di Tengah hingga Sangir di Utara

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Sabtu, 25 Jun 2022 11:00 WIB
Orang Sangir, ahli pembuat Kapal dari Sulawesi Utara
Suku Sangir di sebelah utara Sulawesi terkenal pandai membuat kapal (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)
Jakarta -

Siapa nih dari detikers yang asalnya dari pulau Sulawesi? Yap, Sulawesi adalah salah satu pulau yang memiliki luas wilayah terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, terdapat pula suku-suku di pulau Sulawesi yang sangat plural, multikultural, dan heterogen.

Pulau Sulawesi ini memiliki bentang alam yang cukup lebar, yaitu mulai dari semenanjung utara, semenanjung timur, semenanjung selatan, hingga semenanjung tenggara. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, pulau dengan luas 180.000 km2 ini memiliki penduduk hingga 18.455.058 jiwa.

Suku-suku di Pulau Sulawesi

Nah, makin kepo kan kira-kira suku-suku di pulau Sulawesi itu apa saja. Yuk cari informasi selengkapnya di bawah ini:

  • Suku Makassar

Dari namanya saja mungkin kamu sudah bisa menebak jika suku ini mendiami kota Makassar. Nah, itu tidak salah sama sekali, namun nyatanya suku Makassar ini tersebar di pesisir selatan pulau Sulawesi. Jadi, meliputi kota Makassar, kabupaten Maros, kabupaten Gowa, kabupaten Bantaeng, hingga Kepulauan Selayar.

Saat ini, jumlah penduduk suku Makassar ada di kisaran 3.793.704 yang memiliki ciri khas bahasa melayunya. Mayoritas dari suku Makassar adalah Islam dan menjadikan suku Makassar sebagai salah satu etnis terbesar di pulau Sulawesi.

  • Suku Minahasa

Apakah kamu suka mendengar lagu-lagu dari penyanyi Once Mekel? Jika iya, kamu harus tahu bahwa Once Mekel adalah salah satu dari banyaknya tokoh dan artis Indonesia yang merupakan orang asli dari suku Minahasa.

Suku Minahasa ini banyak mendiami kota Manado di provinsi Sulawesi Utara sebagai sub-etnis dari beberapa etnis lain, seperti Bantik, Pasan, Tombulu, dan Tonsea. Saat ini, suku Minahasa memiliki populasi 1.237.177 dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Tombulu.

  • Suku Gorontalo

Suku Gorontalo merupakan salah satu suku bangsa dengan jumlah terbesar di wilayah utara pulau Sulawesi yang banyak mendiami provinsi Gorontalo. Saat ini, suku gorontalo memiliki populasi sebesar 1.251.494 dengan sebagian besar beragama Islam.

Ada beberapa seni dan budaya yang khas suku Gorontalo, seperti salah satunya adalah tari Polopalo. Kemudian, ada dua rumah ada yang khas dari suku Gorontalo, yakni rumah adat Dulohupa dan rumah adat Bandayo Poboide.

  • Suku Buton

Suku di pulau Sulawesi berikutnya adalah suku Buton yang mendiami kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara serta di beberapa wilayah seperti Maluku Utara dan kepulauan Riau. Tetapi secara kultural, suku Buton ini asli dari pulau Sulawesi dan sering dipersepsikan sebagai suku pelaut.

Mengapa? Karena suku ini terkenal sering untuk berdiaspora dengan melalui jalur laut dengan menggunakan perahu berukuran kecil hingga besar. Sebagian besar, suku Buton ini sebagian besar beragama Islam dengan jumlah populasi 650.000 jiwa.

Namun, sebenarnya suku terbesar di Sultra adalah suku Tolaki. Suku ini mendiami daerah kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Konawe Utara.

  • Suku Wakatobi

Hampir mirip dengan suku Buton yang sering berdiaspora menggunakan jalur laut, suku Wakatobi juga seperti itu secara kultur. Suku Wakatobi ini menjadi etnis yang mendiami kepulauan Wakatobi dengan bahasa yang cukup khas, yakni bahasa Wakatobi.

Di Wakatobi, ada Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan UNESCO dengan luas 1.39 juta hektare. Di mana Taman Nasional Wakatobi ini memiliki 750 spesies dari total 850 spesies biota laut. Saat ini, jumlah penduduk dari suku Wakatobi adalah 111.402 jiwa.

  • Suku Kaili

Asal-usul kelompok suku Kaili di Sulawesi Tengah berdasarkan sejarah persebaran penduduk diuraikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Basri Toana dalam Jurnal Gagasan Universitas Tadulako berjudul Persekutuan Hidup dan Sistem Pemukiman Masyarakat To Kaili.

Menurut penelitian tersebut ada dua tahap kedatangan atau migrasi. Migrasi pertama, dimulai sejak kedatangan penduduk yang membawa kebudayaan megalitik. Penduduk migrasi pertama diperkirakan datang dari Utara, diduga berasal dari sebuah kepulauan di Jepang.

Penduduk yang datang pertama masuk ke Sulteng melalui Minahasa, menyusuri dataran daerah Gorontalo hingga masuk ke Sulteng dan terus ke Selatan.

Migrasi kedua, adalah tahap kedatangan penduduk dari Sulawesi Selatan menuju ke Sulteng yang diduga kuat adalah pelaut-pelaut ulung dari Bugis Makassar dan Mandar.

Mereka datang, tinggal, dan menyebar di dan sekitar Selat Makassar termasuk di Teluk Palu. Setelah melalui akulturasi, difusi, dan asimilasi, terbentuk keturunan-keturunan generasi baru dan membentuk kelompok masyarakat di Lembah Palu.

Generasi baru tersebut menyatukan diri dalam suatu kelompok masyarakat yang dikenal dengan nama To Kaili. Suku ini mendiami Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan sebagian di Kabupaten Parigi Moutong.

Selain suku Kaili, di Sulteng hidup juga kelompok suku Kulawi di Kabupaten Donggala, suku Pamona dan Lore di Kabupaten Poso, suku Mori dan Bungku di Kabupaten Morowali.

  • Suku Bugis

Suku Bugis ini merupakan etnis bangsa yang mendiami beberapa daerah di provinsi Sulawesi Selatan. Populasi dari suku Bugis ini berjumlah sekitar 6 juta orang dengan mayoritas beragama Islam. Banyak tokoh-tokoh bangsa yang berasal dari suku Bugis, seperti Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI), Sultan Hasanuddin (Pahlawan Nasional), Andi Abdullah Bau Massepe (Pahlawan Nasional).

  • Suku Toraja

Suku Toraja ini memiliki populasi sekitar 1 juta jiwa dan mayoritas beragama Kristen serta sebagian Islam dan animisme. Wilayah pegunungan bagian utara di Sulawesi Selatan menjadi tempat yang didiami oleh suku Toraja.

Adapun beberapa kebudayaan yang cukup terkenal dari suku Toraja, seperti rumah tradisional Tongkonan, ukiran kayu dari Toraja yang sangat filosofis, hingga upacara pemakaman yang bernama Rambu Solo'. Selain itu, terkenal juga musik dan tarian dari suku Toraja yang diadakan pada sesi upaya pemakaman.

  • Suku Sangir

Suku Sangir adalah salah satu di antara suku-suku bangsa yang ada di Sulawesi Utara. Suku Sangir sebagian besar mendiami gugusan kepulauan yang terletak di bagian utara jazirah Sulawesi Utara dan memanjang ke daerah wilayah perbatasan negara tetangga, Filipina.

Mengutip dari buku Sastra Lisan Tangir Talaud dari Kemendikbud, umumnya orang-orang memberikan arti secara etimologi. Menurut etimologi, pendapat terbanyak mengatakan bahwa kata Sangir berasal dari kata Zanger dalam bahasa Belanda. Zanger dalam bahasa Indonesia memiliki arti yaitu "penyanyi".

Dulu, Belanda memberikan nama ini dengan alasan bahwa orang yang dikenal sebagai suku Sangir sangat menggemari nyanyian atau suka bernyanyi dalam kehidupan sehari-hari.

Khusus tentang asal-usul penduduk kepulauan Sangir dan Talaud ada beberapa pendapat atau pandangan yang dapat dikemukakan.

D. Brilman di dalam buku De Zending op de Sangir en Talaud eilanden, yang diterbitkan tahun 1938, mengatakan bahwa penduduk Sangir dan Talaud termasuk pada bangsa-bangsa Indonesia dalam lingkungan induk bangsa Melayu Polinesia.

Asal perpindahan mereka dari utara (Mindanau) dan yang lain berasal dari Ternate.

Pendapat yang hampir sama dengan pendapat Brilman ini ialah pendapat yang dikemukakan oleh Prof. J.C. van Erde. Menurut van Erde suku bangsa Sangihe dan Talaud termasuk suku bangsa Melayu Polinesia atau sebagian besar Austronesia.

Adapun L.M. Kansil, di dalam bukunya Sejarah Daerah Sangir Talaud, mengemukakan orang Sangir, kulitnya agak kuning yang memiliki banyak kesamaan dengan penduduk Sulawesi bagian Utara.

Selain itu di Sulut juga terdapat suku Talaud, suku Mongondow, dan berbagai sub suku lainnya.

Selain suku-suku di pulau Sulawesi yang disebut di atas, ada beberapa suku lain di pulau Sulawesi. Diantaranya, suku Mandar, suku Pattae, suku Diri, suku Moronene, suku Pamona, suku Saluan, dan lain sebagainya.



Simak Video "Segera Ajukan KPR, Sebelum.."
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia