Kisah Umar bin Khattab Masuk Islam di Bulan Dzulhijjah, Dulunya Preman Quraisy

Kristina - detikEdu
Rabu, 06 Jul 2022 05:00 WIB
Ilustrasi Umar bin Khattab
Ilustrasi Umar bin Khattab. Foto: Ilustrasi Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang temperamental dan jago gulat. Pasar Ukaz menjadi saksi ketangguhannya kala itu. Sifatnya berubah tatkala ia memeluk Islam pada bulan Dzulhijjah tahun 6 kenabian.

Umar bin Khattab termasuk orang yang menentang ajaran Rasulullah SAW. Diceritakan dalam buku Kisah Hidup Umar ibn Khattab oleh Mustafa Murrad, saat Rasulullah SAW mengumumkan misi kenabiannya, Umar saat itu tengah berusia 27 tahun. Sebagaimana para pembesar Quraisy lainnya, Umar menganggap seruan kenabian sebagai kegilaan yang menentang kepercayaan nenek moyang.

Sehingga tidak heran jika pada masa awal dakwah Rasulullah SAW, Umar sangat membenci dan memusuhinya serta para pengikutnya.

Pada suatu ketika, Umar berpapasan dengan Nu'aim bin Abdullah saat dalam perjalanan ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Nu'aim yang melihat kerut dan muram di wajah Umar kemudian bertanya, "Ada apa denganmu, Umar?"

"Aku mencari dan menginginkan Muhammad, lelaki yang mencerai-beraikan keturunan Quraisy, yang meruntuhkan impian mereka, menghilangkan agama leluhur merena, menyerapahi tuhan-tuhan sesembahan mereka. Aku akan membunuh Muhammad," jawab Umar geram.

"Demi Allah, nafsumu telah menipu dirimu sendiri. Tidakkah kau melihat bahwa anak cucu Bani Manaf tidak akan meninggalkanmu begitu saja. Mereka masih ada di atas bumi ini. Lalu kau akan membunuh Muhammad, salah seorang cucu Bani Manaf itu? Tidakkah kau melihat sanak keluargamu sendiri dan kepada merekalah seharusnya kau tegakkan perkaramu itu?"

Mendengar hal itu Umar lantas berkata, "Siapa kau maksud dari sanak keluargaku?"

"Anak pamanmu, Sa'd bin Zaid dan saudari kandungmu, Fathimah. Demi Allah, keduanya telah memeluk Islam dan mengikuti ajaran agama yang dibawa Muhammad. Temuilah keduanya," seru Nu'aim.

Umar sempat tak percaya mendengar sepupu dan adik kandungnya telah masuk Islam. Tanpa berpikir panjang, ia pulang dan mencari Fathimah.

Begitu sampai di rumah, ia mendapati Fathimah bersama Sa'd dan Khabbab bin al-Art tengah membaca lembaran-lembaran Al-Qur'an. Khabbab sedang membacakan surah Thaha di hadapan keduanya.

Mengetahui Umar datang, Khabbab lantas bersembunyi ke samping rumah. Fathimah pun bergegas menyembunyikan lembaran-lembaran suci itu di bawah pahanya.

Umar yang sempat mendengar lantunan ayat yang dibaca Khabbab lantas bertanya, "Suara apa yang baru saja aku dengar?"

"Kami tidak mendengar apa-apa," jawab keduanya.

"Tidak, aku mendengarnya. Jangan sembunyikan apapun dariku. Demi Tuhan, akau mendengar kabar jika kalian berdua telah mengikuti ajaran Muhammad dan mengingkari ajaran leluhur kita," ucap Umar.

Umar lalu mendekati Sa'd bin Zaid yang juga suami adiknya itu dan memukulnya hingga terpelanting. Fathimah yang saat itu melihatnya kemudian berdiri melindungi dan memeluk suaminya. Umar lantas memukul adiknya sampai bersimpah darah.

"Ya! Kami berdua telah memeluk agama Islam dan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Umar, lakukan saja apa yang kau mau. Islam tetap tidak akan pernah lepas dari hati kami," tegas Fathimah.

Umar lalu tertegun mendengar kata-kata Fathimah. Ketika melihat darah bercucuran dari tubuh adiknya itu, ia menyesali perbuatannya dan menahan amarahnya. Ia kemudian meminta lembaran-lembaran Al-Qur'an yang dibaca Fathimah dan suaminya.

Fathimah sempat menolak untuk memberikan lembaran tersebut karena khawatir akan dihancurkan oleh kakaknya. Kemudian, Umar pun berjanji tidak akan merusak dan akan mengembalikannya begitu selesai membacanya.

Ketika Umar hendak mengambil dan membaca lembaran itu, Fathimah berkata, "Saudaraku! Engkau dalam keadaan tidak suci atas kemusyrikan dan kekafiranmu. Dan tidaklah menyentuh lembaran itu kecuali orang-orang yang tersucikan."

Umar lantas mandi besar dan mengambil lembaran Al-Qur'an lalu membaca surah Thaha. "Alangkah eloknya kalimat-kalimat ini, betapa mulianya ajaran-ajaran yang dikandungnya. Sungguh tak ada manusia yang mampu membuat kalam seindah ini," tutur Umar yang cakap dalam sastra Arab ini.

Mendengar perkataan Umar tersebut, Khabbab yang semula bersembunyi lalu keluar dan berkata, "Demi Allah, wahai Umar, sesungguhnya aku sangat berharap engkaulah lelaki yang dimaksud dalam doa Rasulullah. Kemarin aku mendengar Muhammad berdoa, 'Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua lelaki ini, al-Umar al-Hakam ibn Hisyam atau Umar ibn Khattab.'"

Umar yang mendengar ucapan Khabbab itu lantas bergegas ingin menemui Rasulullah SAW dan memeluk Islam di hadapannya. Tak lupa ia mengambil pedangnya dan menyarungkannya.

Pada waktu itu, Rasulullah SAW tengah berada di rumah pengungsian Arqam (Bait al-Arqam) di Bukit Shafa bersama Hamzah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, dan beberapa sahabat.

Betapa terkejutnya Hamzah melihat dari celah pintu ada Umar yang sedang berdiri menjinjing pedangnya. Hamzah lantas mengatakannya kepada Rasulullah SAW.

"Izinkanlah dia masuk. Bila bermaksud baik, kita akan menyambutnya. Bila bermaksud buruk, kita akan memenggalnya dengan pedangnya sendiri," kata Rasulullah SAW saat itu.

Hamzah kemudian membukakan pintu dan masuklah Umar dengan menyampaikan niatnya untuk memeluk Islam.

"Wahai Muhammad, aku datang untuk beriman kepada Allah, juga kepada rasul-Nya, dan kepada ajaran yang ia bawa dari-Nya," kata Umar.

Rasulullah SAW lantas bertakbir dan diikuti para sahabat. Takbir tersebut menggetarkan rumah Arqam dan seluruh sahabat di rumah itu mengetahui bahwa Umar telah masuk Islam. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah Hamzah memeluk Islam, pada suatu hari di bulan Dzulhijjah tahun ke-6 kenabian.

Abdul Syukur al-Azizi menceritakan dalam bukunya yang berjudul Umar bin Khattab RA bahwa Umar bin Khattab juga mulai ikut berdakwah menyebarkan agama Allah SWT setelah masuk Islam. Namun, pada tahun-tahun awal dakwahnya belum efektif dan menuai banyak menuai antipati.

Meski demikian, pada akhirnya tidak ada seorang pun yang mengungguli prestasi Umar bin Khattab dalam mengislamkan orang-orang non muslim kala itu.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia