ADVERTISEMENT

Refleksi dalam Dunia Pendidikan, Ini Pengertian dan Cara Melakukannya

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Selasa, 05 Jul 2022 15:30 WIB
Siswa SMP 2 Kota Bekasi kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah usai lebaran. Halal bihalal dilakukan sebelum memulai kegiatan belajar-mengajar.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom/Refleksi dalam Dunia Pendidikan
Jakarta -

Refleksi adalah cara bagi siswa untuk meresapi atau mendalami pengetahuan yang baru dipelajari dengan bantuan guru. Proses ini menjadi bagian penting dalam pendidikan.

Mengutip buku berjudul Best Practices Manajemen dan Pengawasan Sekolah oleh Ridwan Abdullah dan Anies Muchtiany, refleksi juga diartikan sebagai proses pengendapan sebuah pengalaman yang baru dipelajari.

Proses ini dilakukan dengan cara merenungkan pengetahuan baru setelah mendapatkannya. Refleksi juga bisa dikatakan sebagai respons terhadap suatu hal yang baru saja diterima.


Manfaat Melakukan Refleksi

Proses ini sangat bermanfaat bagi siswa karena bisa memahami betul materi yang telah dipelajari sebagai pengetahuan dengan struktur yang baru yang merupakan perbaikan dari pengetahuan sebelumnya.

Hal ini perlu dilakukan agar siswa mampu memperbarui pengetahuan tersebut serta memperluas wawasan.

Refleksi adalah upaya mengajak siswa dalam rangka mengendapkan arti manusiawi terkait materi yang telah dipelajari. Upaya ini juga dilakukan untuk mengetahui pentingnya pengetahuan tersebut bagi sesama.

Banyak nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga dibutuhkan cara bagi siswa untuk membentuk kebiasaan menguji nilai tersebut dan hubungannya dengan materi pelajaran.

Cara Melakukan Refleksi

Pada saat kegiatan belajar, siswa cenderung menerima informasi dan pengetahuan tanpa ada kesempatan untuk mengendapkannya.

Refleksi perlu dilakukan untuk setiap pengalaman yang siswa dapatkan. Dengan begitu siswa dapat mengetahui apa manfaat pengetahuan tersebut bagi dirinya.

Dalam hal ini, guru memiliki peran penting dalam kegiatan refleksi ketika proses pembelajaran. Refleksi menuntut kemampuan guru agar mampu menguasai pelajaran lebih dari sekadar pengetahuan materi.

Guru perlu menyatukan suatu pengetahuan dengan pengetahuan lainnya dalam refleksi.

Seperti tertulis dalam buku Strategi Belajar Mengajar oleh Rahmah Johar dan Latifah Hanum, ada beberapa strategi yang mungkin bisa dilakukan untuk mengadakan refleksi.


Guru dapat menyisihkan sedikit waktu di akhir kegiatan belajar mengajar agar siswa bisa melakukan refleksi dengan cara:


1. Bertanya secara langsung terkait pengetahuan dan cara memperolehnya yang baru didapat.


2. Membuat catatan tentang pengetahuan yang baru didapatkan untuk kemudian dikumpulkan.


3. Melakukan diskusi mengenai pengetahuan yang baru ia dapatkan.


4. Menanyakan siswa kesan dan pesan terkait pembelajaran pada hari itu

Proses refleksi penting terus dilakukan untuk memainkan daya ingat, pemahaman, dan daya khayal serta perasaan yang digunakan untuk menangkap arti dan nilai yang dipelajari siswa.



Simak Video "Tiga Ruang Kelas SD di Grobogan Rusak Parah, Siswa Ujian di Teras"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia