Inovatif! Peneliti IPB Kembangkan Racikan Herbal Untuk Mengatasi PMK

Devi Setya - detikEdu
Minggu, 03 Jul 2022 07:30 WIB
Peneliti IPB yang temukan vitamin herbal untuk ternak
Peneliti IPB yang temukan vitamin herbal untuk ternak Foto : Humas IPB University
Jakarta -

Adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak berkuku belah cukup menjadikan sebagian besar masyarakat khawatir. Tapi beberapa peneliti dari IPB tengah mengembangkan obat herbal untuk mengatasi penyakit ini.

Dilansir dari situs resmi IPB University (30/6), wabah PMK tampaknya tidak bisa dianggap remeh. Meskipun penyakit ini tidak menular pada manusia tetapi hal ini cukup membuat risau. Apalagi wabah ini menyerang menjelang momen Idul Adha 2022.

Sebuah inovasi menarik dan solutif untuk mengatasi PMK ditemukan peneliti IPB University. Inovasi bernama Herbal Mineral Blok (HMB) ini ditemukan oleh para peneliti dari departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi pakan, Fakultas Peternakan.

Para peneliti ini adalah Dr Suryahadi, Dr Sri Suharti dan Prof Dewi Apri Astuti. Bahan herbal ini terbuat dari berbagai rempah seperti kunyit, jahe dan lerak. Bahan ini nantinya akan dijadikan campuran pada pakan hewan ternak.

Adapun tujuan dari penambahan bahan herbal ini untuk memenuhi kebutuhan mineral sekaligus untuk meningkatkan imunitas hewan ternak. Sebagai informasi, penelitian ini telah dimulai sejak tahun 2008 dan hingga kini masih dilakukan pengembangan untuk hasil yang maksimal.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria ketika meluncurkan produk Herbal Mineral Blok, di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat mengatakan, inovasi tersebut sangat penting mengingat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Ia mengklaim, inovasi ini dapat membantu meningkatkan imunitas ternak terutama ruminansia.

"Inovasi ini sangat berguna dalam meningkatkan imunitas ternak, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas daging ternak sapi maupun kambing," kata Prof Arif Satria.

Lebih lanjut, dengan adanya inovasi ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata IPB University dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Ia berharap, inovasi HMB dapat dinikmati oleh masyarakat terutama peternak sapi maupun kambing.

Prof Dewi Apri Astuti, Anggota Tim Peneliti HMB IPB University mengatakan, "Pada masa merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini, kami dari pasukan bidang peternakan mencoba mengantisipasi dalam bentuk usaha preventif/pencegahan dengan pemberian pakan yang dapat meningkatkan imunitas ternak," jelas Prof Dewi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pola pemeliharaan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba pada peternakan rakyat yang masih mengandalkan rumput sebagai pakan utama, sering menyebabkan ternak kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi tersebut meliputi energi, protein dan mineral.

"Mineral merupakan unsur nutrien yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis ternak. Mineral dibutuhkan bagi ternak yang sedang tumbuh dan untuk pembaharuan sel-sel yang berlangsung terus-menerus, serta untuk keperluan berproduksi. Apabila ternak kekurangan mineral, dapat menyebabkan kelainan proses fisiologis yang disebut defisiensi mineral, " jelasnya.

Defisiensi mineral yang terjadi pada ternak, sebutnya, ditandai dengan ciri-ciri seperti pertumbuhan ternak menjadi terhambat, konsumsi ransum menjadi menurun, osteoporosis (tulang keropos menyebabkan kelumpuhan), nafsu makan menurun, hewan mengunyah kayu, tulang, dan batu, serta pertumbuhan bulu kasar.

Senada dengan Prof Dewi, Dr Sri Suharti, anggota Tim Peneliti lainnya turut menambahkan, salah satu pencegahan defisiensi mineral adalah dengan pemberian mineral blok. Menurutnya, mineral Blok Herbal mengandung mineral baik makro maupun mikro serta bahan herbal.

"Bahan herbal tersebut seperti kunyit, temulawak dan bahan anti cacingan. Bahan lain yang ditambahkan antara lain pollard/dedak sebagai sumber energy, maggot/BSF (black soldier fly) sebagai sumber protein, molasses sebagai sumber energi dan meningkatkan palatabilitas, garam serta kapur sebagai pengikat sekaligus sumber kalsium. Bahan-bahan tersebut dipres sehingga berbentuk padat yang berfungsi sebagai suplemen pakan untuk menjaga kesehatan ternak dan performa ternak meningkat, " jelasnya.

Untuk cara pemberiannya pun terbilang unik. Herbal Mineral Blok ini dikonsumsi ternak dan diberikan dengan cara digantung di kandang sejajar dengan kepala sapi dan diusahakan agar dapat dijilati atau dijangkau oleh ternak. "Saat sapi menjilat, sapi akan mengeluarkan air liur yang efektif sebagai buffer untuk menstabilkan pH rumen. Pada ternak ruminansia, pasokan nutrien lebih banyak bergantung pada mikroba rumen dan produk fermentasinya," jelasnya.

Bahan herbal ini juga dapat diandalkan sebagai suplemen untuk menjaga sistem kekebalan tubuh hewan ternak.

"Dalam produk Mineral Herbal Blok ini juga ada tambahan herbal berupa kunyit yang berfungsi sebagai antibakteri patogen alami, meningkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan nafsu makan, " tambahnya.

Produk dikemas dalam bentuk pakan blok dengan berat 2,5 sampai 3,0 kilogram per blok. Blok tersebut diberikan pada ternak sapi untuk dijilat sampai habis yang memakan waktu sekitar satu bulan. Ia berharap dengan pemberian HMB dan pakan utama berupa konsentrat dan hijauan yang kaya vitamin A dan C dapat meningkatkan imunitas ternak sehingga terhindar dari serangan virus PMK.

Inovasi ini dilandasi ide dimana pada awal tahun 1980-an, peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan produk mineral blok yang isinya berupa mineral dalam konsentrasi tinggi. Mineral blok ini dibuat dalam bentuk kemasan pakan padatan (cetakan press). Pakan padatan tersebut mengandung bahan sumber protein, karbohidrat dan mineral yang disalut dengan molases. Molases merupakan semen agar keras dan ditujukan untuk ternak yang mengalami defisiensi mineral makro dan mikro.



Simak Video "Heboh Senator Australia Sebut Jalanan Bali Penuh Kotoran Sapi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia