Pakar UB Ungkap Cara Mengobati PMK pada Sapi, Harus Vaksin?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 29 Jun 2022 14:45 WIB
Petugas gabungan Puskeswan Sleman dan FKH UGM memeriksa kesehatan sapi di kandang sapi terpadu, Krebet, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Rabu (22/6/2022). Pemeriksaan tersebut guna mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/hp.
Foto: Andreas Fitri Atmoko/Andreas Fitri Atmoko/Pakar UB Ungkap Cara Mengobati PMK pada Sapi, Harus Vaksin?
Jakarta -

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menjangkit sejumlah hewan ternak ruminansia di beberapa daerah. Wabah ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, domba hingga kambing. Bagaimana cara mengobati PMK?

PMK atau juga dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Aphthovirus yakni Aphtae epizooticae.

Melansir laman Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, tingkat penularan PMK cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5%. Angka kematian tinggi ada pada hewan muda atau anak-anak.


Gejala pada Sapi yang Tertular PMK

Sebelum mengetahui cara mengobati PMK pada sapi, terlebih dahulu perlu memahami gejala yang ditunjukkan hewan terjangkit. Berikut ini gejala yang terjadi pada sapi yang tertular PMK.


1. Terdapat demam (pyrexia) hingga mencapai 41°C dan menggigil

2. Mengalami anorexia (tidak nafsu makan)

3. Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari

4. Keluar air liur berlebihan (hipersativasi)

5. Saliva terlihat menggantung, air liur berbusa di lantai kandang.

6. Pembengkakan kelenjar submandibular.

7. Hewan lebih sering berbaring

8. Luka pada kuku dan kukunya lepas.

9. Menggeretakan gigi, menggosokkan mulut, leleran mulut, suka menendangkan kaki.

10. Efek ini disebabkan karena vesikula (lepuhan) pada membrane mukosa hidung dan bukal, 11. lidah, nostril, moncong, bibir, puting, ambing, kelenjar susu, ujung kuku, dan sela antarkuku.

12. Terjadi komplikasi berupa erosi di lidah dan superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen,

13. Mengalami myocarditis dan abortus kematian pada hewan muda,

14. Kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.


Cara Mengobati PMK pada Sapi

Guru Besar Nutrisi Gizi Ternak Ruminansia, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB), Prof. Hendrawan mengatakan bahwa cara mengobati PMK pada sapi tak lain dengan vaksinasi.

Menurutnya, obat yang diberikan hanya memperkecil ruang lingkup penyebaran virus.

"Apabila ternak sudah terjangkit PMK maka yang harus diperhatikan adalah asupan nutrisinya untuk memperkuat imunitas guna melawan virus," terang Hendrawan dikutip dari laman Dinas Kominfo Jawa Timur, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut, pakar UB menyampaikan, pakan peningkat imunitas yang diberikan harus mengandung vitamin A, C, dan E serta zat besi.

Contohnya daun kelor yang memiliki vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk, tiga kali lipat vitamin A daripada wortel, dan senyawa-senyawa antioksidan.

"Pemberian pakan sebaiknya dalam bentuk jus jadi diblender dulu atau dikeringkan dan digiling menjadi bubuk, untuk memudahkan sapi menelannya. Perhatikan kebersihan kandang dan petugas kandang, berikan pakan yang berkualitas, dan tambahan vitamin," paparnya.

Hendrawan berpesan kepada peternak untuk tidak panik dan menjual hewan ternak dengan harga murah. Hal ini karena PMK dapat disembuhkan dan tetap aman dikonsumsi.

"Pesan kami bagi masyarakat dan khususnya peternak, jangan panik! Jangan menjual ternak dengan harga murah dikala wabah seperti ini. PMK dapat disembuhkan dan tetap aman dikonsumsi bagi manusia jika dimasak di atas suhu 70 derajat celcius," tutur Guru Besar Fakultas Peternakan UB tersebut.



Simak Video "Kementan Distribusikan 800 Ribu Dosis Vaksin PMK"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia