ADVERTISEMENT

Berhasil Raih Gelar Master of Science, Pemuda Asal Bone Ini Jadi Pengajar di Jepang

Devi Setya - detikEdu
Jumat, 01 Jul 2022 09:00 WIB
Berhasil Raih Gelar Master of Science, Pemuda Asal Bone Ini Jadi Pengajar di Jepang
Pemuda Asal Bone Ini Jadi Pengajar di Jepang Foto: Dok. pribadi Akrim Said
Jakarta -

Siapapun bisa mengejar mimpi dan cita-cita, termasuk Akrim Said yang berhasil meraih gelar Master of Science di Kagawa Nutrition University, Jepang. Akrim membagikan pengalamannya saat menempuh pendidikan sekaligus memberikan tips dan trik berkuliah di Jepang.

Akrim Said atau akrab disapa Akrim adalah seorang pemuda asal Bone, Sulawesi Selatan. Bermodalkan keberanian, kesungguhan, persiapan akademis yang matang, dan diiringi dengan ibadah serta doa, Akrim berhasil mewujudkan mimpinya melanjutkan studi S2 di Jepang.

Dihubungi detikEdu (30/6) melalui Instagram pribadinya, Akrim menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan ini. Kini ia telah lulus dan meraih gelar Master of Science di Kagawa Nutrition University.

Akrim Said menceritakan bahwa dirinya termasuk salah satu mahasiswa yang beruntung karena berhasil meraih Ajinomoto Scholarship pada tahun ajaran 2019. Untuk bisa mendapatkan fasilitas beasiswa ini, Akrim telah berhasil mengalahkan pilihan kandidat lain yang juga ingin melanjutkan studi S2.

Dengan beasiswa ini, Akrim berhasil menyelesaikan studi S2 di Fakultas Ilmu Gizi - Kagawa Nutrition University. Dengan raihan ini, Akrim mengaku bangga bisa menjadi salah satu yang terpilih.

"Seleksi (beasiswanya) ketat. Selain dapat tuition fee, living cost, kita juga dapat kesempatan factory visit dan berbagi pengetahuan bersama awardee dari kampus dan bidang studi yang lain," ungkap Akrim.

Lebih lanjut, diakui Akrim bahwa passion dalam dirinya turut membantu dalam meraih nilai terbaik untuk thesis yang ia kerjakan. Akrim membeberkan bahwa thesis yang dibuatnya ini adalah e-book yang berisi edukasi seputar gizi.

"Kebetulan, thesis saya itu membuat edukasi gizi berbasis eletronik (E-book) yang menceritakan tentang bagaimana cara mudah dan cerdas mempraktikkan hidup sehat dengan salah satunya memperhatikan makanan kemasan yang kita makanan, atau bahasa mudahnya cerdas membaca label makanan. Tentunya dari persiapan hingga mengolah hasil penelitian banyak proses yang sudah dilalui. Misal mulai dari pilih karakter tokoh cerita yang pas, membuat cerita yang menarik, mencari ilustrator, uji coba media hingga aplikasinya kepada anak sekolah yang ada di Indonesia dan Tokyo," jelas Akrim.

Selama menjalani program kuliah di Jepang, Akrim membagikan pengalaman unik terkait dirinya yang belum mahir membaca tulisan Kanji. Pernah suatu hari, Akrim berurusan dengan pihak keamanan lantaran ia memarkir sepeda di tempat umum.

"Ada cerita menarik yang ingin saya share juga ketika masih sebagai research student dan master program. Paling berkesan adalah saat sepeda milik kampus sempat ditahan di tempat parkiran umum, sebab saya belum bisa baca tulisan Kanji," kenang Akrim.

Lulusan Sarjana Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga membeberkan rencana-rencana yang akan dilakukan setelah meraih gelar Master of Science dari Kagawa Nutrition University. Ia saat ini tengah disibukkan dengan kegiatan sebagai pengajar di YUAI Islamic International School Tokyo.

"Alhamdulillah, saat ini saya menjadi seorang pengajar di bidang Physical Education & Islamic Study di YUAI Islamic International School Tokyo. Harapannya disamping mengajar, saya ingin membuat beberapa media edukasi gizi yang menyenangkan. Belajar dari panutan-panutannya media edukasi gizi yang ada di Jepang," lanjutnya.

Tips melanjutkan pendidikan di Jepang

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia