Surat Al Baqarah, Surat Terpanjang dan Mengandung Ayat Paling Agung

Kristina - detikEdu
Jumat, 01 Jul 2022 06:00 WIB
Ilustrasi Al Quran
Ilustrasi Al-Qur'an surat Al Baqarah. Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Surat Al Baqarah adalah surat ke-2 yang terdiri dari 286 ayat. Al Baqarah menjadi surat terpanjang dalam Al-Qur'an dan mengandung satu ayat paling agung, ayat kursi.

Al Baqarah artinya sapi betina. Menurut Tafsir Al Azhar, dinamakan surat Al Baqarah karena ada kisah tentang Bani Israil yang kala itu disuruh oleh Nabi Musa mencari seekor sapi betina untuk disembelih. Peristiwa ini diterangkan pada ayat 67-74.

Surat Al Baqarah diturunkan di Kota Madinah, sehingga tergolong surat Madaniyah. Namun, ada satu ayat dalam surat Al Baqarah yang diturunkan di Mina yaitu ayat 281. Ayat tersebut diturunkan saat haji Wada, haji terakhir Rasulullah SAW.

Menurut Imam As-Suyuthi dalam bukunya Asbabun Nuzul, menurut riwayat Ibnu Jarir dari jalur Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Ikrimah atau dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas RA, firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang kafir (ayat 6)" turun pada orang Yahudi di Madinah.

Dari Mujahid RA sebagaimana ditakhrij oleh Al-Firyabi dan Ibnu Jarir, disebutkan bahwa empat ayat dari awal surat Al Baqarah turun dalam perkara orang-orang mukmin, dua ayat turun dalam perkara orang-orang kafir, dan tiga belas ayat turun dalam perkara orang-orang munafik.

Intisari Surat Al Baqarah

Ayat-ayat dari surat Al Baqarah umumnya agak panjang, tidak seperti surat-surat yang diturunkan di Mekkah. Sebab, kata Buya Hamka dalam tafsirnya, surat-surat yang diturunkan di Madinah banyak mempericikan hukum, terlebih kaum muslimin pada waktu itu harus berhadapan dengan orang Yahudi.

Surat Al Baqarah mengandung penjelasan tentang takwa dan iman, kufur, nifaq, malaikat dan khalifah, dakwah kepada Bani Israil, menyembelih sapi betina, sopan santun dengan Rasulullah SAW, perjuangan Nabi Ibrahim, kiblat, cobaan hidup, sa'i di antara Shafa dan Marwah, mengenal Allah dengan memperhatikan alam, para pengikut, dan soal makanan.

Kemudian, qishash, wasiat, puasa, pengaruh doa, pakaian, harta tak halal, berjuang di jalan Allah, syariat haji dan umrah, kebohongan hidup, perintah berperang, minuman keras dan perjudian, memilih teman hidup, bersumpah, rumah tangga (talak, rujuk, iddah, menyusukan anak), memilih pemimpin, hingga wasiat.

Ayat Kursi dalam Surat Al Baqarah

Surat Al Baqarah ayat 255 memiliki kedudukan agung. Ayat ini disebut dengan ayat kursi. Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan, ayat ini paling utama dalam Al-Qur'an sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

Telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Sa'id Al-Jariri dari Abus Salil dari Abdullah Ibnu Rabah dari Ubay ibnu Ka'b bahwa Nabi SAW pernah bertanya kepadanya, Ayat Kitabullah manakah yang paling agung? Ubay menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."

Nabi SAW mengulang-ulang pertanyaannya, maka Ubay menjawab, "Ayat Kursi." Lalu Nabi SAW bersabda: Selamatlah dengan ilmu yang kamu miliki, hai Abdul Munzir. Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya Ayat Kursi itu mempunyai lisan dan sepanjang bibir yang selalu menyucikan Tuhan Yang Mahakuasa di dekat pilar Arasy." (HR Ahmad).

Berikut bacaan ayat kursi atau surat Al Baqarah ayat 255:

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

Keutamaan Dua Ayat Terakhir Surat Al Baqarah

Menurut sebuah riwayat yang terdapat dalam shahih Muslim, dua ayat terakhir surat Al Baqarah, yakni ayat 285 dan 286, dapat melindungi pembacanya. Hadits ini bersumber dari Abu Mas'ud RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa membaca dua ayat di akhir surat Al Baqarah dalam satu malam, maka cukuplah dua ayat tersebut sebagai penyebab perlindungan Allah kepadanya."

Berikut bacaan surat Al Baqarah ayat 285 dan 286 beserta artinya:

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥

285. Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Mereka juga berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali."

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ ٢٨٦

286. Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir."

Hikmah Diturunkannya Surat Al Baqarah

Menurut Buya Hamka dalam kitab tafsirnya, dalam surat Al Baqarah terdapat pembangunan jiwa kaum mukminin dalam memegang teguh agama, menegakkan budi, dan menyebarkan dakwah. Berikut hikmah selengkapnya:

  1. Supaya mempunyai kesungguhan dan memberikan teladan yang baik yang akan ditiru orang.
  2. Kesanggupan menegakkan dalil dan alasan bahwa golongan yang tidak menyetujui ajaran Islam adalah pada pendirian yang salah.
  3. Jangan merasa lemah dan hina karena kemiskinan atau karena berpindah dari tempat kelahiran ke tempat baru. Sebab, mereka pindah karena cita-cita. Selain itu, jangan gentar menghadapi bahaya.
  4. Bersiap dan berwaspada terus, sedia senjata dan berani menghadapi bahaya, karena mereka selalu dalam kepungan musuh.
  5. Kuatkan hati, perdalam pengertian tentang iman dan perhebat hubungan dengan Allah dengan melakukan ibadah dan takwa, sehingga segala kebiasaan jahiliyah yang telah lalu akan hilang dari diri sendiri dan dari masyarakat.
  6. Dirikan rumah tangga yang baik, persuami-istrian yang tenteram dan alirkan pendidikan kepada anak, dan sebarkan cinta kepada sesama manusia, kepada keluarga terdekat, anak yatim dan orang fakir miskin.

Surat Al Baqarah ini terdapat dalam juz 1 sampai 3.



Simak Video "Viral Video Bapak Gendong Anak, Bahagia Putranya Hafal Al-Qur'an"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia