Bimbingan Konseling: Pengertian, Tujuan, dan Asas

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Kamis, 30 Jun 2022 07:30 WIB
ilustrasi konseling
Ilustrasi. Apa yang dimaksud dengan bimbingan konseling? (Thinkstock)
Jakarta -

Saat bersekolah, istilah bimbingan konseling (BK) adalah istilah yang mungkin familiar di kalangan siswa. Bimbingan konseling erat kaitannya dengan masalah yang dimiliki oleh siswa dan nasihat dari guru BK.

Pengertian Bimbingan Konseling

Dalam konteks pendidikan, bimbingan konseling adalah bantuan layanan dari sekolah yang diberikan kepada siswa yang memiliki masalah agar dapat memahami kesulitannya. Adanya bimbingan konseling ini diharapkan dapat menuntun siswa untuk mengatasi masalahnya.

Di samping itu, bimbingan konseling dilakukan untuk memfasilitasi klien dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal, pengembangan perilaku dan fungsi yang efektif. Biasanya, pendekatan yang dilakukan dalam bimbingan konseling yakni dengan melakukan interview atau wawancara klien.

Interview merupakan cara atau bantuan yang sesuai untuk diberikan kepada seseorang dalam memecahkan masalah, seperti dijelaskan dalam artikel ilmiah berjudul Bimbingan Konseling.

Tujuan Bimbingan Konseling

Ada beberapa tujuan konseling khususnya di lingkungan sekolah. Beberapa tujuan dibentuknya bimbingan konseling di antaranya:

  • Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupan klien di masa mendatang.
  • Mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki klien.
  • Menuntun seseorang agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.
  • Mampu mengatasi permasalahan yang dihadapi yang ada di lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

Asas Bimbingan Konseling

Mengutip buku Dasar-Dasar Konseling oleh Abu Bakar M. Luddin, ada beberapa asas yang perlu diterapkan dalam melakukan bimbingan konseling, yaitu:

  • Asas Kerahasiaan

Asas ini menuntut segala sesuatu terkait data dan keterangan milik klien yang merupakan sasaran layanan untuk dirahasiakan. Konselor bertanggung jawab untuk memastikan dan menjamin kerahasiaan data dan keterangan milik klien.

  • Asas Kesukarelaan

Terkait dengan asas isi, klien secara sukarela mengikuti dan menjalani bimbingan serta layanan yang dibutuhkan klien. Utamanya tanpa ada unsur paksaan.

  • Asas Keterbukaan

Asas keterbukaan artinya menghendaki klien untuk terbuka dan tidak berpura-pura dalam menjalani bimbingan, baik ketika memberikan informasi tentang dirinya maupun ketika menerima informasi untuk pengembangan diri.

  • Asas Kekinian

Asas ini menghendaki sasaran layanan merupakan permasalahan klien terkait dengan kondisinya saat ini. Dengan begitu, konselor akan dapat melihat pengaruh atau pun dampak bagi klien di masa lalu dan di masa depan dengan kaitannya di masa kini.

  • Asas Kemandirian

Asas kemandirian mengacu pada tujuan umum bimbingan dan konseling, yaitu klien diharapkan menjadi individu mandiri yang dapat mengenal dan menerima diri sendiri serta lingkungannya, mampu memutuskan suatu hal, dan menuntun diri sendiri.

  • Asas Kegiatan

Asas kegiatan menghendaki klien untuk berpartisipasi secara aktif dalam menjalani bimbingan. Konselor berperan untuk mendorong klien agar mau untuk bersikap aktif terhadap layanan yang diberikan.

  • Asas Kedinamisan

Asas ini menuntut agar isi layanan terhadap sasaran layanan bergerak maju dan berkembang serta berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan klien.

  • Asas Keterpaduan

Terkait dengan asas keterpaduan, layanan yang dilakukan oleh konselor maupun pihak lain bersifat harmonis, terpadu, dan saling menunjang. Koordinasi dari seluruh pihak diperlukan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan.

  • Asas Kenormatifan

Asas kenormatifan menghendaki agar layanan tidak bersifat kontradiktif dengan norma-norma yang berlaku. Asas kenormatifan berlaku terhadap isi maupun proses pelaksanaan bimbingan dan konseling.

  • Asas Keahlian

Asas ini menuntut agar layanan yang dilaksanakan atas dasar profesionalitas. Pihak yang memberikan layanan harus merupakan seorang yang ahli di bidangnya.

  • Asas Alih Tangan Kasus

Terkait dengan asas alih kasus, pihak-pihak yang tidak menyanggupi untuk melaksanakan pelayanan bimbingan konseling secara cepat dan tepat agar dialihkan kepada pihak yang lebih ahli dan mampu.

  • Asas Tut Wuri Handayani

Asas Tut Wuri Handayani menuntut agar pelayanan dapat menciptakan situasi dan kondisi yang mengayomi, mengembangkan keteladanan, serta mendorong klien untuk maju.

Demikian penjelasan mengenai bimbingan konseling berikut dengan tujuan dan asasnya. Semoga bermanfaat!



Simak Video "Bejat! Guru Agama Cabuli 3 Siswa SMP di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia