Lisosom: Fungsi dan Penyakit Gangguan Penyimpanannya

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Kamis, 30 Jun 2022 06:30 WIB
Bakteri Berkomunikasi untuk Menyerang Kolektif Sel Tubuh
Foto: DW (SoftNews)
Jakarta -

Lisosom merupakan organel sel berbentuk kantung yang diselubungi oleh membran tunggal. Lisosom memiliki enzim-enzim hidrolitik yang digunakan oleh sel hewan untuk mencerna makanan menjadi makromolekul.


Mengutip buku Biologi Sel oleh Rahmadina dan Husnarika, organel sel ini ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve. Lisosom terdapat di sel eukariotik, dengan bentuk yang agak bulat berdiameter 1,5 ┬Ám dan dibatasi oleh membran tunggal. Namun terkadang ditemukan juga lisosom dengan ukuran yang sangat kecil.


RE kasar menciptakan enzim hidrolitik dan membran lisosom yang kemudian akan ditransfer ke badan golgi untuk diproses kembali. Badan golgi akan menghasilkan lisosom yang mengandung banyak protein di dalamnya, seperti dijelaskan pada Modul Pembelajaran Mandiri Biologi Bab Sel.


Fungsi Lisosom


Lisosom memiliki beberapa fungsi yang dapat dikategorikan ke dalam 3 kelompok, yaitu:

  1. Mencerna zat-zat makanan. Pada kategori ini, lisosom bekerja menghancurkan zat-zat makanan asing yang masuk/berada di dalam sitoplasma.
  2. Autofagi, yaitu penguraian atau degradasi terhadap bagian sel yang sudah tidak berfungsi.
  3. Autolisis, yaitu menghancurkan sel sendiri.


Beberapa fungsi lisosom, di antaranya:

  1. Lisosom berfungsi menghancurkan diri sendiri dengan melepaskan semua enzim yang ada pada lisosom.
  2. Mencerna zat-zat makanan asing hasil fagositosis (berbentuk padat) dan pinositosis (berbentuk cairan)
  3. Mencerna makanan cadangan
  4. Menghancurkan organel sel yang sudah tua atau yang sudah rusak sehingga tidak dapat bekerja lagi
  5. Menghancurkan benda yang terdapat di luar sel
  6. Menghancurkan zat asing


Gangguan Pada Lisosom


Gangguan yang terjadi pada lisosom biasa disebut dengan gangguan penyimpanan lisosom atau lysosomal storage disorder (LSD). LSD adalah penyakit genetik yang dapat mengurangi satu atau lebih enzim hidrolase pada lisosom.


LSD dapat mengganggu fungsi kerja enzim pada lisosom yang akan berakibat penumpukan partikel yang tidak dapat dicerna. LSD disebabkan oleh:

Kekurangan enzim aktivator.

Kekurangan substrat protein aktivator.

Kekurangan transport protein untuk mengangkut hasil pencernaan dari lisosom.

Adanya kelainan pada proses post-translational protein enzim.


LSD dikategorikan berdasarkan jenis substrat yang mengalami penumpukan. Berikut pengelompokannya:

  • Kerusakan metabolisme glikosaminoglikans (Mukopolisakaridosis)
  • Kerusakan degradasi glikan dari glikoprotein
  • Kerusakan degradasi glikogen
  • Kerusakan degradasi komponen sphingolipid
  • Kerusakan degradasi polipeptida
  • Kerusakan degradasi transport kolesterol, kolesterol ester, atau kompleks lipid lainnya
  • Defisiensi multipel enzim lisosom
  • Kerusakan transpor dan pertukaran





Simak Video "Deretan Desainer yang Gunakan Organ Manusia Dalam Karyanya"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia