ADVERTISEMENT

6 Hewan Purba yang Masih Hidup di Indonesia, Ada Satwa Berdarah Biru

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Senin, 27 Jun 2022 21:00 WIB
Darah biru belangkas.
Belangkas hewan purba yang banyak diburu (Foto: CNN)
Jakarta -

Apakah kamu pernah membayangkan jika ada hewan purba yang masih hidup hingga sekarang? Yap, faktanya ada beberapa jenis hewan purba yang masih hidup dan berada di Indonesia.

Hewan purba adalah hewan yang berasal dari masa lampau dan pada akhirnya mengalami kepunahan. Faktanya, saat ini masih ada beberapa hewan yang diidentifikasi sebagai hewan purba yang telah hidup ratusan ribu hingga jutaan tahun yang lalu.

Hewan purba ini mengalami evolusi yang cukup kompleks hingga akhirnya dapat bertahan hidup di tengah kondisi iklim dan zaman yang berbeda.

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diperkirakan memiliki lebih dari 400.000 jenis hewan dan ikan. Atas dasar ini, Indonesia sekarang menduduki posisi kedua sebagai negara dengan kekayaan hayati terbesar di belakang negara Brasil.

Hewan Purba di Indonesia

Mengutip dari penjelasan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa Indonesia memiliki 8157 spesies vertebrata yang terdiri dari mamalia, burung, dan juga ikan. Tentu dari jumlah yang melimpah ini, ada beberapa hewan purba https://www.detik.com/tag/hewan-purba yang wajib untuk kamu ketahui. Berikut adalah penjelasannya:

1. Komodo

Komodo merupakan hewan purba yang diperkirakan oleh peneliti telah hidup sejak 30 juta tahun yang lalu. Hewan reptil ini memang hanya dapat ditemukan secara otentik di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Reptil purba endemik ini memang berkembang di kawasan Asia dan termasuk saudara dekat dari dinosaurus.

2. Belangkas

Hewan yang satu ini mungkin terdengar asing di telinga kamu. Yap, hewan bernama belangkas ini merupakan spesies purba avertebrata atau hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Belangkas sendiri menurut para ahli sudah hidup sekitar 250 hingga 400 juta tahun yang lalu.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, belangkas dikenal juga dengan nama ketam tapal kuda.

Di Indonesia ada 3 jenis yang dilindungi yaitu Belangkas besar (Tachypleus gigas), Belangkas tiga duri (Tachypleus tridentatus), dan Belangkas padi (Carcinospius rotundicauda).

Hewan purba ini hidup di perairan dangkal di wilayah payau dan kawasan mangrove.

Pada tahun 2018 pemerintah melalui KLHK menyatakan belangkas merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan P.20/MenLHK/Setjen/kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Meski demikian ternyata saat ini masih marak terjadi penyelundupan belangkas. Mengapa demikian?

Ekstrak plasma darah satwa ini digunakan untuk kajian biomedis dan lingkungan, salah satunya untuk mendiagnosis penyakit meningitis dan gonorhoe. Ekstrak tersebut banyak digunakan di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Asia Barat.

Dikutip dari artikel Darah Biru yang Berharga karya Astri Chairunnisa yang diterbitkan di laman Forestation FKT UGM, belangkas yang memiliki darah berwarna biru ini sangat bernilai di dunia medis.

Darah tersebut mengandung amoebosit yang sensitif terhadap racun dari bakteri berbahaya dan menangkapnya dalam struktur seperti gel, sehingga kerap dipanen untuk mengetes keamanan obat-obatan dan peralatan medis.

3. Buaya

Buaya merupakan reptil bertubuh besar yang hidup di perairan. Menurut para ahli, buaya merupakan keturunan langsung dari reptil purba yang diprediksi hidup sekitar 100 sampai 200 juta tahun yang lalu. Dahulu kala, buaya purba dapat berukuran hingga 11 sampai 12,5 meter dan saat ini hanya berukuran 4 hingga 5 meter saja.

4. Ikan Arwana

Ikan yang harganya super mahal ini masuk dalam kategori hewan purba yang telah hidup di perairan air tawar sejak 60 hingga 200 juta tahun yang lalu. Ikan arwana ini masuk dalam genealogi keluarga Osteoglossidae yang telah menguasai sungai di zaman kapur dulu.

5. Penyu

Seperti informasi yang dijelaskan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bahwa penyu merupakan hewan purba yang masih hidup hingga saat ini. Menurut para ahli, penyu telah hidup sejak 140 sampai 200 juta tahun lalu atau di zaman jura.

6. Ikan Coelacanth

Ikan coelacanth ini bisa dibilang sebagai ikan yang super langka dan dilindungi oleh negara. Dikutip dari laman LIPI, nama coelacanth berasal dari kata-kata Yunani coelia (berongga) dan acanthos (duri), yang berarti ikan dengan duri berongga.

Catatan sejarah menyebut ikan coelacanth hidup pertama kali ditangkap kalangan ilmiah pada tanggal 23 Desember 1938 tak jauh dari mulut sungai Chalumna.

Kurator museum di East London, Afrika Selatan, Marjorie Courtenay-Latimer lalu menyerahkan ikan tersebut pada ahli ikan dari Universitas Rhodes, Prof. J.L.B. Smith. Untuk menghormati jasa Latimer dan Smith, ikan purba itu kemudian diberi nama Latimeria chalumnae Smith.

Enam puluh tahun kemudian seekor ikan coelacanth tertangkap jaring nelayan di perairan Manado Tua, Sulawesi Utara. Ikan yang oleh nelayan setempat dikenal dengan nama raja laut itu kemudian dikirimkan kepada seorang peneliti Amerika yang tinggal di Manado, Mark Edmann.

Bersama dua koleganya, R.L. Caldwell dan Moh. Kasim Moosa dari LIPI, Mark menerbitkan temuannya di majalah ilmiah Nature, 1998. Semula, para ilmuwan mengira coelacanth yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara itu sejenis Latimeria chalumnae Smith.

Belakangan, berdasarkan analisis DNA-mitokondria dan isolasi populasi, meski masih satu ordo, kedua ikan itu ternyata berbeda. Beberapa peneliti Indonesia dan Prancis kemudian mengusulkan ikan raja laut asal Manado itu sebagai spesies baru dengan nama ilmiah Latimeria menadoensis.

Ikan coelacanth tergolong ke dalam ordo Coelacanthiformes. Berdasarkan fosilnya, pertama kali muncul di bumi pada zaman Devonian (sekitar 400 juta tahun lalu). Selain Latimeria chalumnae dan Latimeria menadoensis, semua anggota Coelacanthiformes telah punah dan hanya menyisakan fosil.

Nah, itu adalah beberapa hewan purba yang masih hidup di Indonesia. Apakah detikers pernah melihat salah satu dari hewan purba di atas tadi?



Simak Video "Tarif Rp 3,75 Juta Pulau Komodo Akhirnya Ditunda Usai Tuai Protes"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia