ADVERTISEMENT

Alasan Tali Toga Dipindah ke Kanan saat Wisuda, Berkaitan dengan Fungsi Otak?

Nikita Rosa Damayanti Waluyo - detikEdu
Minggu, 26 Jun 2022 20:00 WIB
shot of graduation hats during commencement success graduates of the university, Concept education congratulation. Graduation Ceremony ,Congratulated the graduates in University.
Ilustrasi. Ini alasan tali toga kerap dipindahkan dari kiri ke kanan saat wisuda. (Getty Images/iStockphoto/Rattankun Thongbun)
Jakarta -

detikers, pasti tidak asing dengan atribut satu ini. Toga adalah kostum yang identik dengan upacara kelulusan usai menempuh pendidikan. Pakaian toga terdiri dari topi, jubah, dan identitas kampus.

Pada saat upacara wisuda, terdapat prosesi pemindahan tali yang ada di topi toga dari kiri ke kanan. Kira-kira apa maknanya?

Sejarah Toga

Sebelumnya, kita kenali dulu asal-usul toga. Melansir dari laman TIME, toga adalah baju hangat para mahasiswa pada abad ke 12 hingga 13. Kemudian zaman berkembang dan toga serta jubah wisuda dianggap menjadi pembeda antara kelompok yang memperoleh pendidikan dan masyarakat biasa.

Lama-kelamaan anggapan ini tidak berlaku lagi. Namun topi dan toga wisuda tetap menjadi simbol pengakuan dan pencapaian.

Dikutip dari Graduation Source, sejak itulah tradisi topi, toga, dan gaun wisuda menjadi bagian penting dari pengalaman akademis seseorang dan mulai diadopsi oleh beberapa universitas di abad pertengahan. Perguruan tinggi pertama yang meresmikan jubah kelulusan atau toga wisuda adalah University of Oxford dan University of Cambridge.

Apa Makna Tali Toga Dipindah Ke Kanan?

Pada saat upacara kelulusan, wisudawan yang menggunakan toga akan melakukan prosesi pemindahan tali toga dari kiri ke kanan. Ternyata, prosesi ini bukan hanya sekedar simbolis.

Guru Besar Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Dr. Slamet Widodo menjelaskan, perpindahan tali toga dari kiri ke kanan berkaitan dengan fungsi otak kiri.

"Selama ini kuliah berada di otak kiri untuk berpikir. Kenapa dipindahkan ke kanan? Itu simbolis. Anak-anakku diserahkan kembali ke masyarakat dan berkiprah menerapkan ilmunya," ujarnya dikutip dari laman UM Metro, Minggu (26/6/2022).

Prof. Slamet melanjutkan, otak kiri memiliki fungsi untuk kecerdasan manusia, berpikir secara kritis dan berlogika. Sebagai mahasiswa, otak kiri menjadi lebih dominan.

Kemudian setelah lulus, akan ada perpindahan sebagai simbol perubahan status dari mahasiswa menjadi anggota masyarakat. Artinya, mahasiswa tak lagi hanya menggunakan otak kiri.

"Ketika tali toga secara simbolis telah dipindahkan pada bagian kanan, ada perubahan besar yang terjadi. Mahasiswa akan kembali pada masyarakat dan menjadi bagian di dalamnya. Setiap ilmu yang diperoleh bukan hanya sebatas teori, namun praktik nyata," jelasnya.

Prof. Slamet juga menambahkan, toga menjadi pesan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

"Pada hari wisuda harus move on, yang tadinya belajar tidak produktif dan malas-malasan, mulai setelah wisuda mindset harus berubah mempersiapkan masa depan," tutup Prof. Slamet.



Simak Video "Masak Masak: Otak-otak Ikan Tongkol Super Endol"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia