Ketahui Jenis-Jenis Sampling Agar Tak Salah saat Penelitian

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Rabu, 22 Jun 2022 12:45 WIB
ilustrasi riset
Ketahui Jenis-Jenis Sampling Agar Tak Salah saat Penelitian (Foto: ilustrasi/thinkstock )
Jakarta -

Sampling merupakan istilah yang erat kaitannya dengan penelitian. Berdasarkan KBBI, kata yang merupakan kata serapan dari Bahasa asing ini memiliki arti "pemercontoh". Namun, apabila dikaitkan dengan penelitian, apa sih arti sampling itu?

Sampling adalah proses di mana porsi dari suatu populasi diseleksi agar dapat mewakilkan populasi tersebut. Tujuan dari dilakukannya sampling adalah untuk mendapatkan sampel (objek sampling) yang benar-benar sesuai dan dapat menggambarkan populasi untuk dijadikan sebagai subjek penelitian. Untuk mengambil sampel, teknik sampling terbagi menjadi dua kategori, yaitu probability sampling dan non-probability sampling.

Probability Sampling

Sampling yang termasuk dalam kategori probability sampling menekankan prinsip bahwa setiap subjek dalam populasi memiliki kesempatan fifty-fifty untuk terpilih atau tidak terpilih sebagai sampel. Berikut beberapa teknik sampling dengan jenis probability sampling.

Simple random sampling

Jenis sampling ini dilakukan dengan penyeleksian secara acak pada setiap elemen tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Pengambilan sampel ini merupakan teknik dengan jenis probabilitas yang sangat sederhana.

Stratified random sampling

Pengambilan sampel secara stratified random bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang merupakan bagian penting dari sebuah populasi. Metode ini dilakukan untuk memperoleh sampel yang representatif.

Cluster Sampling

Teknik cluster sampling dapat digunakan apabila objek penelitian atau sumber data sangat luas. Cluster sampling dapat dipilih karena dua keadaan. Yang pertama, ketika simple random sampling tidak dapat dilakukan karena beberapa faktor seperti jarak yang jauh dan biaya yang tidak memadai. Yang kedua, ketidaktahuan peneliti terhadap lokasi pasti dari populasi yang akan digunakan, sehingga tidak memungkinkan untuk menyusun kerangka sampling

Systematic Sampling

Pemilihan sampel ini dilakukan secara sistematik dengan syarat adanya daftar subjek yang dibutuhkan. Teknik ini dilakukan sesuai dengan nomor urut yang telah diberikan kepada elemen atau anggota populasi.

Non-Probability Sampling

Non-probability sampling atau non-random sampling merupakan teknik sampling yang menggunakan sampel pilihan berdasarkan subjektivitas peneliti dan tidak acak. Non-probability sampling ditentukan oleh keahlian peneliti.

Non-probability sampling banyak dipakai dalam penelitian kualitatif. Dalam teknik ini, tidak semua sampel dari sebuah populasi memiliki probabilitas terpilih seperti pada teknik random sampling. Beberapa teknik sampling yang termasuk dalam non-probability sampling, di antaranya:

Purposive Sampling (Judgmental Sampling)

Purposive sampling merupakan teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel sesuai dengan pengetahuan peneliti terhadap penelitian (berdasarkan tujuan atau masalah dari penelitian). Sampel yang dipilih karena dianggap sesuai untuk penelitian tersebut dan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan.

Consecutive Sampling

Pengambilan sampel ini dilakukan dengan menetapkan subjek yang memenuhi kriteria penelitian dan dimasukkan dalam penelitian hingga waktu tertentu. Teknik sampling ini merupakan teknik non-probability yang cukup mudah untuk dilakukan. Consecutive Sampling menetapkan satu objek lain agar jumlah sampel yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

Convenience Sampling

Metode ini dilakukan dengan cara menetapkan sampel dan mencari subjek berdasarkan hal-hal yang menyenangkan atau diminati oleh peneliti. Sampel dipilih berdasarkan populasi yang tersedia dan mudah dijangkau oleh peneliti. Subjek penelitian dijadikan sebagai sampel karena secara kebetulan ditemukan di lokasi dan keadaan yang bersamaan dengan pengambilan data.

Sampel pada teknik ini diambil tanpa sistematika apapun. Biasanya, peneliti memilih teknik ini karena ketidakmungkinan untuk menjangkau semua populasi yang sangat besar dan tempat penelitian yang sangat luas.

Quota sampling

Metode quota sampling dilakukan dengan menentukan sampel dalam kuota. Kemudian menetapkan setiap strata populasi sesuai dengan tanda-tanda yang memiliki pengaruh dominan terhadap variabel yang akan diteliti.

Populasi dalam teknik ini tidaklah homogen, sehingga populasi perlu diseleksi terlebih dahulu ke dalam kategori strata. Nantinya setiap strata akan diberikan jatah sampel agar sampel tersebut dapat mewakili semua strata.

Kuota pada teknik ini berarti subjek ditetapkan berdasarkan kapasitas yang diperlukan dalam penelitian. Besaran kuota dapat ditentukan secara proporsional.

Snowball Sampling

Teknik snowball adalah teknik pengambilan sampel yang dimulai dari sampel pertama (baik hanya satu maupun lebih dari satu). Sampel pertama akan dibutuhkan untuk menentukan objek lainnya yang sesuai dengan karakteristik sampel dan kemudian memberitahukannya kepada peneliti.

Pengambilan sampel ini dilakukan berulang kali hingga jumlah kebutuhan sampel terpenuhi. Dari satu sampel bertambah menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya. Penambahan tersebut diibaratkan dengan bola salju yang menggelinding dan semakin membesar.

Peneliti memilih teknik ini karena tidak mengetahui keberadaan populasi tersebut.

Demikian penjelasan tentang jenis-jenis sampling yang dapat digunakan saat melakukan penelitian. Semoga membantu.



Simak Video "4 Teknologi yang Mencoba "Melawan" Kuasa Tuhan "
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia