Inti Bumi di Bawah Laut Banda Miring? Studi Jelaskan Jawabannya

Novia Aisyah - detikEdu
Minggu, 19 Jun 2022 18:30 WIB
Inti Bumi
Ilustrasi inti bumi. Foto: IFL Science
Jakarta -

Penelitian para seismolog Universitas California (UC) Berkeley menyatakan, inti besi padat planet bumi tumbuh lebih cepat di satu sisi ketimbang lainnya. Hal ini terjadi sejak inti tersebut membeku lebih dari setengah miliar tahun lalu.

Awalnya inti bumi meleleh namun mulai membeku seiring waktu. Dikutip dari Berkeley News, pertumbuhan inti besi padat terjadi di Laut Banda, Indonesia. Kondisi ini nyatanya tak berefek pada kedudukan inti bumi.

Kondisi ini dipengaruhi gravitasi bumi yang membantu inti tetap berimbang. Gravitas juga membuat pertumbuhan inti merata, agar bisa mempertahankan inti bulat yang tumbuh dengan radius rata-rata 1 milimeter per tahun.

Walau begitu, peningkatan pertumbuhan di satu sisi memperlihatkan sesuatu di luar inti bumi yang mengeluarkan panas. Kecepatan tumbuh inti bumi di Indonesia ini lebih tinggi daripada yang berlokasi di Brazil.

Seiring dengan panas, pendinginan yang lebih cepat di satu sisi berpengaruh pada kristalisasi besi dan pertumbuhan inti bumi. Kristalisasi yang lebih cepat dapat berdampak pada medan magnet bumi dan riwayatnya.

Konveksi yang didorong pelepasan panas dari inti bumi bagian dalam inilah yang pada akhirnya memunculkan medan magnet. Adanya medan magnet melindungi bumi dan penduduknya dari partikel berbahaya matahari.

"Kami memberi batasan yang agak longgar mengenai usia inti bagian dalam, yakni antara setengah miliar dan 1,5 miliar tahun. Sehingga, bisa membantu perdebatan mengenai bagaimana medan magnet dihasilkan sebelum inti yang padat di bagian dalam," terang Barbara Romanowicz, Profesor Pascasarjana Departemen Bumi dan Ilmu Planet di UC Berkeley.

"Kami memahami medan magnet terbentuk sejak 3 miliar tahun yang lalu, maka proses lain pasti telah menyebabkan terjadinya konveksi panas di bagian luar inti pada waktu itu," sambungnya lagi.

Selain tentang medan magnet, pertumbuhan inti bumi yang tidak berimbang juga menjelaskan kristalisasi besi di bagian terdalam planet biru ini. Pertanyaan tentang kristalisasi besi ini membuat para ilmuwan penasaran selama tiga dasawarsa terakhir.

Kristalisasi besi di inti Bumi tampaknya lebih lebih cenderung sejajar di sepanjang sumbu rotasi Bumi, lebih cenderung di bagian barat ketimbang timur. Romanowicz, Daniel Frost dari Berkeley Seismological Laboratory (BSL) dan rekannya juga menciptakan permodelan kristalisasi inti Bumi.

"Inti bagian dalamnya asimetris. Bagian barat terlihat berbeda dari bagian timur sampai tengah," kata Frost.

Menurut Frost, satu-satunya hal yang bisa timnya jelaskan adalah, salah satu sisi inti bumi tersebut tumbuh lebih cepat dari yang lain. Perbedaannya adalah, sisi timur lebih tinggi 60 persen dari bagian barat.



Simak Video "Ilmuwan: Bumi Berputar Lebih Cepat di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia