Susunan Tata Surya, Lengkap dengan Teori Geosentris dan Heliosentris

Anisa Rizki - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 10:00 WIB
Ilustrasi Tata Surya (NASA/W STENZEL)
Ilustrasi tata surya/Foto: NASA/W STENZEL
Jakarta -

Tata surya adalah susunan benda-benda di langit yang terdiri atas matahari sebagai pusatnya dan planet-planet, meteoroid, komet, dan asteroid yang mengelilingi matahari. Susunan tata surya terdiri atas matahari, delapan planet, satelit-satelit pengiring planet, komet, asteroid dan meteoroid.

Saat benda-benda langit seperti planet dan lainnya mengelilingi matahari, fenomena tersebut dikenal dengan revolusi. Lain halnya dengan rotasi yang memiliki arti benda-benda langit berputar pada porosnya masing-masing.

Dikutip dari buku IPA Terpadu Jilid 3B yang disusun oleh Mikrajuddi dkk, para ahli masih memperdebatkan terkait benda-benda langit yang menjadi sistem tata surya. Lantas, benda manakah yang menjadi pusat tata surya? Bumi atau matahari?

Terdapat dua teori mengenai pusat tata surya, yaitu teori geosentris dan heliosentris. Berikut penjelasannya.

Teori Geosentris

Teori geosentris menempatkan bumi sebagai pusat tata surya. Geo artinya bumi dan sentris berarti pusat. Klaudius Ptolemaeus, seorang ahli geografi asal Yunani telah menetapkan dasar perhitungan matematika untuk perhitungan benda langit, sehingga sistem geosentris ini cukup lama bertahan.

Namun, saat teleskop ditemukan dan pengamatan jadi lebih mendalam tentang gerak planet terdekat, maka ditemukan ketidakmampuan sistem geosentris dalam menerangkan beberapa sifat gerak planet.

Teori Heliosentris

Niclaus Copernicus, seorang astronom sekaligus matematikawan yang berasal dari Polandia merombak sistem geosentris yang digagas oleh Klaudius. Ia menggagas teori heliosentris, helio artinya matahari dan sentris berarti pusat.

Dalam bukunya yang berjudul De Revolutionibus Orbium Coelestium, Copernicus menyebutkan bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan semua planet, termasuk bumi. Menurut Copernicus, bumi bergerak mengelilingi matahari.

Jadi, dari kedua teori tersebut sekarang kita menggunakan teori heliosentris. Tata surya merupakan sistem matahari dan kumpulan benda-benda angkasa yang terikat dengan hukum gravitasi pada matahari.

Planet

Suatu benda angkasa dapat digolongkan sebagai planet apabila ia memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

1. Mengorbit pada bintang atau sisa bintang
2. Memiliki massa yang cukup untuk membentuk gravitasi mandiri demi mempertahankan bentuknya pada keadaan setimbang
3. Tidak cukup kuat untuk memulai reaksi fusi pada intinya
4. Orbitnya tidak bertumpang tindih dengan orbit benda angkasa lain

Ukuran planet terbilang lebih besar jika dibandingkan dengan anggota tata surya lainnya. Planet tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Terdapat delapan planet dalam sistem tata surya yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Uranus ditemukan oleh astronom Jerman-Inggris yaitu Sir William Herschel pada tahun 1781.

Planet Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus dapat dilihat dengan mata telanjang dan dikenal sejak lama. Sedangkan planet Uranus dan Neptunus ditemukan setelah manusia dapat membuat teleskop.

Dahulu, planet berjumlah sembilan termasuk Pluto. Namun, International Astronomical Union (IAU) pada tahun 2006 meninggalkan anggapan bahwa Pluto termasuk planet. Hal tersebut dikarenakan orbit Pluto bertumpang tindih dengan benda angkasa lainnya, yaitu planet Neptunus.

Satelit

Satelit adalah benda angkasa yang mengelilingi planet. Bersamaan dengan planet yang dikelilinginya, satelit juga mengelilingi matahari. Sama halnya dengan planet, satelit tidak dapat menghasilkan cahaya sendiri.

Cahaya yang ada pada satelit berasal dari pantulan cahaya matahari yang jatuh ke permukaannya. Hampir semua planet dalam tata surya memiliki satelit, kecuali Merkurius dan Venus.

Asteroid

Susunan tata surya selanjutnya yaitu asteroid. Asteroid merupakan benda-benda kecil di angkasa yang mengelilingi matahari. Letak asteroid ada di antara garis edar planet Mars dan Jupiter, sedangkan arah revolusinya sama dengan revolusi planet.

Hal yang membedakan asteroid dengan planet adalah ukurannya. Asteroid berukuran lebih kecil, berbeda dengan planet yang memiliki ukuran besar. Biasanya, asteroid disebut planet minor.

Komet

Komet biasa disebut sebagai bintang berekor. Komet memang memiliki ekor yang sangat panjang dan merupakan benda angkasa kecil yang mengelilingi mathari pada orbit yang lonjong. Sudut kemiringan orbit komet terhadap ekliptika cukup bervariasi.

Komet terbentuk dari es dan debu. Biasanya ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Ekor komet terarah menjauh matahari karena adanya hembusan angin matahari.

Meteoroid

Ruang antar planet banyak mengandung partikel. Partikel tersebut dinamakan meteoroid. Apabila meteoroid memasuki bumi dan menyala karena bergesekan dengan atmosfer, maka dinamakan meteor.

Meteor sering disebut sebagai bintang jatuh walaupun sebetulnya bukan bintang. Saat malam hari tanpa mendung dan cahaya bulan, meteori dapat diamati hingga setengah lusin tiap jamnya.

Nah, itulah pengertian susunan tata surya beserta teori geosentris dan heliosentris. Semoga mudah dipahami ya, detikers!



Simak Video "Ilmuwan Dapatkan Visual Lubang Hitam di Pusat Galaksi Bima Sakti"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia