ADVERTISEMENT

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku, Dekan FKH UGM Singgung Biosekuriti

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Sabtu, 18 Jun 2022 12:30 WIB
Selain sapi ada 67 ekor kerbau di Lumajang yang terjangkit wabah PMK.
Pemeriksaan wabah PMK pada sapi. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim
Jakarta -

Wabah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku kini dihadapi peternak Indonesia dan menimbulkan kerugian. Menghadapi serangan PMK, dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) menyinggung pentingnya biosekuriti.

Menurut Prof. Teguh Budipitojo biosekuriti dan memusnahkan sumber infeksi adalah langkah efektif menghadapi wabah PMK. Biosekuriti bisa dilaksanakan dengan dekontaminasi kandang, peralatan, kendaraan, dan bahan lain yang berisiko menularkan virus.

Jenis disinfektan untuk dekontaminasi yang dianggap efektif membunuh PMK adalah sodium hydroxide (2%), sodium carbonate (4%), citric acid (0.2%), acetic acid (2%), sodium hypochlorite (3%), potassium peroxymonosulfate (1%), dan chlorine dioxide.

Biosekuriti dan memusnahkan sumber infeksi adalah bagian dari usaha penghentian penyebaran virus PMK. Usaha penghentian meliputi tindakan karantina, pengawasan dan pembatasan lalu lintas ternak, serta penutupan pasar hewan.

Selain tindakan tersebut, Prof. Teguh juga menyinggung pentingnya meningkatkan kekebalan tubuh hewan menghadapi wabah PMK. Hal ini bisa dilakukan dengan program vaksinasi massal sehingga upaya mitigasi pada daerah yang belum tertular dapat segera terlaksana.

"Hal itu perlu dilakukan untuk melihat peta penyebaran penyakit sebagai dasar penentuan langkah pengendalian disamping melakukan komunikasi, pemberian informasi dan edukasi pada masyarakat peternak," ujar Prof. Teguh.

Sebagai informasi, wabah PMK disebabkan virus RNA berantai tunggal, genus Aphtovirus yang termasuk ke dalam famili Picornaviridae. Virus tersebut dapat menyerang hewan ternak seperti sapi, babi, domba dan kambing.

Gejala hewan yang terinfeksi PMK adalah demam tinggi, hilangnya nafsu makan, produksi air liur berlebih, terbentuknya lepuhan yang berisi cairan pada mukosa mulut, hidung, bibir, dan lidah. Lesi pada kaki, kuku, sela jari sehingga hewan susah bergerak, pincang, dan kuku mengelupas.



Simak Video "7.612 Ekor Sapi di Lumajang Terjangkit PMK, 11 di Antaranya Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia