Berapa Lama Manusia Bisa Menahan Napas di Bawah Air?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 20:30 WIB
Terbang di Bawah Air Bersama Legenda Penyelam Bebas Guillaume Nery
Foto: Franck Seguin/Bureau 233/CNN/Berapa Lama Manusia Bisa Menahan Napas di Bawah Air?
Jakarta -

Pernahkah kamu menguji seberapa lama bisa menahan napas di bawah permukaan air saat berenang? Mungkin kamu pernah pernah melakukannya bersama teman-teman dan hasil waktunya bisa jadi berbeda antara satu sama lain.

Menahan napas di bawah air seperti itu bukanlah hal baru. Dalam olahraga menyelam atau dikenal dengan freediving juga memiliki kontes tahan napas.

Praktik tersebut dikenal sebagai apnea statis. Apnea berarti penghentian sementara pernapasan dan latihan penyelam bebas untuk meningkatkan jumlah waktu mereka dapat bertahan di bawah air tanpa naik ke udara, dikutip dari Wonderopolis.


Saat ini, Budimir Šobat, freedivers asal Kroasia, menjadi pemegang rekor dunia dalam hal menahan napas terlama di dalam air.

Guinness Book of World Records mencatat Budimir Šobat sebagai orang yang bisa menahan napas terlama di air dengan waktu 24 menit 37,36 detik pada 27 Maret 2021 lalu.

Berapa Lama Rata-rata Orang Bisa Tahan Napas Dalam Air?

Mengutip Medical News Today, diketahui rata-rata orang bisa menahan napas selama 30-90 detik, waktu ini bisa bertambah atau berkurang karena berbagai faktor, seperti merokok, kondisi medis, atau pelatihan pernapasan.

Namun, seseorang dapat berlatih menahan napas untuk meningkatkan kapasitas paru-paru. Ada panduan pelatihan untuk membantu seseorang belajar menahan napas untuk waktu yang lebih lama.

Biasanya, orang dapat menggunakan teknik pelatihan ini untuk pelatihan militer tingkat lanjut, freediving, berenang, atau kegiatan rekreasi lainnya.

Efek Fisik dari Menahan Napas

Seseorang membutuhkan oksigen bagi tubuhnya untuk melakukan fungsi vital dan menahan napas mencegah oksigen baru masuk ke dalam tubuh.

Ketika orang menahan napas, tubuh masih menggunakan oksigen untuk berfungsi dan melepaskan karbondioksida sebagai produk limbah.

Karena karbon dioksida tidak punya tujuan dan kadarnya di dalam tubuh meningkat, akhirnya bisa memicu refleks tak sadar untuk mulai bernapas lagi.

Pada awalnya, seseorang mungkin merasakan sensasi terbakar di paru-parunya. Jika mereka menahan napas cukup lama, otot-otot di diafragma mereka akan mulai berkontraksi untuk mencoba memaksa bernapas, yang dapat menyebabkan rasa sakit.

Apabila seseorang tidak melanjutkan pola pernapasannya yang biasa, mereka akan kehilangan kesadaran. Jika ini terjadi di bawah air, pada saat inilah tenggelam dapat terjadi.

Manfaat Menahan Napas

Menahan napas bisa memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan seseorang. Bukti menunjukkan bahwa peningkatan fungsi paru-paru dan jumlah waktu seseorang dalam menahan napas dapat memberi dampak positif Peradangan, yang mungkin penting untuk kondisi autoimun.

Selain itu, juga bisa membantu meningkatkan rentang hidup seseorang dan mencegah kerusakan sel induk di otak.

Namun, di sisi lain, menahan napas juga bisa menyebabkan hal buruk seperti risiko sesak napas hingga kekurangan oksigen yang mengakibatkan tenggelam.

Journal of Applied Physiology juga mencatat, beberapa risiko lain tahan napas juga bisa terjadi yakni peningkatan tekanan darah, peningkatan risiko kerusakan otak, kehilangan koordinasi, penurunan detak jantung, dan peningkatan kadar gula darah.



Simak Video "Kegiatan Super Unik, Menyelam dengan Menggunakan Kebaya, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia