Apa Perbedaan Gerhana Bulan dan Matahari? Ini Penjelasannya

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 15 Jun 2022 19:30 WIB
Fenomena Gerhana Bulan Total Blood Moon terlihat di langit sejumlah negara dunia. Fenomena ini dapat dilihat di benua Amerika hingga Eropa. Ini fotonya.
Gerhana bulan. Foto: Photo by Joao Gabriel Alves/AGIF via REUTERS
Jakarta -

Gerhana adalah fenomena langit yang melihatkan matahari, bumi, dan bulan. Bumi dan bulan merupakan benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri, berbeda dengan matahari.

Jika bulan dan bumi terkena cahaya matahari maka pada bagian belakang bulan atau bumi akan membentuk bayangan. Gerhana terjadi jika sinar matahari ke bumi atau bulan terhalang.

Gerhana bulan dan matahari bisa terjadi di langit dengan kurun waktu tertentu. Di dalam gerhana ada yang namanya umbra dan penumbra. Umbra dan penumbra terbentuk karena ukuran matahari jauh lebih besar daripada bulan dan bumi.

Umbra adalah bayangan yang terletak di tengah dan sangat gelap. Sedangkan penumbra atau bayangan semu merupakan bayangan samar-samar yang berada di sekitar umbra.

Melansir dari buku Buku Pendamping Olimpiade Sains Nasional IPA Tingkat Sekolah Dasar, dengan Topik Tata Surya karya Ni Nengah Mudari, Ni Nengah Mudari berikut adalah penjelasan mengenai gerhana matahari dan gerhana bulan:

A. Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah saat bulan, bumi, dan matahari berada dalam satu garis lurus. Peristiwa ini hanya terjadi saat bulan purnama, ketika cahaya matahari ke bulan terhalang bumi.

Akibatnya bulan berada di dalam bayang-bayang bumi. Ada dua jenis gerhana bulan yaitu:

1. Gerhana Bulan Total (Sempurna)

Gerhana ini terjadi ketika posisi bulan berada di umbra bumi sehingga bulan tertutup penuh oleh bayangan bumi. Gerhana bulan total berjalan selama kurang lebih satu jam 40 menit.

2. Gerhana Bulan Sebagian (Parsial)

Gerhana bulan parsial terjadi ketika setengah bagian bulan masuk ke dalam umbra bumi. Bulan bergerak dan masuk ke daerah penumbra bumi.

B. Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi pada siang hari ketika bulan baru atau bulan mati. Gerhana matahari terjadi ketika kedudukan bulan, bumi, dan matahari membentuk garis lurus, kedudukan bulan berada di antara bumi dan matahari.

Gerhana matahari dapat terjadi karena sinar matahari pada siang hari terhalang oleh bulan sehingga keadaan yang terang pelan-pelan menjadi gelap. Jika gerhana matahari maka bayangan bulan akan mengenai bumi.

Bulan lebih kecil daripada bumi maka sebagian tempat saja yang mengalami gerhana matahari. Terdapat tiga jenis gerhana matahari yaitu:

1. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi ketika bumi terkena bayangan umbra bulan. Gerhana matahari total selalu diawali dan diakhiri oleh gerhana matahari sebagian.

2. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana matahari ini terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari. Pada saat gerhana matahari sebagian terjadi, kita dapat langsung melihatnya ke atas. Gerhana matahari sebagian tidak merusak retina mata.

3. Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan hanya menutup sebagian daripada matahari dan cahaya matahari selebihnya membentuk cincin bercahaya sekeliling bayangan bulan yang dikenali sebagai cincin.

Di sekeliling daerah tempat terjadinya suatu gerhana matahari total ataupun suatu gerhana matahari cincin, selalu terdapat suatu daerah yang jauh lebih luas. Hal ini dikarenakan gerhana matahari cincin terdapat di penumbra bulan.

Nah itulah perbedaan gerhana bulan dan gerhana matahari. Sudah paham kan detikers?



Simak Video "Peneliti Sebut Bulan Bisa Jadi Tempat Tinggal Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia