ADVERTISEMENT

Sejarah Gunung Anak Krakatau dan Riwayat Erupsinya Sejak 1930

Kristina - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 07:30 WIB
Ini penampakan Gunung Anak Krakatau pasca-meletus hasil jepretan NASA.
Gunung Anak Krakatau saat meletus. Foto: NASA Earth Observatory
Jakarta -

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 500 meter, Kamis (16/6/2022) pukul 12.41 WIB. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 62 mm dan durasi 41 detik.

Hal ini dilaporkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Kamis, 16 Juni 2022, pukul 12:41 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 62 mm dan durasi 41 detik," tulis Badan Geologi dalam situsnya, Kamis (16/6/2022).

Gunung yang terletak di Selat Sunda ini sudah beberapa kali erupsi sejak 1930. Menurut catatan PVMBG, sepanjang 1930 hingga 2000 saja sudah terjadi erupsi lebih dari 100 kali, baik bersifat eksplosif maupun efusif.

Sejarah Terbentuknya Gunung Anak Krakatau

Lahirnya Gunung Anak Krakatau tak lepas dari aktivitas Gunung Krakatau pada 11 Juni 1927 silam. Gunung Anak Krakatau terbentuk akibat erupsi magma basa di pusat komplek Krakatau.

Melansir situs Badan Geologi, pada 28 Desember 1927, aktivitas vulkanik baru terjadi di pusat kaldera pada kedalaman 188 meter. Peristiwa tersebut kemudian dinyatakan sebagai kelahiran Gunung Anak Krakatau.

Kawah baru yang terbentuk ini terletak satu garis dengan kawah-kawah Danan dan Perbuatan sebelumnya. Sejak 1927 hingga 1930 terjadi belasan kali erupsi.

Akibat sejumlah letusannya, Gunung Anak Krakatau kemudian tumbuh semakin besar dan tinggi mencapai 300 meter di atas permukaan laut. Selain itu, wilayah daratan yang dihasilkan juga semakin meluas.

Riwayat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau umumnya akan terjadi empat tahun sekali. Letusan ini menghasilkan abu dan lava dengan waktu bekisar antara 1-8 tahun. Aktivitas berupa letusan abu dan leleran lava terakhir berlangsung terus menerus pada 8 November 1992 hingga Juni 2000.

Berikut riwayat erupsi Gunung Anak Krakatau seperti dicatat oleh PVMBG.

  • 1930: 14-28 Januari, 10 Maret-5 April, 30 April-15 Mei, 2 Juni-15 Agustus.
  • 1931: Terjadi danau kawah, erupsi abu mencapai tinggi 2400 m dan erupsi samping pada 23-26 September, 5-7 November, 5-21 Desember.
  • 1932: 12-17 Februari erupsi lanjutan dari tahun sebelumnya.
  • 1933: Erupsi di danau kawah pada 16 Januari-25 Mei, 10-17 Juni, 5-6 Juli, 5 September-5 Oktober, 10 November-6 Desember.
  • 1934: Kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya pada 6-26 Januari, selama Maret, 5-12 Mei, 7-9 Juni. Pada periode ini salah satu erupsinya mencapai tinggi 6800 m.
  • 1935: Erupsi abu dan erupsi freatik di danau kawah, ukuran danau kawah mencapai 275 X 250 m², kegiatan terjadi pada 4-14 Januari, 6 Februari-6 Mei dan 25 Mei-12 Juli.
  • 1936: Erupsi abu pada 13 Oktober dan selama Nopember tinggi tiang abu berkisar antara 100 - 300 m.
  • 1937: Erupsi di danau kawah terjadi pada 6 Agustus-21 September tinggi abu antara 2000-2600 m, kemudian pada 17-23 November erupsi-erupsi kecil pada kawah baru di bagian barat daya.
  • 1938: Erupsi abu dan erupsi freatik di danau kawah berlangsung hingga 1940. Kegiatan terjadi pada 4 Juli-29 Agustus, 12-14 September, 2 Oktober, 7 November, 8-9 Desember.
  • 1939: 15-27 Januari, 20 Maret, 1 Juni-4 Agustus, 23-25 September, 13 Desember sampai
  • 1940: 9 Januari, 3-10 Februari, 1 Maret-15 Mei, dan 10 Juni-2 Juli. Pada Juni tinggi letusan mencapai 1000-4000 m.
  • 1941: Erupsi di danau kawah pada 28 Januari-12 Februari
  • 1942: Erupsi di danau kawah pada 29-30 Januari.
  • 1943: Erupsi di danau kawah.
  • 1944: Erupsi di danau kawah.
  • 1945: Erupsi di danau kawah.
  • 1946: Erupsi di danau kawah pada 25 Juli dan selama Desember.
  • 1947: Erupsi di danau kawah selama April.
  • 1948: Erupsi di danau kawah.
  • 1949: Erupsi di danau kawah pada 12 Mei.
  • 1950: Erupsi di danau kawah pada 3-7 Juli.
  • 1952: Erupsi di danau kawah pada 10-11 Oktober, terbentuk kerucut baru dengan danau kawah bergaris tengah 440 m.
  • 1953: Erupsi abu di danau kawah pada 20-23 September, tinggi kerucut mencapai 116 m.
  • 1958: Erupsi di danau kawah, tanggalnya tidak diketahui.
  • 1959: Erupsi di danau kawah selama Juni-Juli. Kegiatan erupsi terdiri atas 4 fase: 1. Erupsi abu hitam, 2. Erupsi abu dan gas dengan tiang asap setinggi 500 m, 3. Erupsi abu setinggi 1000 - 1500 m, dan 4. Erupsi abu hitam.
  • 1960: Kegiatan erupsi lanjutan dari tahun sebelumnya, terjadi pada 12-13 Januari, tinggi asap mencapai 1000 m.
  • 1961: Kegiatan erupsi tidak diketahui tanggalnya, melenyapkan danau kawah bulan sabit dan leleran lava mengisi kawah dan dan bibir kawah bagian timur.
  • 1963: Leleran lava menembus laut melalui pematang baratdaya kawah dan membentuk seperti kipas.
  • 1968: Erupsi freatik selama September.
  • 1972-1973: Erupsi abu menerus mencapai tinggi 1600 m. Saksi mata mengamati kejadian erupsi pada 26 Juni, 21-22 Desember dan 29 Desember 1972. Kagiatan erupsi menerus hingga Januari 1973 dan diakhiri leleran lava ke arah selatan, barat daya dan barat, menembus laut sehingga memperluas daratan.
  • 1975: Erupsi abu selama tahun ini dan diakhiri dengan leleran lava ke arah barat- barat laut.
  • 1979: Erupsi abu hampir selama tahun ini dan diakhiri dengan leleran lava ke arah barat daya.
  • 1981: Erupsi abu sejak Februari hingga Juli, dan diakhiri dengan leleran lava ke arah selatan menindih lava 1973-1973.
  • 1984: Erupsi abu terjadi pertengahan tahun dan tidak diketahui tanggalnya.
  • 1988: Erupsi abu pada 16-18 Maret membentuk kawah baru di lereng selatan dan kegiatannya diakhiri dengan leleran lava yang terbatas pada lereng selatan.
  • 1992-2000: Erupsi abu terjadi pada 8 November, kegiatannya dimulai dengan peningkatan kegempaan vulkanik sejak Agustus. Kegiatan erupsi menerus sampai tahun 2000 setiap hari atau setiap beberapa menit, menyemburkan abu dengan tinggi rata-rata 400 - 800 m dan leleran lava. Leleran lava terjadi pada November-Desember 1992, Februari 1993, April-Mei 1993, Juni 1993, Januari 1996, Juni 1996 dan Juli 1996. Leleran lava tersebut umumnya mencapai laut, sehingga menambah daratan pulau tersebut. Perhitungan material yang disemburkan selama itu berupa lava dan material lepas adalah 22 juta m3 dan penambahan daratan 380.000 m2. Tinggi G. Anak Krakatau mencapai 305 m dml.
  • 2001: Erupsi abu tipe strombolian pada 5 Juli.
  • 2005: Pada 24 - 26 September 2005, Terjadi peningkatan jumlah kegempaan.
  • 2007: Pada 20 - 22 Oktober 2007 aktivitas kegempaannya kembali meningkat. Pada 23 Oktober 2007 terjadi letusan abu setinggi 200 m. Hasil pengamatan visual pada 25 Oktober 2007 (Patria dkk, 2007), terdapat lubang letusan baru di dinding selatan G. Anak Krakatau.
  • 2008: Pada 1 - 20 April terjadi peningkatan aktivitas. Hasil pengamatan langsung ke G. Anak Krakatau 15-16 April 2008 menunjukkan bahwa terjadi letusan abu yang disertai lontaran material pijar, berlangsung tiap selang 5 - 15 menit dengan ketinggian berkisar 100 - 500 meter.

Mulai 10 Oktober 2010, terjadi letusan abu yang disertai lontaran material pijar dengan ketinggian asap berkisar 100-1700 meter dan berlangsung setiap hari sampai saat ini.

Terbaru, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dengan semburan abu vulkanik setinggi 600 meter pada Rabu (15/6/2022) pukul 13.37 WIB dan berlanjut Kamis (16/6/2022) kemarin pukul 12.41 WIB dengan ketinggian abu mencapai 500 meter.



Simak Video "Penampakan Gunung Anak Krakatau Erupsi"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia