Kenapa Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasannya

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 06:00 WIB
Sebelum sholat diwajibkan mengabil air wudu. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi wudhu. Kenapa tidur disebut dapat membatalkan wudhu? (Agung Phambudhy/detikcom)
Jakarta -

Tidur disebut sebagai perkara yang dapat membatalkan wudhu seseorang. Perkara ini perlu mendapat perhatian bagi muslim sebab wudhu merupakan syarat sah salat sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ صَلاَةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: "Allah tidak menerima salat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu." (HR Bukhari).

Kenapa Tidur Membatalkan Wudhu?

Tidur adalah perkara yang membatalkan wudhu dengan landasan dari keterangan hadits Rasulullah SAW. Dikisahkan dari Shafwan ibn 'Asal, Rasulullah SAW pernah menyamakan kedudukan tidur dengan kondisi buang air besar dan buang air kecil.

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ ( يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفْرًا أَنْ لَا نَنْزِعَ خِفَافَنَا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ, إِلَّا مِنْ جَنَابَةٍ وَلَكِنْ مِنْ غَائِطٍ, وَبَوْلٍ, وَنَوْمٍ } أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ, وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَاللَّفْظُ لَهُ, وَابْنُ خُزَيْمَةَ وَصَحَّحَاه ُ

Artinya: "Saat sedang berpergian, Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk melepaskan khuff (sepatu) kami selama tiga hari tiga malam kecuali karena junub, (dan dibolehkan untuk tetap memakainya) karena buang air besar, buang air kecil, dan tidur," (HR Ahmad, An Nasa'i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Imam Maliki dan Hambali berpendapat, tidur dapat membatalkan wudhu karena dianggap sebagai perbuatan yang menghilangkan akal atau ingatan. Sementara hilang akal termasuk dalam perkara yang membatalkan wudhu.

Untuk itu, Abu Malik Kamal ibn Sayyid Salim dalam Fiqih Sunnah Wanita menafsirkan hadits di atas sebagai tidur yang lelap. Dengan kata lain, tidur yang tidak menyisakan kesadaran dan tidak merasakan apa-apa maupun menangkap suara di sekelilingnya, sehingga tidak merasakan apapun ketika ada sesuatu yang keluar darinya.

Di samping itu, mayoritas fuqaha sepakat, tidur yang menjadi penyebab membatalkan wudhu adalah tidur dalam posisi yang memudahkan keluarnya angin. Seperti, tidur berbaring dengan posisi miring atau tidur sambil duduk dengan posisi miring pada salah satu pinggang.

Dengan demikian, tidak semua tidur dapat membatalkan wudhu. Salah satunya, tidur dalam posisi duduk seperti yang dilakukan oleh sahabat nabi saat menanti waktu salat Isya.

كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْتَظِرُونَ الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ حَتَّى تَخْفِقَ رُءُوسُهُمْ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلاَ يَتَوَضَّئُونَ

Artinya: "Para sahabat Rasulullah SAW terbiasa menunggu akhir waktu salat Isya hingga kepala mereka manggut-manggut (karena mengantuk), kemudian mereka melaksanakan salat tanpa berwudhu lagi," (HR Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Ahmad).

Sejatinya, selama bukan tidur yang lelap maupun tidur yang memicu kondisi buang angin, dibolehkan untuk melanjutkan salat tanpa berwudhu. Namun, Ustaz Mukhsin Matheer dalam Rahasia Butiran Air Wudhu menggarisbawahi, sebaiknya tetap berwudhu ulang bila ada keraguan saat tidak sengaja tertidur.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia