Bagaimana Haji di Zaman Penjajahan Belanda? Totalnya Butuh Waktu Satu Tahun

Rosmha Widiyani - detikEdu
Rabu, 15 Jun 2022 07:00 WIB
Muslim pilgrims pray around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as they keep social distancing during the minor pilgrimage, known as Umrah, marking the holy month of Ramadan, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Monday, April 12, 2021. During Ramadan, the holiest month in Islamic calendar, Muslims refrain from eating, drinking, smoking and sex from dawn to dusk. (AP Photo/Amr Nabil)
Kakbah yang menjadi tujuan muslim saat haji. Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Haji adalah salah satu ibadah dalam rukun Islam dengan hukum wajib bagi yang mampu. Seperti muslim di negara lain, pengamal ajaran Islam telah melaksanakan ibadah haji sejak lama.

Ibadah haji bahkan tetap dilaksanakan selama masa penjajahan Belanda. Sejarawan Asep Kambali menjelaskan, pelaksanaan haji mulai dikoordinir pemerintahan kolonial dalam Staatsblad tahun 1903.

"Tahun 1916 mulai ada pemberian gelar haji. Di tahun 1911 diterapkan karantina untuk jamaah haji. Haji di masa kolonialisme berbeda dengan saat ini," ujar Asep saat dihubungi detikEdu.

Asep yang mengupload sejarah gelar haji Indonesia di Instagram @asepkambali, juga menjelaskan pelaksanaan haji selama masa penjajahan. Berikut infonya:

Haji di masa penjajahan Belanda

  • Proses karantina selama 3 bulan, sehingga totalnya 6 bulan sebelum dan setelah haji
  • Perjalanan dengan kapal uap selama 40 hari, sehingga totalnya 80 hari untuk pulang dan pergi haji
  • Pelaksanaan haji dan menuntut ilmu selama 4 bulan.

Lokasi karantina haji yang paling besar untuk pelaksanaan haji di masa kolonialisme berada di Pulau Onrust, Cipir, Kelor, dan Bidadari. Totalnya perlu waktu kurang lebih satu tahun untuk melaksanakan haji.

Selain itu, haji hanya bisa diakses beberapa orang yang memang mampu. Asep mengatakan, masyarakat yang bisa naik haji bisa dihitung dengan jari. Dalam satu kampung belum tentu ada yang bisa menunaikan haji.

"Sekampung belum tentu ada. Adanya di kampung yang lebih maju. Sekecamatan atau sekabupaten cuma segelintir. Jumlahnya banyak jika digabung di seluruh Hindia Belanda," kata Asep.

Pelaksanaan haji selama penjajahan Belanda berbeda total dengan yang dilakukan saat ini. Dikutip dari situs Kemenag, para jamaah haji 2022 berada di Tanah Suci selama 40 hari.

Sebelumnya jamaah harus menempuh perjalanan selama 8-10 jam dengan pesawat terbang. Berikut jadwalnya

Jadwal Haji 2022

1. 4-18 Juni 2022: Gelombang pertama jamaah haji Indonesia berangkat menuju Madinah

2. 13-27 Juni 2022: Gelombang pertama jamaah haji Indonesia berangkat menuju Mekah

3. 19 Juni-3 Juli 2022: Gelombang kedua jamaah haji Indonesia berangkat menuju Jeddah

4. 3 Juli 2022: Closing date KAAIA pukul 24.00 Waktu Arab Saudi (WAS)

5. 7 Juli 2022: Jamaah haji berangkat dari Mekah ke Arafah

6. 8 Juli 2022: Jamaah haji melakukan wukuf di Arafah

7. 9 Juli 2022: Idul Adha

8. 10-12 Juli 2022: Hari Tasyrik 1, 2, 3

9. 16-30 Juli 2022: Jamaah hari gelombang pertama pulang ke Indonesia

10. 21 Juli-5 Agustus 2022: Gelombang kedua jamaah haji Indonesia berangkat menuju Madinah dari Mekah

11. 31 Juli-14 Agustus 2022: Gelombang kedua jamaah haji Indonesia pulang ke Tanah Air

12. 15 Agustus 2022: Akhir kedatangan jamaah haji gelombang dua di Indonesia.



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(row/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia