Bacaan Doa Takziah untuk Orang Meninggal dan Keluarga yang Ditinggalkan

Trisna Wulandari - detikEdu
Minggu, 12 Jun 2022 16:00 WIB
A female adult is putting both hands together for doa (Muslim way of praying) during partial lockdown in Malaysia.
Bacaan doa takziah untuk orang meninggal dan keluarga yang ditinggalkan. Foto: Getty Images/Alex Liew
Jakarta -

Takziah adalah menghibur keluarga orang yang meninggal dengan kesabaran, meringankan bebannya, dan membantunya di tengah musibah tersebut. Rasulullah SAW mengajarkan doa takziah saat beliau bersedih ditinggal putranya. Berikut bacaan doa takziah dan ziarah kubur,

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكُمْ وَأَحْسَنَ عَزَاءَكُمْ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكُمْ

A'zhamallâhu ajrakum, wa ahsana 'azâ'akum, wa ghafara limayyitikum.

Sementara bagi perempuan:

'Adzamallaahu ajraka wa ahsana 'azaa-aka wa ghafara limayyitika.

Artinya: Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan kamu bisa berkabung dengan baik serta mayatnya diampuni oleh Allah." (HR Bukhari dan Muslim)

Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Dzikir Terjemah Kita Al-Adzkar Imam An-Nawawi, bacaan doa takziah tidak ada batasannya dan dapat disampaikan dengan lafal apapun. Ulama Syafi'iyah mengatakan, kesunnahan bertakziah antara sesama muslim dengan mengucapkan "Semoga Allah mengagungkan pahalamu, dan memperbaikin keadaanmu, dan mengampuni dosa mayitmu."

Takziah ke Rumah Duka

Mengunjungi orang yang sedang berduka merupakan perbuatan yang dianjurkan. Sebab, di dalamnya termasuk menguatkan hatinya, mengajaknya bersabar, dan mengurangi kesedihannya, seperti dikutip dari Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah oleh Fathuri Ahza Mumtaza.

Karena itu, takziah adalah bentuk empati seseorang dalam membantu beban kesedihan, seperti datang secara langsung untuk menghibur serta mendoakan. Bentuk empati juga berpengaruh untuk menyabarkan orang yang sedang terkena musibah, bahwa ia akan mendapat pahala atas kesabarannya, mengajaknya agar rida, dan mendoakan orang yang meninggal.

Takziah hendaknya dilakukan secukupnya. Setelah selesai bertakziah, orang yang bertakziah, dan keluarga orang yang meninggal hendaknya kembali melakukan keperluannya masing-masing, seperti dikutip dari Kitab Induk Doa dan Dzikir Terjemah Kita Al-Adzkar Imam An-Nawawi.

Hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari-Muslim, dari Usamah bin Zaid ra., dia berkata, " Salah satu putri Nabi mengutus seseorang untuk memanggil dan memberitahukan pada Nabi Muhammad SAW bahwa putranya (cucu beliau) sakaratul maut." Kemudian, Rasulullah bersabda,

"Kembalilah, dan katakan kepadanya bahwa milik Allah apa yang dia ambil dan yang Dia anugrahkan, dan segala yang ada di sisinya ditentukan dengan kadar waktu masing-masing. Perintahkan dia untuk bersabar dan mengharap pahala dari Allah."

Kemudian, putri Nabi Muhammad SAW mengirimkan berita kembali padanya disertai sumpah agar beliau berkenan hadir. Rasulullah SAW pun berangkat bersama Sa'ad bin Ubadah, Mu'az bin Jabal, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Sabit. dan beberapa sahabat yang lain. Kemudian anak yang sakit itu diberikan kepada Rasullah SAW dan didudukkan di pangkuannya dalam keadaan napas terengah-engah.

Tiba-tiba, air mata Rasulullah SAW menetes. Sa'ad bertanya, "Wahai Rasulullah, (air mata) apakah ini?" Beliau menjawab, "Tetesan air mata ini adalah rahmat yang dikaruniakan Allah Ta'ala ke dalam hati para hamba-Nya." Dalam riwayat lain disebutkan, "Ke dalam hati hamba-hamba yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang."

Di samping membaca bacaan doa takziah bagi almarhum dan keluarga, semoga kita dapat menghibur dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.



Simak Video "Perwakilan Ridwan Kamil Izinkan Ratusan Warga Takziah ke Gedung Pakuan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia