Pengertian Repatriasi dan Tata Cara Pemulangan Jenazah dari Luar Negeri

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 10 Jun 2022 14:45 WIB
Wide-angle view of a modern aircraft gaining the altitude outside the glass window facade of a contemporary waiting hall with multiple rows of seats and reflections indoors of an airport terminal El Prat in Barcelona
Pengertian repatriasi dan tata cara pemulangan jenazah dari luar negeri ke Indonesia. Foto: Getty Images/iStockphoto/skyNext
Jakarta -

Repatriasi adalah pemulangan kembali warga negara ke Tanah Airnya, seperti dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Terkait pemulangan jenazah, repatriasi jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) di Uni Eropa untuk dipulangkan ke Indonesia dapat dilakukan dengan melengkapi syarat dokumen.

Syarat dokumen antara lain paspor RI almarhum asli dan sertifikat kematian, seperti dikutip dari laman Kedutaan Besar RI di Brussel, Belgia, merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, Kementerian Luar Negeri RI.

Lebih lanjut, Form Pelaporan Kematian, salinan ID Card almarhum, sertifikat dokter dengan pernyataan almarhum tidak memiliki penyakit menular yang diterbitkan dokter yang menyatakan kematian, embalming certificate, Laissez-Passer for a corpse, dan salinan tiket pesawat untuk pengiriman jenazah juga dapat disiapkan.

Jika seorang WNI meninggal dunia di luar NKRI, maka ia wajib dilaporkan pada Perwakilan Republik Indonesia. Beberapa syarat yang perlu dilengkapi antara lain kutipan akta kematian atau bukti pencatatan kematian dari negara setempat, dokumen perjalanan RI, dan surat keterangan yang menunjukkan domisili atau surat keterangan pindah luar negeri.

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, peti atau kemasan lain yang berisi jenazah atau abu jenazah dibebaskan dari bea masuk dalam proses repatriasi jenazah ke Indonesia.

Tata Cara Pemulangan Jenazah dari Luar Negeri ke Indonesia

Dikutip dari laman pemerintah RI indonesia.go.id, pemulangan jenazah ke Indonesia bisa melalui jalur darat dan udara dengan proses yang sama. Pihak yang berwenang untuk mengurus jenazah tersebut yakni pihak perusahaan atau orang yang bertanggung jawab.

Setelah ada pernyataan atau diketahui seorang WNI meninggal dunia, pihak perusahaan yang bertanggung jawab wajib melaporkan hal tersebut kepada pihak KJRI maupun pihak kepolisian.

Jika jenazah meninggal tidak wajar atau di luar penanganan rumah sakit, maka pihak kepolisian akan meminta dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya. Hasil otopsi juga diperlukan sebagai persyaratan mengurus klaim asuransi.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada dasarnya akan membantu proses administratif untuk memulangkan jenazah ke Indonesia. Sementara itu, orang atau kerabat yang mengurus kepulangan jenazah wajib bertugas melengkapi syarat kepulangan jenazah.

Berikut tata cara pemulangan jenazah dari luar negeri ke Indonesia:

  • 1. Pihak kerabat, perusahaan, atau orang yang bertanggung jawab menyiapkan syarat dokumen:
    • Permohonan mengekspor jenazah dari agensi resmi
    • Paspor almarhum
    • Paspor pengiring jenazah yang berlaku
    • Medical Certificate of Cause of Death (MCCD) dari rumah sakit
    • Izin ekspor otoritas setempat
    • Certification of Sealing
    • Certification of Embalming dari rumah sakit otoritas
  • 2. Jika syarat-syarat telah dipenuhi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di wilayah negara tersebut akan berkoordinasi dengan otoritas yang berwenang mengurusi jenazah
  • 3. Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) akan menanggung biaya memulangkan jenazah apabila pihak keluarga yang ditinggalkan kurang mampu dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu
  • 4. Jika keluarga dalam kondisi mampu, KJRI dan KBRI hanya akan mengurus perkara administrasi
  • 5. Agen resmi pengiriman jenazah mempersiapkan peti mati yang disesuaikan dengan tujuan dan cara pengiriman, yakni peti jenazah biasa untuk jalur darat dan peti jenazah terstandar yang ditetapkan dinas kesehatan setempat dan petugas terkait di semua bandara di Indonesia untuk jalur udara
  • 6. Pihak agen memberitahukan jadwal keberangkatan dan perkiraan waktu tiba di tempat tujuan

Pemerintah RI mengingatkan untuk mengikuti tata cara pemulangan jenazah dari luar negeri lewat jalur resmi. Jika tidak, proses pemulangan jenazah berisiko dimanfaatkan untuk melakukan tindak kriminal seperti penyelundupan narkotika dan barang-barang terlarang.

Repatriasi dan tata cara pemulangan jenazah dari luar negeri lewat jalur ilegal juga berisiko kesehatan jika jenazah tersebut mengidap penyakit menular. Jika tidak mengikuti jalur resmi, pemerintah RI dapat memasukkan agen pemulangan jenazah ke dalam daftar cekal.



Simak Video "Dinar Candy Ikut Lega Akhirnya Jenazah Eril Ditemukan"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia