Sungai Aare: Dingin, Minim Fauna, Jasad Tenggelam Berhari-hari Tetap Utuh

Devi Setya - detikEdu
Jumat, 10 Jun 2022 13:15 WIB
Sungai Aare di Bern, Swiss
Ilustrasi salah satu potret sungai Aare di Swiss Foto: Getty Images/alxpin
Jakarta -

Swiss terkenal sebagai negara yang dilintasi banyak sungai, salah satunya adalah Aare. Sungai Aare menjadi sungai terpanjang di Swiss dengan panjang mencapai 295 kilometer.

Dilansir dari Bern.com (10/6) sungai Aare atau kerap juga disebut Aar ini memiliki hulu di Gletser Aare, Pegunungan Alpen, Swiss. Sungai Aare memiliki lintasan yang berkelok-kelok dan mengelilingi Kota Bern dari tiga sisi atau disebut sebagai Aare loop. Sungai yang membentang di tengah kota ini terbilang mudah diakses oleh warga sekitar.

Sungai Aare juga menjadi salah satu destinasi wisata saat musim panas tiba. Ratusan warga lokal maupun wisatawan mancanegara akan berbondong-bondong datang ke sungai Aare untuk berenang. Berbagai olahraga air juga sering dilakukan di sungai Aare, salah satunya mendayung.


Dengan panjang 295 kilometer, sungai Aare dinobatkan sebagai sungai terpanjang di Swiss. Sungai ini juga bahkan tercatat sebagai salah satu sungai terpanjang di Eropa.

Berikut fakta menarik seputar sungai Aare di Swiss:

1. Aliran sungai Aare berasal dari salju Pegunungan Alpen

Hulu Sungai Aare berada di Gletser Oberaar, Pegunungan Alpen Bernese Timur. Air yang mengalir di sungai Aare berasal dari lelehan salju di Pegunungan Alpen.

Sungai Aare ini merupakan anak dari Sungai Rhine yang berada di Koblenz yang terletak di barat laut Swiss. Aliran Sungai Aare kemudian mengarah ke dua danau yakni Danau Brienz dan Danau Thun di Interlaken.

Dari Danau Thun, aliran Sungai Aare melaju melintasi Bern, ibu kota Swiss. Di Bern, sungai ini membentuk 'lingkaran Aare' yang terkenal di sekitar kota tua Bernese.

2. Memiliki titik kedalaman 200 meter

Dilansir dari laman myswitzerland.com (10/6) Sungai Aare memiliki kedalaman yang sangat bervariasi. Namun ada satu titik yang diyakini sebagai titik terdalam sungai Aare yakni berada di jurang dekat Meiringen.

Di jurang ini, kedalamnya mencapai 200 meter. Jurang tersebut letaknya tidak jauh dari hulu sungai Aare.

Tidak hanya melintasi Bern, Sungai Aare mengalir melalui sejumlah kota seperti Solothurn, Olten, Aarau, Brugg, dan berakhir di Koblenz.

Di Kota Brugg, aliran Sungai Aare menyatu dengan dua sungai besar lainnya, yaitu Reuss dan Limmat. Sedangkan di Kota Koblenz, akhirnya aliran Sungai Aare bermuara di Sungai Rhein yang merupakan salah satu sungai terpanjang di Eropa.

3. Jadi destinasi wisata air

Saat musim panas tiba, masyarakat akan datang ke sungai Aare untuk melakukan berbagai aktivitas. Kegiatan yang paling populer dilakukan di sungai Aare adalah berenang.

Sungai Aare sekilas tampak tenang, memiliki air yang berwarna biru kehijauan dan memiliki pemandangan yang cantik serta indah. Meskipun sering dijadikan tempat untuk berenang, tetapi sebenarnya sungai ini memiliki arus yang cukup deras.

Otoritas Swiss mengimbau para wisatawan yang berenang di sana untuk selalu waspada. Di sepanjang sungai Aare juga terpasang banyak papan peringatan.

Selain harus waspada terhadap arus air, pemerintah juga menghimbau perenang untuk memperhatikan suhu air. Aliran sungai ini berasal dari lelehan es di Pegunungan Alpen jadi meskipun sedang musim panas, suhu air sungai Aare berkisar 15-22 derajat celcius.

4. Masuk dalam daftar UNESCO dan pernah masuk rekor dunia

Pada 2017, UNESCO menetapkan bahwa aktivitas berenang di Sungai Aare masuk dalam daftar tradisi. Aktivitas berenang di sungai Aare bahkan dinyatakan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda Swiss.

Di sungai ini, banyak masyarakat melakukan aktivitas berenang, mendayung dan arung jeram. Sebuah rekor dunia bahkan tercatat pada 2012 untuk kegiatan arung jeram dengan total 1.268 orang secara bersamaan mengarungi sungai tersebut dengan perahu karet, dari Kiesen menuju Eichholz.

5. Terdapat 17 Jembatan di sungai Aare

Sungai Aare yang melintas di kota Bern memiliki 17 jembatan. Jumlah ini tidak termasuk jembatan yang dilintasi kereta api dan jalan raya. Salah satu jembatan tertua di Swiss bahkan melintas di atas sungai Aare.

Adalah jembatan Untertorbrucke atau juga disebut jembatan Untertor yang dibangun pada 1487 tercatat sebagai jembatan tertua di Swiss. Jembatan ini menghubungkan distrik Matte dengan Altenberg. Hingga kini jembatan masih aktif digunakan oleh masyarakat setempat.

Istimewa sekali ya sungai Aare di Swiss ini. Masyarakat Swiss sangat mencintai sungai Aare dan menjaga kebersihannya. Tak heran kalau kualitas air di sungai Aare ini termasuk yang sangat baik menurut Uni Eropa pada 2016.

6. Minim Fauna

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, Sungai Aare di Swiss dingin dan minim fauna. Hal itulah yang menyebabkan jasad Emmeril Kahn Mumtazd (Eril) tetap utuh setelah tenggelam selama 14 hari di Sungai Aare, Bern, Swiss. Menurut dia kondisi sungai Aare yang dingin membuat jasad Eril setengah membeku. Ditambah sungai Aare yang minim fauna sehingga kondisi jasad Eril tetap utuh meski 14 hari tenggelam.

"Penjelasan alamiah kenapa jasadnya masih utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setelah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," Ridwan Kamil seperti dikutip dari detikNews.



Simak Video "Sederet Fakta Sungai Aare di Swiss Tempat Anak Ridwan Kamil Hilang"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia